Small Group Discussion dalam Pembelajaran Makanan Halal dan Haram

Oleh: Dewi Inayati, S.Ag.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan mata pelajaran yang sangat penting pada setiap jenjang sekolah. Dengan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, siswa akan terbentuk menjadi manusia beriman, bertakwa, dan bermoral baik. Materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pun sangat luas, antara lain Alquran, Akidah, Akhlak, Tarikh, dan Fikih. Mengkonsumsi makanan halal dan haram merupakan materi Fikih yang dipelajari pada semester 2 kelas 8. Dengan mempelajari materi ini, siswa diharapkan akan lebih selektif dalam mengkonsumsi makanan maupun minuman.

Mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal akan menjadikan generasi muda yang ber-Akhlakul Karimah. Pada umumnya dalam mempelajari materi, siswa menganggap mudah dan cenderung menyepelekan. Karena dalam penyampaian materi, guru masih menggunakan metode konvensional. Guru cenderung dominan dalam pembelajaran. Siswa menjadi malas dan tidak punya semangat dalam pembelajaran. Hal ini tidak boleh dibiarkan. Harus dicarikan solusi sebab. Jika dibiarkan, hasil belajar siswa akan menurun.

Salah satu cara mengatasi permasalahan ini adalah dengan menggunakan metode Small Group Discussion. Small Group Discussion adalah metode pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar secara lebih aktif dengan bekerjasama dalam kelompok untuk mencapai sebuah tujuan yang ditetapkan. Dalam Small Group Discussion, siswa dirangsang untuk mengeksplorasi gagasan dalam meningkatkan pemahaman hal yang baru, metode untuk memecahkan masalah, mendorong pengembangan berpikir dan berkomunikasi secara efektif, memperbaiki kerjasama kelompok, dan meningkatkan dan keterlibatan siswa dalam mengambil keputusan. (Djamarah, 2005:159). Small Group Discussion ini membahas suatu topik yang dilakukan oleh kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang, antara siswa dengan siswa.

Baca juga:   Pembelajaran IPA Asyik Berbasis TI di Tengah Pandemi Covid-19

Langkah-langkah dalam melaksanakan Small Group Discussion, yaitu :pertama, kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (maksimal 5 siswa) dengan menunjuk ketua dan sekretaris. Kedua, guru memberikan soal studi kasus sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam materi ini. Guru mengambil contoh hukum mengkonsumsi narkoba. Ketiga, guru meminta setiap kelompok untuk mendiskusikan jawaban soal tersebut. Keempat, pastikan setiap kelompok berpartisipasi aktif dalam mendiskusikan jawaban soal tersebut. Kelima, instruksikan setiap kelompok melalui juru bicara yang ditunjuk menyajikan hasil diskusi dalam forum kelas. Keenam, guru melakukan klarifikasi, kesimpulan, dan tindak lanjut.

Small Group Discussion memiliki beberapa kelebihan. Pertama, siswa akan terbiasa lebih aktif dalam kegiatan belajar. Kedua, siswa dapat menghargai pendapat dan bekerja sama dengan siswa lain. Ketiga, siswa dapat mengembangkan sikap sosial dan demokratis. Keempat, siswa dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Kelima, siswa dapat saling bertukar pendapat, baik dalam kelompok mereka maupun kelompok lain. Ini akan menambah pengetahuan mereka. Selain memiliki kelebihan, metode ini juga memiliki kekurangan.

Baca juga:   Belajar Koordinat Kartesius Yang Menarik Menggunakan Powtoon

Diskusi akan memakan banyak waktu sehingga tidak sejalan dengan prinsip efisiensi. Metode ini dapat menimbulkan ketergantungan pada kelompok sehingga siswa ada yang tidak ikut terlibat dalam kegiatan diskusi. Mereka lebih mengandalkan teman dalam kelompok. Selain itu, metode ini juga menimbulkan dominasi dari kelompok yang lebih mampu mengungkapkan ide sehingga kelompok yang lain tidak dapat memberikan kontribusi. Seperti yang diterapkan di SMPN 3 Paatebon, Kendal. (ipa2/zal)

Guru SMPN 3 Patebon, Kendal

Author

Populer

Lainnya