Belajar Pecahan Lebih Mudah melalui Blok Pecahan

Oleh: Dinna Setyawati, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA adalah suatu mata pelajaran yang tidak mudah diamati dan dipahami dengan pancaindra. Sehingga tidak mengherankan jika matematika tidak mudah dimengerti oleh sebagian siswa khususnya tingkat sekolah dasar. Hal ini dikarenakan siswa sekolah dasar umumnya masih berada pada tingkat berpikir operasional konkret artinya, siswa masih belum mampu berpikir secara abstrak. Materi pecahan merupakan salah satu materi dari muatan pelajaran matematika yang dipelajari di kelas V SD.

Negoro dan Harahap (2015: 41) menyatakan bahwa pecahan adalah bilangan yang menggambarkan bagian dari suatu keseluruhan, bagian dari suatu daerah, bagian dari suatu benda, atau bagian dari suatu himpunan. Masalah yang ditemukan pada materi pecahan adalah siswa kurang memahami konsep pada materi tersebut. Faktor yang menyebabkan siswa salah konsepsi dalam memahami pembelajaran adalah tidak adanya alat peraga yang digunakan oleh guru ketika mengajar. Sehingga pembelajaran tidak konkret yang menyebabkan siswa sulit dalam memahami materi karena siswa hanya mendengar penjelasan dari guru yang langsung mengajarkan pengenalan angka. Untuk mengatasi persoalan tersebut, seorang guru seharusnya menggunakan alat peraga dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih konkret dan mudah dipahami siswa.

Alat peraga blok pecahan merupakan alat peraga yang terbuat dari benda yang dapat dibuat dalam bentuk lingkaran. Bentuk lingkaran tersebut dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Untuk menunjukkan adanya pecahan bentuk lingkaran tersebut dapat diberi warna berbeda atau diarsir. Bagian yang diberi warna berbeda atau diarsir merupakan pembilang sedangkan bagian yang utuh keseluruhan merupakan penyebutnya (Syawaludin dan Latri, 2019: 15). Alat peraga blok pecahan yang dimaksud merupakan alat peraga yang terbuat dari karton yang dibuat dalam bentuk lingkaran dan dipotong-potong sama besar berdasarkan pecahan yang diinginkan, kemudian diberi 2 warna yang berbeda yang dibuat dengan menggunakan kertas jeruk berwarna, misal warna merah dan hijau agar warnanya lebih cerah. Selain itu, dapat membuat alat peraga blok pecahan menjadi lebih kuat. Untuk mempermudah menunjukkan adanya pecahan, warna merah digunakan untuk menunjukkan pembilang dan warna hijau untuk menunjukkan penyebut.

Baca juga:   Cinta Nabi dan Rasul melalui Model Pembelajaran CIRC

Cara pembuatan alat peraga blok pecahan sangat mudah. Pertama, buatlah lingkaran pada karton dengan menggunakan busur. Guntinglah lingkaran tersebut kemudian potong dengan ukuran yang sama besar sesuai pecahan yang diinginkan. Agar alat peraga yang dibuat menjadi lebih kuat, lapisilah dengan karton yang lain yang telah dibuat dengan ukuran pecahan yang sama dengan menggunakan lem fox. Setelah itu buatlah warna blok pecahan dengan menggunakan kertas jeruk yang berwarna merah dan hijau. Tempelkanlah kertas jeruk berwarna merah pada satu bagian blok pecahan dan kertas jeruk berwarna hijau pada bagian lainnya. Untuk memudahkan guru menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan blok pecahan buatlah papan alat peraga blok pecahan dengan menggunakan karton. Ambillah 3 karton yang masih utuh, kemudian gambarlah lingkaran sesuai ukuran alat peraga yang telah dibuat. Lubangilah lingkaran tersebut dengan menggunakan cutter. Kemudian tempelkanlah ketiga karton yang telah dilubangi tadi dengan menggunakan lem fox. Buatlah nama alat peraga pada papan dan hiasi area yang masih kosong pada papan dengan menggunakan kertas origami. Terakhir taruhlah alat peraga blok pecahan yang telah dibuat tadi pada papan yang telah dibuat.

Baca juga:   Senangnya Mengenal Beragam Karakteristik Individu dengan TSTS

Blok pecahan banyak dipilih sebagai media pembelajaran matematika khususnya materi pecahan, karena blok pecahan memenuhi syarat alat peraga. Seperti yang diterapkan di SDN 02 Ujunggede, Pemalang. Beberapa persyaratan yang dimiliki alat peraga tersebut sesuai yang diharapkan dalam pembelajaran antara lain memperjelas konsep matematika, dalam bentuk real (nyata), tahan lama, bentuk dan warnanya menarik, mudah digunakan siswa, karena alat peraga tersebut dapat dipegang, dipindahkan, dipasangkan, dan sebagainya. Sehingga siswa dapat belajar secara aktif baik secara individu maupun kelompok. Meski memiliki kelebihan pada alat peraga blok pecahan seperti yang telah disebutkan di atas, namun alat peraga blok pecahan ini juga memiliki kekurangan antara lain sulit digunakan ketika angka pembilang lebih besar dari pada penyebut dan ketika angka penyebutnya terlalu besar. (ag2/zal)

Guru SDN 02 Ujunggede, Pemalang

Author

Populer

Lainnya