V-Lab Semangatkan Belajar Titrasi Asam Basa

Oleh : Menik Purpuniyanti

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dengan cara daring (dalam jaringan) membuat guru semakin kreatif. Juga semakin bisa lebih berkreasi untuk menghilangkan kejenuhan dari siswanya yang sedang belajar. Dengan semakin inovatif pembelajaran yang dilakukan oleh guru, maka siswa akan tertarik dan semakin semangat dalam belajar.

Begitu pula pembelajaran di SMA Negeri 1 Wonosegoro, para guru berjuang untuk memotivasi para siswa agar tetap semangat belajar. Materi kimia di kelas XI yang terdiri dari asam-basa, hidrolisis, buffer dan hasil kali kelarutan membutuhkan pemahaman yang lebih dengan cara praktikum di laboratorium. Karena dengan melakukan praktikum siswa akan berinteraksi dan terlibat secara langsung baik secara fisik maupun mental dalam proses belajar.

Praktikum merupakan salah satu kegiatan untuk memberikan pemahaman pada siswa mengenai suatu materi. Siswa dapat memahami dan menyelesaikan masalah terkait konsep yang diajarkan di kelas serta mendapatkan pemahaman yang mendalam melalui proses saintifik dalam kegiatan praktikum (Lang, 2012; Makransky, 2016).

Praktikum memiliki kedudukan yang sangat penting untuk mendukung penjelasan teoritis yang ada dalam pembelajaran kimia (Kurbanoglu & Akim, 2010).
Tetapi di masa pandemi ini, karena siswa tidak melakukan pembelajaran secara tatap muka maka kegiatan di laboratorium ditiadakan. Kegiatan tersebut digantikan dengan virtual laboratorium atau sering disebut dengan virtual lab dan lebih terkenal dengan sebutan V-Lab.

Baca juga:   Fungsikan Sarana Taman Sekolah sebagai Sumber Belajar

Laboratorium virtual adalah salah satu bentuk laboratorium dengan kegiatan pengamatan atau eksperimen dengan menggunakan software yang dijalankan oleh sebuah komputer, semua peralatan yang diperlukan oleh sebuah laboratorium terdapat di dalam software tersebut. Siswa bisa mengunjungi situs virtual laboratorium yang telah diberitahukan oleh guru, siswa juga diberikan petunjuk penggunaan dari guru. Sehingga bisa belajar secara mandiri dengan V-lab yang ada tanpa merasa takut ada kesalahan atau kerusakan seperti saat praktikum di laboratorium secara real.

V-lab bisa menjadi teman praktikum yang menyenangkan untuk memudahkan dalam melaksanakan praktikum titrasi asam basa, pada pelajaran kimia kelas XI, V-lab titrasi asam basa menggunakan animasi yang memudahkan dalam setiap langkah yang harus dilakukan saat praktikum. Memiliki bentuk benda beserta namanya yang sesuai dengan aslinya serta di lengkapi dengan lembar kerja praktikum. Keuntungan penggunaan V-lab antara lain pertama mengurangi keterbatasan waktu, jika tidak ada cukup waktu untuk mengajari seluruh peserta didik di dalam lab hingga mereka paham. Dua mengurangi hambatan geografis, jika terdapat siswa atau mahasiswa yang berlokasi jauh dari pusat pembelajaran. Tiga ekonomis, tidak membutuhkan bangunan lab, alat-alat dan bahan-bahan seperti pada laboratorium konvensional. Empat meningkatkan kualitas eksperimen, karena memungkinkan untuk diulang untuk memperjelas keraguan dalam pengukuran di lab. Lima meningkatkan efektivitas pembelajaran, karena siswa atau mahasiswa akan semakin lama menghabiskan waktunya dalam lab virtual tersebut berulang-ulang. Enam meningkatkan keamanan dan keselamatan, karena tidak berinteraksi dengan alat dan bahan kimia yang nyata.

Baca juga:   Belajar Sirkulasi Darah dengan Video Animasi Cells at Work

Sedangkan kelemahan dari penggunaan V-lab adalah peserta didik harus online (terkoneksi internet) untuk menjalankan simulasi suatu praktikum. Keterbatasan pengetahuan mengenai tata cara pelaksanaan praktikum online, karena kebanyakan penyedia layanan Virtual-Labs menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Kurangnya pengalaman secara riil di laboratorium nyata, sehingga terjadi kebingungan peserta didik dalam merangkai alat dan mengoperasikannya. Laboratorium virtual tidak memberikan pengalaman di lapangan secara nyata.

Dengan pembelajaran kimia berbantukan V-lab membuat siswa semakin penasaran dengan hasil yang didapatkan. Karena pada aplikasi V-lab tersebut percobaan bisa dilakukan berulang-ulang tanpa menghabiskan bahan, maka siswa lebih senang, dan bisa lebih mengeksplore pengetahuannya dengan cara mencoba-coba.
Dengan aktifnya siswa dalam pembelajaran maka prestasi siswa pun menjadi meningkat. Jadi meski masa pendemi tidak menghalangi siswa untuk terus berprestasi. (pg2/lis)

Guru Kimia SMAN 1 Wonosegoro, Boyolali

Author

Populer

Lainnya