Penerapan TTS sebagai Media Penugasan Merangsang Minat Belajar Siswa

Oleh : Kuswati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Di masa pandemi Covid-19 ini, pembelajaran jarak jauh membuat siswa semakin tidak bergairah. Keikutsertaan siswa dalam PJJ semakin menurun menunjukkan siswa banyak kehilangan semangat belajar. Di sisi lain menjadi guru saat ini dituntut untuk mengetahui metode dan media-media pembelajaran melalui aplikasi internet. Sayangnya, tidak semua mahir berinovasi dengannya.

Salah satu cara yang murah dan mudah untuk digunakan dalam pemberian materi yang diakhiri dengan penugasan yang dapat merangsang siswa untuk menyelesaikannya yaitu menggunakan TTS atau teka teki silang. TTS merupakan permainan kata yang biasanya berbentuk serangkaian ruang-ruang kosong berwarna hitam dan putih. Kotak putih sebagai tempat mengisi huruf-huruf yang membentuk kata atau frasa tertentu, dan kotak hitam sebagai pemisah kata atau frasa yang berbeda. (http://id.m.wikipedia.org/wiki/Teka-teki_silang).

Menurut Sanjaya (2010:147) metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Maka untuk mencapai tujuan, setelah pembelajaran guru memberikan penugasan agar siswa terlatih dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan sesuai indikator materi yang telah direncanakan. Tetapi masih banyak siswa yang tidak membuat atau menyelesaikannya meskipun telah dilakukan penagihan terus menerus. Mengapa demikian? Hal ini dimungkinkan karena penggunaan metode dan media penugasan yang monoton berupa uraian singkat atau panjang, sehingga tidak muncul rasa penasaran untuk segera mencoba mengerjakannya.

Baca juga:   Kelas Heboh, Belajar Perkalian Pakai Jari Tangan Siswa

Derek Rowntree (dalam Rohani, 1977: 7-8) memaparkan, media pembelajaran berfungsi membangkitkan motivasi belajar, mengulang apa yang telah dipelajari, menyediakan stimulus belajar, mengaktifkan respon peserta didik, memberikan balikan dengan segera dan menggalakkan latihan yang serasi. Untuk itu, penggunaan TTS di SMP N 1 Petarukan sebagai media penugasan dapat memberikan rangsangan, mengaktifkan respon dan meningkatkan minat siswa untuk belajar, memudahkan dalam proses pembelajaran, terutama dalam pemberian tugas karena melihat karakter siswa yang umumnya senang diajak bermain namun tetap ada aktifitas belajar dan berpikir yang lebih santai.

Langkah penerapan media TTS ini : Pertama, guru menyiapkan bahan ajar, misalnya kita dapat mengambil contoh materi pada buku IPS Bab IV Perubahan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan. Materi ini mencakup banyak peristiwa-peristiwa yang perlu menjadi perhatian siswa. Kedua, guru membuat pertanyaan-pertanyaan sesuai materi ajar. Bentuk pertanyaan diusahakan singkat, padat dan jelas. Ketiga, guru membuat dan membentuk kotak-kotak kecil mendatar dan menurun. Keempat, guru menyiapkan kunci jawaban untuk memudahkan koreksi hasil tugas siswa.

Baca juga:   Pemahaman Reformasi melalui Pesan Berantai

TTS dapat digunakan untuk penugasan diakhir pembelajaran sebagai PR atau bisa juga ketika pembelajaran tatap muka dikelas. Guru dapat juga menugaskan siswa membuat TTS dengan 5 pertanyaan mendatar dan menurun. Pembagian materi dapat berdasarkan sub-sub bab yang diatur oleh guru. Hasil TTS yang dibuat siswa dapat dimainkan selanjutnya.

Penerapan media ini selain memberikan banyak manfaat bagi siswa sebagai sasaran pembelajaran tetapi juga bagi pengajar. Bagi pengajar sangat membantu sebagai media pembelajaran yang murah dan mudah dibuat. Bagi siswa, mendorong siswa gemar membaca, memunculkan rasa penasaran atau keingintahuan yang besar untuk dapat mengisi kolom-kolom TTS, mengasah ingatan siswa, dan terpenting dapat menstimulus atau merangsang motivasi belajar siswa untuk menyelesaikan tugasnya. Memberikan rasa bangga ketika hasil TTS yang dibuat siswa ditampilkan untuk dimainkan bersama. Pembelajaran menggunakan media TTS lebih mengena sehingga mampu meningkatkan minat, partisipasi, keaktifan dan hasil belajar siswa. (pg2/ton)

Guru Ilmu Pengetahuan Sosial SMP N 1 Petarukan

Author

Populer

Lainnya