Belajar Grammar Lebih Mudah dengan Metode Mind Mapping

Oleh : Uzik Puji Nurtantini, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Saat belajar bahasa Inggris, hal yang pasti akan siswa temui adalah grammar. Mulai dari mata pelajaran bahasa Inggris SD hingga SMA pasti akan terus-menerus membahas grammar. Bagi guru, mengajar grammar merupakan tantangan. Kegiatan ini tidak menarik jika guru tidak mendesain dan mempersiapkannya dengan metode yang tepat. Banyak siswa didapatkan kesulitan ketika mereka berbicara dan menulis terutama dalam penulisan grammar (tata bahasa).

Mereka mengatakan bahwa grammar itu membosankan untuk dipelajari dan dimengerti. Bagaimana tidak? Ada berbagai rumus dan istilah yang harus diperhatikan untuk merangkai kalimat denga grammar yang benar.

Michael Swan (2005: xix) mendefinisikan grammar sebagai “the rules that show how words are combined, arranged or changed to show certain kinds of meaning.” Atau bisa diartikan sebagai berikut “Grammar adalah aturan yang menerangkan bagaimana kata digabungkan, disusun atau diubah untuk menunjukkan beberapa jenis makna.” Sama halnya dengan definisi diatas, Jeffrey Coghill and Stacy Magendanz (2003:xvi) menyatakan “The grammar of a language is the set of rules that govern its structure. Grammar determines how words are arranged to form meaningful units.” Yang artinya “Grammar sebuah bahasa adalah satu kumpulan aturan yang menata bagian susunannya. Grammar menentukan bagaimana kata-kata disusun dalam membentuk unit-unit bahasa yang bermakna.”

Baca juga:   Mengoptimalkan Pembelajaran Greeting melalui Lagu

Meskipun grammar dianggap membosankan dan sulit dipelajari oleh siswa, namun materi ini tidak bisa dihindari dalam mempelajari bahasa Inggris. Kebosanan dan kesulitan inipun dihadapi oleh kebanyakan siswa di SMA Negeri 1 Getasan. Hal ini menjadi tantangan bagi penulis untuk menemukan metode pembelajaran yang memudahkan siswa dalam memahami grammar.

Untuk mengatasi kesulitan ini, penulis mencoba menggunakan metode mind mapping. Metode mind mapping (peta pikiran) adalah metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Tony Buzana, kepala Brain Foundation. Peta pikiran adalah metode mencatat kreatif yang memudahkan kita mengingat banyak informasi. Setelah selesai, catatan yang dibuat membentuk sebuah pola gagasan yang saling berkaitan, dengan topik utama di tengah. Sementara subtopik dan perincian menjadi cabang-cabangnya. Agar peta pikiran dapat berfungsi secara maksimal ada baiknya dibuat warna-warni dan menggunakan banyak gambar dan simbol sehingga tampak seperti karya seni. Peta pikiran menirukan proses berfikir ini, memungkinkan individu berpindah-pindah topik. Individu merekam informasi melalui simbol, gambar, arti emosional, dan warna.
Mekanisme ini sama persis dengan cara otak memperoses berbagai informasi yang masuk. Dan karena peta pikiran melibatkan kedua belah otak, anda dapat mengingat informasi dengan lebih mudah.

Baca juga:   Berusaha Move On saat Belajar Bahasa Inggris

Cara membuat mind mapping, terlebih dahulu siapkan selembar kertas kosong yang diatur dalam posisi landscape kemudian tempatan topik yang akan dibahas dalam hal ini misalnya tenses, di tengah-tengah halaman kertas dengan posisi horizontal. Usahakan menggunakan gambar, simbol pada mind mapping yang dibuat. Dengan visualisasi kerja otak kiri yang bersifat rasional, numerik dan verbal bersinergi dengan kerja otak kanan yang bersifat imajinatif, emosi, kreativitas dan seni. Dengan menyinergikan potensi otak kiri dan kanan, siswa dapat dengan lebih mudah menangkap dan menguasai materi pelajaran.
Langkah-langkah pembelajarannya, guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru menyajikan materi dengan mind map. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang. Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil mengisi mind map kosong yang mereka buat, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.

Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang kiranya belum dipahami siswa. Dengan menggunakan metode mind mapping ini, siswa menjadi lebih mudah memahami materi grammar. (pg2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMA N 1 Getasan

Author

Populer

Lainnya