Pendekatan Realistic Mathematic Education dalam Belajar Volume Kubus

Oleh: Pramono Hadi Purwoto, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran matematika hendaknya juga mengaitkan pengalaman kehidupan nyata peserta didik dengan materi dan konsep matematika. Pendekatan pembelajaran yang kiranya tepat adalah pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dimana pendekatan pembelajaran matematika ini berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari (mathematize of everyday experience) dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Wijaya (2012:1) Realistic Mathematic Education (RME) yang dalam makna Indonesia berarti Pendidikan Matematika Realistik (PMR) dikembangkan berdasarkan pemikiran Hans Fruedenthal yang berpendapat matematika merupak aktivitas insani (human activities) dan harus dikaitkan dengan realitas.

Pelajaran matematika di sekolah menjadi momok bagi peserta didik. Sifat abstrak dari objek matematika menyebabkan banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika pada umumnya dan materi volume kubus pada khususnya. Akibatnya prestasi matematika peserta didik secara umum belum menggembirakan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa selama ini matematika merupakan mata pelajaran yang menjadi momok bagi semua orang tidak terkecuali bagi siswa kelas VI di SD Negeri 01 Gapura.

Dari permasalahan yang ada matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sangat sulit untuk dipahami karena matematika identik dengan banyaknya rumus yang harus dihafalkan dan banyaknya soal yang harus dikerjakan, sehingga citra matematika sebagai pelajaran yang sulit semakin melekat erat dalam diri peserta didik. Masalah itu dapat disebabkan karena pengajar dalam penyajian materi pelajaran matematika tidak dapat membuat peserta didik merasa termotivasi, senang dalam mengikuti pelajaran, tidak mengaitkan masalah sehari-hari dan akan berdampak pada hasil belajar peserta didik yang kurang maksimal.

Baca juga:   Memperluas Cakrawala Bentuk Pelanggaran HAM melalui PBL

Ide dasar dari matematika realistik adalah pembelajaran matematika dimulai dari situasi kontekstual. Yang dimaksud dengan situasi kontekstual adalah situasi yang dapat dipahami anak sesuai dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki (prior knowledge). Situasi kontekstual diberikan dalam beberapa bentuk, namun tetap mengacu pada satu konsep yang ingin diajarkan. Yang jelas, konsep tidak disajikan dalam bentuk jadi dan ditransfer sebagai pengetahuan belaka melainkan dibangun dalam pikiran anak.

Setelah diberikan situasi sesuai dengan konteks yang dipahami anak, lalu diberikan masalah yang berkaitan dengan konteks tersebut. Anak didik pada awalnya diminta untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan pengetahuan yang sudah dimilikinya dengan berbagai cara sesuai dengan bekal prior knowledge masing-masing anak. Pada proses ini berlangsung suatu pembentukan strategi yang dilakukan siswa. Siswa akan menngunakan pengetahuan informal yang mereka miliki untuk menyusun strategi dalam menyelesaikan masalah.

Setelah masalah dapat dipecahkan, maka guru bertanggung jawab untuk mulai membuat hubungan pengetahuan informal siswa yang masih berada pada tataran matematika horizontal menuju bentuk formal dari konsep yang akan diajarkan. Bentuk matematika formal ini sering juga disebut sebagai matematika vertical. Dalam bentuk ini penggunaan notasi matematika formal dikenalkan pada siswa. Selain itu, proses generalisasi juga memainkan peran penting.

Baca juga:   Laboratorium Virtual di Masa Pandemi

Langkah-langkah pembelajaran RME yaitu: Pertama, menggunakan masalah kontekstual. Kedua, menjelaskan masalah kontekstual. Ketiga, menyelesaikan masalah kontekstual siswa secara kelompok dan individu. Keempat, membandingkangkan dan mendiskusikan jawaban. Kelima, menyimpulkan hasil diskusi. Pada kegiatan pembelajaran peserta didik akan menemukan dan mengenali masalah yang diberikan oleh pengajar sehingga siswa lebih antusias mengikuti proses pembelajaran dan tidak merasa jenuh sehingga berimbas dengan hasil pengetahuan dan ketrampilan peserta didik pada mata pelajaran matematika materi volume kubus. (agu2/ton)

Guru Kelas 6 SD Negeri 01 Gapura, Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya