Tanam Pohon, Tingkatkan Karakter Peduli Lingkungan

Oleh : Siti Muawanah, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan karakter saat ini menjadi trending topic di dunia pendidikan. Semua sekolah berlomba-lomba untuk menyajikan pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan karakter di dalamnya dengan tujuan dapat meningkatkan dan membangun pribadi peserta didik menjadi pribadi yang berkarakter prima.

Karakter yang dibangun dalam hal ini meliputi religius, jujur, tanggung jawab, mandiri, gotong royong, peduli lingkungan, dan lainnya. Dalam perencanaan pembelajaran seorang guru harus dapat menciptakan situasi pembelajaran yang melatih dan mencerminkan adanya pembangunan karakter pada diri peserta didik baik di dalam maupun di luar kelas.

Pada masa pandemi covid 19 seperti sekarang ini seorang guru dituntut untuk dapat mencari formula yang tepat agar peserta didik dapat aktif melaksanakan pembelajaran di rumah masing-masing. Termasuk di SMP Negeri 1 Salatiga. Banyak orangtua yang mengeluh disebabkan Pembelajaran Jarak Jauh dianggap tidak bermakna karena peserta didik menjadi pasif dan bahkan menganggap bahwa mereka itu libur sehingga terdapat sebagian dari mereka tidak aktif dalam pembelajaran daring yang diselenggarakan oleh guru. Banyak tugas yang tidak dikerjakan bahkan untuk absen per hari saja sebagian dari mereka tidak melaksanakan.

Baca juga:   Karyawisata Solusi Kejenuhan Siswa

Hal ini tentu menyulitkan bagi guru jika hanya mengandalkan pembelajaran daring baik dengan video conference (vicon) maupun pemberian dan penyelesaian tugas-tugas. Untuk itulah peserta didik harus diajak untuk aktif dan bergerak sesuai dengan kemampuan dan usia mereka, suatu kegiatan yang mudah dilakukan dan dengan senang hati. Penulis mencoba suatu kegiatan yang mudah, murah dan menarik untuk dilaksanakan oleh peserta didik yaitu tanam pohon.

Bermula dari adanya masalah kesulitan air yang dialami oleh sebagian masyarakat kota Salatiga sehingga harus mendatangkan bantuan air dari pemerintah kota dalam hal ini yang didukung oleh PDAM dibantu oleh berbagai komunitas termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) maka muncul ide untuk menanam pohon dengan slogan “Nandur Banyu Kanggo Anak Putu” dan dilaksanakan di berbagai tempat dan berbagai komunitas termasuk di sekolah-sekolah.

Program tanam pohon bertujuan untuk menyediakan sumber air di masa depan sehingga diharapkan Salatiga tidak akan lagi mengalami kesulitan air. Bagi sekolah dan bagi peserta didik kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa peduli lingkungan dan kecintaan kepada alam. Selain peserta didik diajak untuk aktif menanam pohon, belajar bagaimana cara menanam dan merawat pohon, mereka juga tahu bahwa tanaman yang bisa menjadi sumber mata air adalah pohon beringin dan pohon gayam.

Baca juga:   Kreativitas dan Quizizz Kembalikan Antusiasme Belajar Daring

Pengetahuan dan pengalaman belajar ini akan lebih melekat pada peserta didik dibandingkan hanya belajar materi dari buku maupun sumber lain. Dimulai dari kegiatan kecil seperti ini peserta didik diharapkan akan lebih mencintai lingkungan, menghargai penggunaan energi air sehingga mereka akan dapat melakukan penghematan air maupun energi yang lain seperti listrik, telepon, bensin dan lainnya. Jika program tanam pohon ini bisa dilaksanakan di semua sekolah di Salatiga maka Salatiga akan menjadi hijau dan memiliki banyak sumber mata air di masa depan. (ss1/ton)

Guru SMP Negeri 1 Salatiga

Author

Populer

Lainnya