Pembelajaran Alquran Hadits Penyakit Hati “Riya” dengan Metode Demonstrasi

Oleh : Hidayah S.Ag, M.SI

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Riya adalah melakukan sesuatu sekadar ingin dilihat atau dinilai oleh orang lain, bukan ikhlas karena Allah. Jadi kebalikan dari riya adalah ikhlas. Dalam perspektif nilai amal, kualitas amal sangat ditentukan oleh keikhlasan. Amir An-Najar mengemukakan riya menurut Al-Fahrurrazi adalah orang yang menampakkan sesuatu yang tidak dalam hatinya. Yaitu mengada-ngada kekusyukan supaya orang lain yang melihatnya meyakini dirinya sebagai orang yang kuat beragama (mutadayyin). Imam al-Ghazali mendefinisikan riya sebagai amal yang dilakukan untuk disaksikan orang lain agar mendapatkan kedudukan dan popularitas.

Sering terjadi di MTsN 2 Kota Magelang ketika siswa melaksanakan salat Duha maupun jamaah salat Duhur dengan terpaksa karena tuntutan dari sekolah. Sehingga siswa melakukan jika ada guru. Jika tidak ada guru, mereka meninggalkan salat jadi ada unsur tidak ikhlas.

Contoh riya dalam kehidupan sehari-hari, antara lain melakukan ibadah seperti salat untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Agar orang mengira dia taat beragama. Bersedekah kepada fakir miskin supaya dianggap dermawan. Kemudian menceritakan kepada orang lain mengenai amalannya tersebut.

Riya dalam perbuatan terbagi menjadi macam-macam jenis yaitu riya badan misalnya memamerkan tubuh yang kurus tanda rajin berpuasa, jidad yang menghitam tanda rajin salat fardhu dan sunnah. Riya dalam pakaian, misalnya mengenakan pakaian yang sesuai dengan syar’i agar dianggap sebagai orang yang alim. Riya dalam ucapan, misalnya, membaca Alquran dengan suara merdu dan fasih di hadapan orang agar dipuji.

Baca juga:   Melalui Media Lagu Mudahkan Siswa Pahami Isi Syair

Ayat-ayat yang menerangkan tentang riya yaitu: Q.S Al-Ma’un ayat 4 – 6 (Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat, (yaitu) yang lalai terhadap salatnya. Melalaikan salat mencakup lalai akan waktu dan tujuan salat serta bermalasan dalam mengerjakannya yang berbuat riya. Riya adalah melakukan sesuatu perbuatan tidak untuk mencari keridaan Allah, tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.

Ibn Mundzir dari Tarif bin Abu Talhah dari Ibn ‘Abbas menyatakan surah al-Ma’un ini turun berkaitan dengan sikap orang-orang munafik di mana ketika mereka berada bersama-sama kaum muslimin mereka memamerkan salat mereka. Namun ketika tidak ada kaum muslimin mereka langsung menghentikan salatnya, dan orang-orang tersebut tidak mau memberi bantuan berupa pinjaman kepada kaum muslimin.

Pada ayat 1-3 surat al-Ma’un ini, Allah menguraikan tentang sifat buruk pendusta agama terhadap kaum lemah, sedangkan pada bagian akhir, yakni ayat 4-7, diuraikan sifat buruk pendusta agama dalam berinteraksi dengan Allah swt.

Cara menghindari perilaku riya’ antara lain selalu merasa bahwa diri tidaklah lebih baik dari orang lain; lupakanlah kebaikan diri sendiri dan ingatlah kebaikan orang lain; ingatlah keburukan diri sendiri dan lupakanlah keburukan orang lain; selalu mengembalikan segala bentuk pujian yang diucapkan orang lain kepada Allah karena hanya Allah yang pantas untuk mendapatkan pujian dari makhluk ciptaan-Nya; Lakukanlah segala sesuatu karena mengharap keridhaan Allah dan bukan karena mengharap pujian dari orang lain, dll.

Baca juga:   Belajar Perkembangbiakan Vegetatif dengan Metode Demonstrasi

Pembelajaran tersebut lebih menarik menggunakan metode demonstrasi yaitu guru dengan memerankan sebagai seorang yang bersifat riya dan disertai dengan menjelaskan secara lisan. Guru juga menunjuk salah satu siswa untuk memperagakan sebagai seorang yang berbuat riya di depan kelas dan memberikan solusi terbaiknya, begitu juga siswa yang lain. Sehingga siswa memahami tentang perbuatan riya.

Menurut Daryanto ( 2009-403) metode demontrasi adalah cara menyajikan bahan pembelajaran dengan menampilkan atau memperagakan kepada peserta didik yang sering disertai penjelasan secara lisan.

Dapat disimpulkan riya merupakan salah satu penyakit hati yang terdapat dalam diri manusia. Riya adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan perhatian dari orang lain atau kedudukan atau popularitas. Dalam pembelajaran riya agar mudah dimengerti dengan metode demontrasi. (pm1/lis)

Guru MTsN 2 Kota Magelang

Author

Populer

Lainnya