Penerapan Metoder SOLE pada Materi Aritmatika Sosial

Oleh: Maya Hapsari, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATERI Aritmatika Sosial merupakan salah satu materi dalam pembelajaran Matematika yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tetapi ternyata masih banyak peserta didik yang belum sepenuhnya menyadari hal tersebut. Oleh karena itu perlu rasanya guru lebih menekankan lagi pendekatan dengan lingkungan sekitar untuk memperdalam pemahaman materi Aritmatika Sosial. Masih banyak ditemui peserta didik di SMP Negeri 3 Patebon, yang belum menyadari bahwa selama ini mereka sudah menerapkan penggunaan materi Aritmatika Sosial dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, peserta didik semakin memahami bahwa ternyata materi yang mereka pelajari benar-benar nyata digunakan pada kehidupan sehari-hari.

Selain untuk memudahkan peserta didik memahami penerapan materi pembelajaran, variasi model pembelajaran juga membuat kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan sehingga tidak membuat jenuh atau bosan di kelas. Karena Matematika menjadi salah satu pelajaran yang dianggap sulit dan pembelajarannya membosankan. Apalagi pembelajaran di masa pandemi seperti ini, guru dituntut menyajikan materi pembelajaran semenarik mungkin agar bisa memotivasi peserta didik belajar walaupundi rumah

Model pembelajaran Self Organized Learning Environments (SOLE) menitikberatkan pada proses pembelajaran mandiri yang dilakukan oleh siapapun yang berkeinginan untuk belajar dengan memanfaatkan internet dan perangkat pintar lainnya (Saleh Sarifudin, Deskripsi dan Langkah Model Pembelajaran SOLE). Dalam konteks pembelajaran yang dilakukan di sekolah, model pembelajaran SOLE digunakan oleh guru dalam mengeksplorasi kedalaman pemahaman materi kepada peserta didik dengan memanfaatkan rasa keingintahuan yang dimiliki oleh peserta didik tersebut.

Baca juga:   Solusi Pembelajaran Bahasa Inggris Tepat melalui TPR

Pada materi Aritmatika Sosial dimulai dengan materi memahami keuntungan dan kerugian, menentukan bunga tunggal, serta bruto, neto, tara. Pada awal penjelasan materi, guru meminta peserta didik untuk mendefinisikan untung dan rugi menggunakan kata-kata yang disusun oleh peserta didik sendiri. Peserta didik juga diijinkan untuk mencari dengan berselancar di dunia maya. Hal tersebut diperintahkan pada pertemuan sebelum masuk ke materi Aritmatika Sosial. Pada pertemuan pertama memasuki materi Aritmatika Sosial menjelaskan tentang keuntungan dan kerugian, guru juga memposting video di Google classroom tentang memahami keungtungan dan kerugian. Peserta didik secara berpasangan saling mencocokkan definisi untung rugi masing-masing setelah mendapatkan penjelasan dari guru dan menyimak video yang diposting. Peserta didik menyimak contoh soal yang ada di video beserta penyelesaiannya.

Pada materi menentukan bunga tunggal, selain menjelaskan guru juga memposting video tentang bunga tunggal. Di akhir materi, peserta didik diminta untuk menyiapkan bungkus kemasan produk makanan atau minuman, makanan ringan, atau produk lain yang berkemasan di lingkungan sekitar rumah. Peserta didik juga bisa mengambil gambar dari internet tentang bungkus kemasan produk yang biasa dijual di pasar, warung atau minimarket. Sebagai persiapan untuk mempelajari materi berikutnya yaitu tentang bruto, neto, dan tara.

Baca juga:   Pentingnya Sinergitas Pendidik, Siswa dan Orang Tua dalam Proses Pembelajaran Era Pandemi

Pada pertemuan berikutnya, peserta didik diminta mengamati video yang diposting beserta bungkus kemasan produk yang telah diperoleh. Sambil menjelaskan dalam percakapan di forum Google classroom, guru meminta peserta didik untuk mengamati bungkus kemasan produk yang bertuliskan neto atau berat bersih dan menuliskan laporannya di buku tulis masing-masing beserta menempelkan bungkus kemasan produk yang digunakan. Peserta didik mengirimkan laporannya ke Google classroom. Setelah itu peserta didik diminta untuk menyimak contoh soal tentang penghitungan bruto, neto, dan tara. Di akhir pertemuan, peserta didik diminta mengerjakan latihan soal Aritmatika Sosial. (ipa2/zal)

Guru SMPN 3 Patebon, Kendal

Author

Populer

Lainnya