Pentingnya Sosmed bagi Layanan Bimbingan Konseling di Era Pandemi Covid-19

Oleh : Dra. Ciswati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Internet merupakan kepanjangan dari interconnection networking adalah hubungan jaringan besar dari jaringan-jaringan komputer yang menghubungkan orang-orang dan komputer-komputer di seluruh dunia. Baik melalui telepon, satelit, dan sistem komunikasi lainnya (Ellsworth & Ellsworth dalam Riyanto, 2008).

Internet mempermudah manusia untuk menyelesaikan pekerjaan. Apalagi di era pandemi Covid-19 ini, peran sosmed sangatlah penting. Kita bisa dengan mudah memperoleh data apa saja yang kita butuhkan dengan adanya koneksi internet dan jejaring sosial yang lebih sering disebut dengan sebutan sosial media.

Media sosial (medsos) adalah media online yang mendukung adanya interaksi sosial dengan menggunakan media berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Dan merupakan salah satu perkembangan teknologi yang memiliki andil besar dalam memberikan kemudahan bagi keberlangsungan berbagai kegiatan oleh penggunanya.

Hasil penelitian Pew Research Center, media sosial hampir tidak bisa dipisahkan bagi remaja. Tidak hanya sebagai tempat untuk memperoleh informasi tetapi sudah menjadi gaya hidup. Hal ini dapat diambil sisi positif oleh guru untuk melakukan komunikasi dengan siswanya.

Dampak pandemi Covid-19 adalah metode belajar dari rumah yang mengharuskan siswa mengerjakan tugas secara online atau yang lebih dikenal dengan daring. Guru dan siswa juga diharuskan memahami sistem pembelajaran daring menggunakan media sosial. Media sosial sangat membantu siswa dan guru untuk selalu terhubung dalam hal belajar mengajar termasuk dalam hal bimbingan konseling.

Baca juga:   Model Blended Learning dalam Pembelajaran Anekdot

Menurut Erman Amti (2004), bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang. Atau beberapa orang individu baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma yang berlaku.

Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseling dibantu untuk dapat memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinannya masa depan yang dapat diciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya. Demi kesejahteraan pribadi maupun masyarakat.

Lebih lanjut konseling dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang (Tolbert, dalam Prayitno 2004).

Dapat disimpulkan bimbingan konseling adalah bantuan yang diberikan konselor kepada orang lain agar mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya serta dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Tujuan bimbingan konseling membantu siswa untuk memahami dirinya dan potensi yang dimiliki.

Baca juga:   Pembelajaran Cerpen di Abad 21 Menggunakan Model CIRC

Ada beberapa manfaat spesifik dari bimbingan konseling di antaranya fungsi preventif yang berupaya untuk pencegahan berbagai masalah, fungsi pengembangan yang sifatnya lebih proaktif dan berusaha memberikan fasilitas untuk siswa, fungsi penyembuhan yaitu lebih dikenal dengan kuratif.

Dalam fungsi penyembuhan ini berkaitan erat dengan pemberian bantuan dari konselor, dalam hal ini guru kepada siswa. Fungsi yang lain sebagai penyaluran, membantu konseli untuk memantapkan jurusan, ekstrakurikuler atau minat dan bakat.

Bimbingan konseling pada siswa kelas X di SMA Kesesi menggunakan media sosial melalui konsultasi WhatsApp grup ataupun chatt pribadi antara siswa dengan guru. Apabila masalah yang siswa hadapi bersifat pribadi melalui chatt pribadi ataupun video call.
Namun apabila bimbingan konseling bersifat motivasi atau memberikan informasi, meskipun menggunakan media sosial diharapkan tidak mengurangi manfaat bimbingan konseling yang diberikan oleh guru kepada siswa.

Konseling melalui media sosial tidak menjadi penghalang antara siswa dan guru meskipun dengan sistem pembelajaran daring. Bimbingan konseling melalui media sosial juga memberi keuntungan bagi siswa yang introvert. Tidak bertemu secara langsung tatap muka menjadikan siswa lebih leluasa melakukan bimbingan konseling kepada guru. (ipa2/lis)

Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Kesesi

Author

Populer

Lainnya