Buka Kelas Menulis hingga Datangkan Napiter

  • Bagikan

RADARSEMARANG.ID, Ingin hidup bisa bermanfaat bagi orang lain. Itulah prinsip hidup Tirta Nursari. Pegiat literasi ini pun mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM) Warung Pasinaon di rumahnya. Di taman baca ini tak hanya literasi membaca dan menulis, tapi juga literasi budaya, kebangsaan, serta psikologi.

NUR AFIFAH ASFIYATI, Ungaran, Radar Semarang

RUMAH itu penuh tumpukan buku. Di atas meja dan di rak-rak. Di bagian sudut terdapat lemari berisi sejumlah piala. Juga penghargaan. Ya, itulah suasana di Taman Baca Masyarakat (TBM) Warung Pasinaon. Lokasinya di Desa Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Perpustakaan desa ini didirikan oleh pemilik rumah, Tirta Nursari pada awal 2007.

Ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Tirta Nursari menceritakan, pendirian Warung Pasinaon itu setelah dirinya melihat banyak anak-anak di wilayahnya kurang mendapat pendampingan dari orang tua dalam belajar. Sebab, rata-rata orang tuanya sibuk bekerja di pabrik. Karena tidak ada pendampingan, hingga ada anak tertinggal di kelas, dan malas belajar.

“Dari situ muncul niat saya untuk bisa mendampingi anak-anak dengan memberikan mereka ruang komunitas dan ruang berkumpul yang sehat bagi anak. Jadi motivasinya simple saja,” ujar wanita yang akrab disapa Bu Ita ini.

Dikatakan, pihaknya memposisikan bagaimana menjadi orang tua bagi anak-anak, tak hanya sebagai orang tua biologis saja. Namun memberikan pelayanan bagi anak-anak dalam proses pembelajaran.

Warung Pasinaon ini mampu menampung 50-70 anak. Namun jumlah anak-anak yang aktif kini tinggal 30-50 anak. Pada Maret 2020 silam, Warung Pasinaon pernah membuka kelas menulis yang dihadiri oleh Faith Abe Tanaya, seorang penulis cilik yang telah menerbitkan karya tiga buku. Anak-anak pun sangat antusias. Kegiatan ini diikuti hampir 100 anak.

Tak hanya kelas menulis, Warung Pasinaon juga membuka kelas desain, kelas membaca, kelas kesehatan, dan lainnya. Dengan pengajar yang tentunya sudah profesional.Warung Pasinaon juga menghasilkan karya berupa majalah Ekspresi Pasinaon, buletin Ekspresi Pasinaon, dan buku antologi cerpen cerita anak.

Pada 2018, Tirta mengaku pernah mengundang mantan narapidana teroris (napiter) Mahmudi Hariono alias Yusuf yang kini menjadi Ketua Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani). Ia datang untuk memberikan edukasi tentang literasi budaya dan kebangsaan.

  • Bagikan