Permasalahan Pubertas pada Siswa Dapat Teratasi dengan Model CPS

Oleh : Sustiana Wati S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KETERAMPILAN pemecahan masalah merupakan kemampuan dasar seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah yang melibatkan pemikiran kritis, logis, dan sistematis. Pentingnya diberikan masalah matematika tidak terlepas dari perannya dalam kehidupan, yaitu untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam menghadapi suatu permasalahan.

Seseorang dianggap memiliki dan menghadapi masalah bila menghadapi lima kondisi berikut ini, antara lain memahami dengan jelas kondisi atau situasi yang sedang terjadi, memahami dengan jelas tujuan yang diharapkan, memiliki berbagai tujuan untuk menyelesaikan masalah, dan dapat mengarahkan menjadi satu tujuan penyelesaian pembelajaran.

Berdasarkan akar penyebab masalah yang diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa akar penyebab yang paling dominan bersumber dari guru. Guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional seperti ceramah yang secara tidak langsung siswa hanya dituntut untuk mendengarkan saja sehingga menyebabkan siswa menjadi bosan dan malas untuk mengikuti pelajaran.

Oleh sebab itu, penulis untuk memperbaiki pendidikan IPA, kelas 6 SDN 02 Menjangan pada materi ciri-ciri masa pubertas anak laki-laki dan perempuan diperlukan pembenahan pengajaran yang tepat dalam pendidikan IPA. Tepatnya dengan mengubah metode pembelajaran CPS. Model Creative Problem Solving (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada keterampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan kreativitas.

Baca juga:   Asyiknya Membuat Teks Pidato Persuasif melalui YouTube

Menurut Karen Pepkin (2009:3), model pembelajaran CPS adalah suatu metode pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan memecahkan masalah, yang diikuti dengan penguatan keterampilan.

Sedangkan menurut Pepkin (Muslich, 2007:221), creative problem solving adalah ketika dihadapkan dengan suatu pertanyaan atau permasalahan, siswa dapat melakukan keterampilan memecahkan masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya.

Tidak hanya dengan cara menghafal tanpa dipikir, keterampilan memecahkan masalah memperluas proses berpikir. Creative problem solving dibangun atas tiga macam komponen, yaitu ketekunan, masalah, dan tantangan. Komponen tersebut dapat diimplementasikan secara sistematik dengan berbagai komponen pembelajaran. Model pembelajaran creative problem solving berusaha mengembangkan pemikiran divergen, berusaha mencapai berbagai alternatif dalam memecahkan suatu masalah.

Langkah-langkah pembelajaran model CPS sebagai berikut, pertama, klarifikasi masalah. Meliputi pemberian penjelasan kepada siswa tentang masalah yang diajukan, agar siswa dapat memahami tentang penyelesaian seperti apa yang diharapkan. Kedua, brainstorming/pengungkapan pendapat. Pada tahap ini siswa dibebaskan untuk mengungkapkan pendapat tentang berbagai macam strategi penyelesaian masalah. Ketiga, evaluasi dan pemilihan. Pada tahap evaluasi dan pemilihan, setiap kelompok mendiskusikan pendapat atau strategi mana yang cocok untuk menyelesaikan masalah. Keempat, implementasi. Pada tahap ini, siswa menentukaan strategi mana yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah, kemudian menerapkannya sampai menemukan penyelesian dari masalah tersebut. Dengan CPS dapat melatih siswa mendesain suatu penemuan dan menumbuhkan rasa kebersamaan siswa melalui diskusi akhir dari pemecahan masalah. (ct1/ida)

Baca juga:   Mudah Belajar Daring PGS Lingkaran Bagi Adil Menggunakan Pentablet

Guru SDN 02 Menjangan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya