Brainstorming, Solusi Menggali Ide Kreatif Tanpa Batas

Oleh: Juliyono, S.Pd., M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran merupakan sebuah proses dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara langsung dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan sehari-hari akan mendorong mereka mempunyai pengalaman nyata atas apa yang dipelajarinya.

Karenanya sangatlah tepat bahwa dalam silabus bahasa Inggris kelas 8 siswa sudah dituntut untuk bisa mengekspresikan sesuatu dalam kalimat berbahasa Inggris. Yakni pada Kompetensi Dasar 4.1. Menyusun teks interaksi interpersonal lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan meminta perhatian, mengecek pemahaman, menghargai kinerja, serta meminta dan mengungkapkan pendapat, dan menanggapinya dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

Penulis yang sebagai pendidik di SMP Negeri 20 Semarang, sudah mencoba berbagai metode pembelajaran bagi siswa dalam usaha menjelaskan dan memudahkannya untuk menguasai pelajaran bahasa Inggris. Baik secara tulis, baca maupun lisan. Menurut penulis metode yang sangat tepat dalam menyampaikan pembelajaran pada tema ini yaitu metode curah pendapat atau brainstorming.

Metode brainstorming adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengeluarkan ide-ide siswa yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Keberhasilan mengunakan metode ini dapat dilihat dari suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif atau bisa dikatakan sebagai solusi alternatif tanpa batas. Yaitu memberi inspirasi dan memperluas wawasan dalam mengambil keputusan, selain itu menciptakan kesetaraan dan melibatkan seluruh siswa.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Bercerita dengan Media Poster Keluarga

Brainstorming juga dapat dilakukan tanpa harus berkumpul dalam satu ruangan, terutama di masa pandemi seperti saat ini, yakni dapat dilakukan di dunia maya yaitu zoom meeting atau telekonferensi.

Ada 2 jenis metode brainstorming yang dapat digunakan. Pertama individual brainstorming yang memungkinkan siswa mendapatkan banyak ide, tapi akan susah mengembangkannya karena harus berfikir sendiri. Kdua grup brainstorming yang lebih efektif karena menggunakan semua pengalaman dan kreativitas dari semua siswa yang ada dalam satu komunitas atau ruangan.

Metode brainstorming merupakan suatu teknik atau mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Ialah dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru. Kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai satu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia dalam waktu yang singkat (Roestiyah 2001: 73).

Tujuan dari brainstorming, untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat, informasi, pengalaman semua siswa yang sama atau berbeda. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi, atau peta gagasan (mindmap) untuk menjadi pembelajaran bersama.

Baca juga:   Tingkatkan Kosa Kata Bahasa Inggris dengan Snakes and Ladders

Metode ini digunakan untuk menguras habis apa yang dipikirkan siswa dalam menanggapi masalah yang dilontarkan guru di kelas tersebut. Keunggulan metode brainstorming yaitu melatih siswa berpikir cepat dan tersusun logis. Merangsang siswa untuk siap berpendapat sesuai masalah yang diberikan guru. Meningkatkan partisipasi siswa dalam menerima pelajaran. Dan mereka merasa bebas serta gembira.

Adapun kelemahannya yaitu guru kurang memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir dengan baik sehingga anak yang kurang pandai sering ketinggalan. Siswa tidak segera tahu apakah pendapatnya itu betul atau salah. Tidak menjamin hasil pemecahan masalah. Dan masalah bisa berkembang ke arah yang tidak diharapkan (Roestiyah, 2001:74-75). (pg2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMPN 20 Semarang

Author

Populer

Lainnya