Pelajaran Seni Budaya Sarana Berekspresi, Pembentukan Karakter Siswa dan Penyegaran

Oleh : Andri Yulianingsih, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ketika ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat bagaimana seni berkembang? Bisakah seni berkembang selaras dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi? Apakah pembelajaran seni budaya di sekolah bisa diseimbangkan dengan perkembangan teknologi saat ini? Pertanyaan itu terlintas dalam benak guru seni budaya. Apalagi saat ini sudah satu tahun lebih masa pandemi Covid -19. Setahun lebih pembelajaran hanya dilakukan secara daring. Artinya siswa harus belajar di rumah menggunakan gadget yang merupakan salah satu bukti perkembangan teknologi.

Ketika pembelajaran dilakukan secara tatap muka (PTM) terjadi interaksi antara guru dan siswa secara langsung. Sehingga guru dapat memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa secara langsung di kelas. Guru secara langsung mengetahui kemampuan siswa dan dapat mengatasi permasalahan secara langsung.

Pada pembelajaran tatap muka juga terjadi interaksi secara psikologis antara guru dan siswa, sehingga memunculkan rasa saling membutuhkan. Saat ini dengan pembelajaran daring guru tidak bisa berhadapan dengan siswa secara langsung. Pembelajaran dengan perantara gadget sebagai media komunikasi. Maka dituntut penguasaan teknologi tertentu untuk membimbing dan mengarahkan siswa dan memberikan solusi atas kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran daring. Hubungan psikologis antara guru dan murid pun menjadi kurang erat seperti ketika pembelajaran tatap muka. Sehingga sering terjadi tugas-tugas molor di luar jadwal pengumpulan, rasa saling membutuhkanpun menjadi berkurang.

Baca juga:   Tayangan Video dalam Pembelajaran IPS di Masa Pandemi

Seni budaya merupakan keahlian untuk mengekspresikan ide-ide atau gagasan estetika dalam bentuk karya yang dapat mengungkapkan perasaan manusia.

Melalui seni budaya, siswa diajak mengembangkan jiwa kreativitas, kepekaan indrawi serta mampu berkreasi seni dalam lingkungan dan kondisi yang terarah, sebagai bekal siswa saat terjun di masyarakat.

Menurut Soedarso Sp pengertian ekspresi harus ditafsirkan secara longgar yang mampu menampung baik luapan emosi dalam ekspresionisme maupun sekadar getaran lembut yang untuk mengeluarkannya justru sering kali memerlukan macam-macam pancingan.

Guru seni budaya harus mampu memberikan pancingan kepada siswa agar bisa memunculkan ekspresinya dengan baik dan terarah ke hal yang positif. Seorang siswa dalam pembelajaran seni budaya diarahkan untuk bisa mencurahkan ekspresinya atau mengungkapkan apa yang dipikirkannya dalam bentuk apresiasi seni baik berupa tulisan maupun karya seni.

Apresiasi adalah mengerti serta menyadari sepenuhnya sehingga mampu menilai semestinya ; sedang dalam hubungannya dengan seni menjadi : mengerti dan menyadari sepenuhnya seluk beluk sesuatu hasil serta menjadi sensitif terhadap segi-segi estetiknya sehingga mampu menikmati dan menilai karya tersebut dengan semestinya (Soedarso Sp, 1998:66).
Pembelajaran seni budaya di sekolah dasar dan menengah ditekankan untuk melakukan apresiasi dengan tujuan pengenalan tentang seni dan penghargaan akan karya seni. Bukan menjadikan siswa sebagai ahli dalam berkarya seni.

Baca juga:   Metode Demonstrasi Efektif dalam Pembelajaran Bangun Datar Segitiga

Pembelajaran seni dimaksudkan juga sebagai pembentukan karakter siswa dan juga penyegaran atau refreshing di sela-sela pembelajaran akademik yang sulit. Seperti pembelajaran mata pelajaran nasional, atau pembelajaran yang membutuhkan pemikiran dan konsentrasi yang tinggi.

Tugas guru seni budaya adalah mengarahkan dan membimbing serta memberikan pancingan agar ekspresi siswa bisa tersalurkan dengan baik. Manfaat mempelajari seni budaya menjadikan hidup lebih indah. Selain itu dengan menguasai seni budaya, setiap orang dapat mengembangkan sikap toleransi dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Mengembangkan kemampuan imajinatif intelektual, ekspresi, kepekaan rasa dan keterampilan guna menerapkan teknologi dalam berkreasi, sesuai dengan pemahamannya.

Mata pelajaran seni budaya memiliki keunikan yang tidak dapat dibandingkan dengan mata pelajaran lain. Karena seni budaya adalah mata pelajaran yang menekankan pada kreativitas dan apresiasi seni itu sendiri. Fasilitas belajar yang lengkap dipadukan dengan metode yang efektif, dapat membantu meningkatkan motivasi belajar siswa. Kedua elemen tersebut mendorong peningkatan motivasi belajar siswa. (ss1/lis)

Guru Seni Budaya SMPN 1 Salatiga

Author

Populer

Lainnya