Snowball Throwing Menciptakan Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan

Oleh : Sunarni, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Selama ini pembelajaran di kelas didominasi oleh pemahaman strukturalis/objektivisme/behaviorisme yang bertujuan siswa mengingat informasi, lalu terjadi memorisasi. Model pembelajaran yang diterapkan guru tidak mendorong siswa untuk bebas menciptakan pengetahuan dengan mencoba memberi arti pada pengetahuan yang dialaminya. Pembelajaran yang berlangsung selama ini dianggap membosankan oleh siswa. Kondisi pembelajaran yang membosankan menyebabkan semangat anak untuk mengikuti pelajaran menjadi rendah dan mempengaruhi prestasi yang dicapai siswa.

Dengan kondisi seperti di atas, guru berusaha menerapkan model pembelajaran yang menyenangkan sehingga membangkitkan semangat siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan prestasi yang akan dicapai siswa. Model pembelajaran yang guru terapkan dalam pelajaran IPS materi “Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Hindu – Buddha” di SMPN 35 Semarang adalah model snowball throwing.

Snowball throwing dapat diartikan melempar bola salju. Dalam pembelajaran snowball throwing, bola salju merupakan kertas berisi pertanyaan yang dibuat siswa, kemudian dilempar kepada temannya sendiri untuk dijawab. Menurut Bayor (2010), snowball throwing merupakan salah satu model pembelajaran aktif yang dalam pelaksanaannya banyak melibatkan siswa. Peran guru hanya sebagai pemberi arahan awal mengenai topik pembelajaran dan menertibkan jalannya pembelajaran.

Snowball throwing adalah paradigma pembelajaran efektif yang merupakan rekomendasi UNESCO, yaitu belajar mengetahui, belajar bekerja, dan belajar hidup bersama, dan belajar menjadi diri sendiri (Depdiknas, 2001: 5). Snowball throwing adalah suatu metode pembelajaran yang diawali dengan pembentukan kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru, kemudian masing – masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola lalu dilempar ke siswa lain selama durasi waktu yang ditentukan. Selanjutnya masing – masing murid harus menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.

Baca juga:   Peran Home Visit untuk Menghindari Learning Loss pada Peserta Didik

Kegiatan melempar bola pertanyaan ini akan membuat kelompok menjadi dinamis, karena kegiatan siswa tidak hanya berpikir, menulis, bertanya, atau berbicara. Akan tetapi, mereka juga melakukan aktivitas fisik, yaitu menggulung kertas dan melemparkannya pada siswa lain. Dengan demikian tiap anggota kelompok akan mempersiapkan diri karena pada gilirannya mereka harus menjawab pertanyaan dari temannya yang terdapat dalam bola kertas. Guru berusaha memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan menyimpulkan isi berita atau informasi yang mereka peroleh dalam kontek nyata dan situasi yang kompleks.

Langkah – langkah yang harus dilakukan guru dalam metode snowball throwing antara lain, Pertama, guru menyampaikan materi yang akan disajikan dan kompetensi yang akan dicapai. Kedua, guru membentuk kelompok, lalu memanggil masing –masing ketua kelompok untuk menerima penjelasan tentang materi. Ketiga, ketua kelompok kembali ke kelompoknya, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan guru kepada temannya. Keempat, setiap siswa diberikan satu lembar kertas untuk menuliskan satu pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah disampaikan ketua kelompok. Kelima, kertas yang berisi pertanyaan dibuat seperti bola dan dilempar atau diputar dari satu siswa ke siswa lain dengan durasi waktu tertentu. Keenam, siswa yang mendapat bola diberi kesempatan menjawab pertanyaan yang tertulis dalam bola kertas secara bergantian. Terakhir, guru melakukan evaluasi dan menutup pelajaran.

Baca juga:   Free Conference Call Tingkatkan Efektivitas dan Efisiensi Pembelajaran Jarak Jauh

Penggunaan pendekatan pembelajaran snowball throwing dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa dirasakan cukup efektif karena mampu menumbuhkembangkan potensi intelektual, sosial, dan emosional yang ada dalam diri siswa. Siswa akan terlatih untuk mengemukakan gagasan dan perasaan secara cerdas dan kreatif, serta mampu menemukan dan menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam dirinya untuk menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari – hari. (ipa2/ton)

Guru Mata Pelajaran IPS SMP N 35 Semarang

Author

Populer

Lainnya