Optimalisasi Peran Kepala Sekolah, Efektifkan Pelaksanaan PJJ

Oleh : Sunardi S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SELAIN guru dan orang tua, kepala sekolah merupakan faktor kunci efektivitas pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pasalnya, desain pembelajaran dan kinerja guru dipengaruhi oleh kepemimpinan dan kinerja kepala sekolah. Semakin kompeten dan kreatif kepala sekolah, akan semakin efektif PJJ di era pandemi. Sebaliknya, kegagalan PJJ di sekolah tertentu merupakan cermin kelemahan kapasitas dan kepemimpinan kepala sekolah.

Sesuai Permendikbud nomor 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, pasal 15 yang menyebutkan, beban kerja kepala sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Kepala sekolah tidak lagi wajib mengajar di kelas tetapi fokus pada manajerial dan supervisi guru.

Menurut Sunarto (2016:20), tugas manajerial kepala sekolah sendiri mencakup desain intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Dalam masa pandemi, kuat dorongan agar pemerintah membuat pedoman standar pembelajaran masa pandemi. Dalam surat keputusan bersama 4 menteri tahun 2020 tentang panduan pembelajaran di masa pandemi, secara tersirat disebutkan prinsip SPMP yakni, sesuai dengan kondisi siswa guru, tidak fokus pada ketuntasan kompetensi dasar dan memprioritaskan kualitatif atau proses. Sesungguhnya ketiga prinsip ini cukup menjadi bekal guru untuk mendesain PJJ yang efektif dan menyenangkan.

Baca juga:   Meningkatkan Kualitas Guru dalam Pembelajaran Daring dengan Google Workspace

Pada masa pandemi, kepala sekolah dan guru merumuskan ulang metode, media dan penilaian yang akan diterapkan. Beberapa sekolah menggunakan aplikasi dan media sosial seperti zoom, email, google, classroom, google meet, google form, whatsapp, youtube dan media lainnya. Beragam pilihan aplikasi ini disesuaikan dengan kondisi siswa dan guru. Guru harus kreatif dalam memilih metode dan media. Bahkan beberapa sekolah yang masih terkendala jaringan internet terpaksa harus membentuk kelompok kelompok kecil dalam pembelajaran. Seperti pesan Booker T Washington, salah satu penulis dan penasehat presiden Amerika yakni “keunggulan adalah melakukan hal yang umum dengan cara yang tidak biasa.”

Di era pandemi ini dibutuhkan banyak inovasi kepala sekolah dalam pembelajaran jarak jauh. Adapun beberapa program kepala sekolah terkait PJJ di SDN 3 Repaking, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, sebagai berikut, pertama, membuat program dan Form PJJ guru. Form ini berisi tanggal, materi, metode, media, penilaian, jumlah siswa dan kendala. PJJ dikumpulkan seminggu sekali sebagai bahan evaluiasi konerja guru.

Kedua, pelatihan digital literasi atau metode dan media PJJ. Pelatihan ini sangat efektif untuk guru yang belum terbiasa dengan PJJ. Kegiatan ini bisa dilakukan secara virtual atau tatap muka di hari Sabtu sehingga tidak mengganggu aktivitas pembelajaran. Tentunya bagi guru teladan, ia akan mencari dan belajar sendiri hal-hal terkait PJJ yang efektif melalui bacaan dan video di internet.

Baca juga:   Museum sebagai Sarana Pembelajaran IPS yang Menyenangkan

Ketiga, komunikasi sekolah dengan orang tua. Kepala sekolah juga harus meminta guru menjalin komunikasi dengan orang tua murid. Karena tanpa keterlibatan orang tua PJJ atau belajar jarak dari rumah tidak akan efektif karena tidak semua siswa memiliki motivasi belajar yang kuat, sehingga dibutuhkan keterlibatan dan kepedulian orang tua. Meskipun disadari, orang tua juga harus bekerja di satu sisi, dan harus mendampingi anak belajar di sisi yang lain.

Memang harus diakui bahwa mengajar di era pandemi lebih berat daripada di masa normal. Tak hanya bagi guru, tapi kepala sekolah. Mayoritas PJJ belum optimal, itu sebabnya dibutuhkan kepala sekolah yang mampu menjalankan perannya di atas dengan baik dan komitmen yang tinggi. Beberapa program PJJ di SDN 3 Repaking bisa berjalan dengan baik karena dukungan dari semua pihak, baik guru, karyawan, siswa, dan komite sekolah sebagai wadah untuk orang tua atau wali murid. (gb2/ida)

Kepala SDN 3 Repaking, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali

Author

Populer

Lainnya