Wordwall Alternatif Belajar Sejarah secara Daring

Oleh : Tri Astuti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Masa pandemi sekarang ini telah mengubah semua aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sistem pembelajaran yang semula dilakukan di sekolah sekarang dilakukan di rumah melalui sistem daring (online) yang dilakukan oleh semua guru. Pembelajaran secara online dilakukan oleh guru bentuknya bermacam-macam, ada yang menggunakan Google Classroom, Zoom Meeting dan lainnya.

Melihat kondisi peserta didik yang kurang berminat dalam belajar sejarah Indonesia menjadikan tantangan tersendiri bagaimana meningkatkan minat belajar peserta didik terhadap pelajaran sejarah Indonesia apalagi di masa pandemi. Untuk menarik peserta didik agar aktif, tidak bosan dan mau mengikuti pembelajaran daring, penulis menekankan pembelajaran sejarah materi ancaman disintegrasi bangsa untuk kelas X SMK Negeri 1 Pekalongan dengan menggunakan wordwall.

Wordwall adalah aplikasi berbasis website ini dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran seperti kuis, menjodohkan, memasangkan pasangan, anagram, acak kata, pencarian kata, mengelompokkan, dll. Menariknya lagi, selain pengguna dapat menyediakan akses media yang telah dibuatnya melalui daring, juga dapat diunduh dan dicetak pada kertas. Langkah-langkah dalam pembelajaran wordwall adalah pertama membuat materi yaitu kita siapkan materi pembelajaran baik berupa pertanyaan dan jawaban (bisa berupa teks dan gambar). Kedua membuat akun email yang bisa digunakan untuk tiga proyek (free). Ketiga membuat template yang akan digunakan sesuai dengan kriteria materi/ soal yang akan diajarkan. Keempat action yaitu membuat materi atau soal yang dishare ke siswa lewat link yang diberikan di google classroom.

Baca juga:   Menekuni Pekerjaan dengan Perilaku Kerja Prestatif

Pembelajaran dengan wordwall ini dipilih oleh guru untuk lebih menekan agar peserta didik aktif dalam pembelajaran daring. Melalui wordwall guru langsung bisa mengontrol hasil belajar peserta didik dengan melihat tugas yang diberikan ke masing-masing peserta didik. Sehingga guru bisa menganalisis hasil peserta didik yang sudah paham dan yang belum paham.

Dari analisis ini guru bisa mengambil langkah berikutnya (rencana tindak lanjut) untuk pembelajaran daring berikutnya. Penggunaan pembelajaran wordwall ini dijumpai beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan pertama yaitu memungkinkan setiap orang belajar di manapun dan kapanpun. Kedua kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga peserta didik dapat mengakses informasi dari berbagai sumber. Baik di dalam maupun di luar lingkungan belajar.

Ketiga dapat mendorong peserta didik untuk lebih aktif dan mandiri dalam belajar. Kelemahannya, keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemandirian dan motivasi belajar. Kedua akses untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi peserta didik.

Tujuan pembelajaran daring yang utama bagi peserta didik adalah memberikan pembelajaran kepada peserta didik di rumah selama masa pandemi. Selain itu mengenalkan kepada peserta didik mengenai bentuk pembelajaran daring (online) dengan fasilitas wordwall. Manfaat dari pembelajaran ini meskipun belajar di rumah anak tetap aktif dan tidak bosan belajar dengan tugas pembelajaran yang ada di Wordwall. Selain itu dari guru dan peserta didik juga terpacu untuk belajar mengenal dan memakai teknologi informatika berupa fasilitas pembelajaran daring melalui wordwall.

Baca juga:   Penerapan Mentimeter untuk Menciptakan Suasana GSM

Semoga pembelajaran dengan wordwall ini bisa menjadi inspirasi guru yang lain dalam membuat media pembelajaran menyenangkan, tidak membosankan serta lebih inovatif dan kreatif. Karena wordwall menyedikan banyak fitur menarik. Sehingga peserta didik senang dan tidak bosan, tertarik dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran daring sejarah. (ipa2/lis)

Guru Sejarah SMK Negeri 1 Pekalongan

Author

Populer

Lainnya