Termudah dan Simple, Pembelajaran melalui WhatsApp

Oleh: Rina Yuniati,S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DI awal tahun 2020, seluruh dunia dikejutkan dengan kemunculan corona virus diseases (Covid-19). Virus ini terus meluas, hingga WHO menetapkannya sebagai pandemi. Di dunia pendidikan Indonesia sendiri dalam rangka menekan angka korban terpapar Corona, pemerintah mengambil kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah. Dengan adanya belajar di rumah, diharapkan akan meminimalisir kontak fisik antara satu dengan yang lain dan mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Cara belajar daring atau e-learning menjadi solusi untuk pelaksanaan belajar di rumah.

Kendala utama yang dihadapi oleh guru kelas 6 SDN 02 Duwet adalah akses internet yang terbatas. Terkadang, koneksi internet yang lambat atau bahkan belum menjangkau daerah terpencil di Indonesia menjadi penghambat proses belajar mengajar secara daring.

WA memungkinkan pengguna untuk berkirim pesan, berbagi foto, maupun mengirim pesan suara dengan koneksi internet. Saat ini mulai bermunculan pesaing yang juga menawarkan kemampuan yang dimiliki WA berikut inovasi baru. WA penggunaannya sangat mudah dan sangat lancar digunakan pada sistem operasi Android yang sedang naik daun. Pendaftarannya juga sangat mudah, cukup dengan nomor telepon yang digunakan. Berikut akan dijelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan dari aplikasi Whatsapp. WA memungkinkan pengguna untuk berkirim pesan, berbagi foto, maupun mengirim pesan suara dengan koneksi internet. aplikasi Whatsapp tidak memuat banyak media (gambar,video,dsb) kecuali yang anda unduh, sehingga sangat ringan, hemat baterai, dan dapat menghemat data internet kalian. Sebab aplikasi Whatsapp sangat simpel tidak seperti apilkasi chat lainnya.

Baca juga:   Hasil Belajar Perilaku Terpuji Meningkat dengan DisLe

Tahapan membuat group whatsApp antara lain : Pertama, Guru menghubungi ketua kelas untuk dibuatkan agar dibuatkan WAG mata pelajaran dengan admin guru dan 1 peserta didik. Kedua, Ketika waktu belajar yang ditentukan, guru memulainya dengan memberi salam dan motivasi positif dalam mensikapi Covid-19. Ketiga, mengabsen real time atau siswa diperintah mengisi daftar nama pada chat WAG. Keempat, Setelah absen, guru menertibkan bahan ajar, dapat berupa catatan ringkas guru/buku lalu di foto atau kirim video pembelajaran. Kelima, Selama proses literasi atau setelah membaca, dibuka sesi Tanya jawab. Pertanyaan dapat ditulis atau melalui voice note. Keenam, Untuk mengukur proses tersebut maka latihan soal dapat diberikan. Guru tetap memberikan testimoni atau komentar proses KBM. Ketujuh, Setelah selesai pembelajaran tutup dengan doa dan motivasi positif seperti diawal membuka pelajaran. Kedelapan, Pada hari berikutnya guru dapat menerbitkan hasil berupa nilai, dan tentunya pujian wajar. Adapun langkah selanjutnya adalah untuk mengefektifkan dan melancarkan komunikasi antar siswa yaitu dengan memberikan perhatian jika mereka terlambat online, atau menyelesaikan tugas, pembinaanya bisa berupa nasehat dan ketegasan guru. Atau langkah-langkah membuat WAG secara singkatnya adalah membuat group belajar, memasukkan siswa, membuat absensi online, membuat jadwal dan rencana belajar, membuat kegiatan belajar, diskusi dan Tanya jawab, hasil belajar kirim ke WAG, penilaian hasil belajar, dan laporan hasil belajar.

Baca juga:   Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi dengan SAVI

Dengan penggunaan aplikasi Whatsapp pasti akan dapat menggunakannya dengan baik. Baik itu orang tua maupun anak-anak. Sebab, aplikasi ini memiliki interface yang simpel dan memang mudah dipahami. (ct1/zal)

Guru SDN 02 Duwet, Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya