Menyenangkan Belajar Tematik dengan Alat Peraga 2D

Oleh : Suryani S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENGGUNAKAN istilah media instruksional untuk menunjukkan berbagai macam komponen lingkungan belajar yang dapat menimbulkan perangsang untuk siswa (pembelajar), yang menyebabkan terjadinya komunikasi dengan siswa, termasuk dalam pengertian ini guru, objek (benda), berbagai macam alat mulai dari buku sampai televise, yang secara umum mempunyai fungsi memberikan input kepada murid, Robert M Gagne (1970).

Penulis mengharapkan peserta didik supaya bisa memahami materi wirausaha dan bisa mempraktikkannya atau menerapkan dalam keseharian. Karena selama ini pembelajaran tematik siswa tampaknya tidak tertarik, bosan, dan menghasilkan nilai yang di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Sehingga pada materi tata cara wudhu kelas II (dua) SD Negeri 02 Podo, Kecamatan Kedungwuni. Dari keseharian, siswa yang biasanya mendapat pembelajaran dengan metode tradisional diubah menjadi yang menyenangkan yaitu dengan menggunakan pembelajaran berbasis multimedia yang ideal. Dengan model pembelajaran ini harus mampu berfungsi sebagai media presentasi informasi dalam bentuk teks, grafik animasi-animasi.

Pemilihan penulis adalah CD Multimedia Interaktif, yaitu dua dimensi yang dapat digunakan pada pembelajaran di sekolah sebab cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa terutama komputer. Animasi berarti gerakan image atau video, gerakan orang yang sedang melakukan suatu kegiatan dan lainnya. Konsep dari animasi adalah menggambarkan sulitnya menyajikan informasi dengan satu gambar saja, atau sekumpulan gambar. Demikian juga tidak dapat menggunakan teks untuk menerangkan informasi. Animasi seperti halnya film, dapat berupa frame-based atau cast-based animation (animasi berbasis cast) mencakup pembuatan control dari masing-masing objek (kadang-kadang disebut cast member atau actor) yang bergerak melintasi latar belakang.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Daring dengan Project Based Learning

Langkah-langkah membuat video animasi dua dimensi pembelajaran antara lain, pertama, susun naskah terlebih dahulu, menentukan tujuan utama video, untuk siapakah video tersebut dibuat, apa pesan yang ingin disampaikan dan tindakan seperti apa yang diharapkan. Usahakan untuk tidak membuat video terlalu rumit karena bisa membuat penonton susah memahami. Kedua, lanjutkan dengan storyboard. Storyboard akan menyerupai sebuah komik strip sederhana dengan panel. Storyboard adalah panduan untuk membuat video yang dibuat dan ditujukan untuk bagaimana kita sendiri. Ketiga, tentukan jenis video animasi yang akan dibuat. Misal animasi 2D atau biasa disebut dengan film kartun. Dan animasi 2D adalah animasi yang menggunakan sketsa gambar, lalu sketsa gambar ini digerakkan satu persatu, maka terlihat seperti nyata. Keempat, mulai membuat video. Kelima, tambahkan latar musik yang sesuai, video animasi akan kurang menarik tanpa adanya latar musik. Misalnya untuk suasana mencekam dapat menambahkan latar musik berupa suara petir. Ketujuh, buat narasi cerita, dengan narasi cerita akan membantu peaesrta didik dapat memahami video sehingga dapat memberikan reaksi.

Baca juga:   BKT Tingkatkan Disiplin Siswa di Masa Pandemi

Dengan penyampaian alat peraga di kelas 6 bisa membuat siswa SDN 01 Sumubkidul ini berkembang dalam beraktivitas belajar, baik dari segi kognitif dan juga motorik. Siswapun belajar dengan senang dan hasil belajarpun meningkat. (ct1/ida)

Guru SDN Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya