Upaya Guru Kembangkan Karakter Mandiri melalui Pembelajaran Jarak Jauh

Oleh : Sri Tawan Taryati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID,Dampak pandemi Covid-19 dalam bidang pendidikan terutama saat melakukan kegiatan belajar mengajar cukup terasa. Kegiatan pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka di kelas, sekarang hanya dapat dilakukan mandiri atau melalui pembelajaran jarak jauh.
Dampak dari belum meredanya wabah Covid-19, kegiatan pembelajaran masih akan terus dilakukan dari rumah masing-masing (study from home) sehingga berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa yang semestinya dikembangkan dan terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Pembentukan karakter merupakan dua kata yang terpisah yaitu pembentukan dan karakter. Pembentukan merupakan suatu usaha yang diciptakan dari hasil tindakan tertentu, sedangkan karakter berasal dari bahasa Yunani yaitu ”kharrasein” yang memiliki arti memahat atau mengukir dan dalam bahasa Latin yaitu membedakan tanda, sifat kejiwaan, tabiat, dan watak (Narwanti, 2011).

Pembentukan karakter siswa yang dilakukan pada kondisi normal biasanya terintegarasi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dan hendaknya dilaksanakan secara berkesinambungan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
Pengembangan nilai-nilai karakter tidak dapat muncul begitu saja, tetapi berproses dari lingkungan yang dikontruksikan secara terus-menerus. Karakter bisa dibentuk dan dikondisikan oleh seseorang. Sehingga dalam hal ini pembentukan karakter siswa dapat dikondisikan oleh guru di sekolah, orang tua ketika di rumah dan lingkungan masyarakat.

Baca juga:   Strategi Pembelajaran Index Card Match Tingkatkan Kemampuan Siswa

Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan. Karena guru ialah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan siswa dan di tahun 2020, sejalan dengan pentingnya pendidikan karakter pada anak akhirnya menemui permasalahan, bukan hanya di Indonesia saja tetapi di seluruh dunia. Sehingga kegiatan pembelajaran di kelas dihentikan sementara dan digantikan dengan pembelajara jarak jauh. Begitu pula dalam pengembangan karakter siswa kini guru hanya dapat memantau dari jauh melalui gawai atau smartphone.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebenarnya tidak mudah untuk dilakukan. Pembelajaran jarak jauh sangat berbeda dengan pembelajaran tatap muka (face to face). Di sekolah, penguatan pendidikan karakter ini telah dilakukan dengan baik yaitu dengan menyelipkan nilai-nilai pendidikan karakter pada setiap aktivitas pembelajaran di kelas. Akan tetapi dengan adanya pandemi Covid-19 ini guru harus pandai mengemas kegiatan pembelajaran dan menyelipkan nilai-nilai pendidikan karakter pada saat melakukan pembelajaran jarak jauh.

Di SD Negeri Genikam, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, dalam pengembangan karakter siswa pada saat kegiatan pembelajaran jarak jauh strategi guru yaitu pembelajaran melalui WhatsApp group. Pembelajaran ini guru lebih menekankan kegiatan pembelajaran yang mengacu pada life skill siswa seperti membuat poster tentang pencegahan penularan Covid-19, membuat tempat cuci tangan di depan rumah dan lain sebagainya yang hasil karya siswa dapat di-share ke WhatsApp group ini.

Baca juga:   Mengenal Tembang Macapat sebagai Budaya Jawa

Video call dilakukan guru saat melakukan kegiatan pembelajaran secara bergantian pada siswa. Pada saat melakukan video call tersebut guru memberikan beberapa kuis atau pertanyaan. Dari kegiatan tersebut guru dapat melihat bahwa siswa tersebut telah mandiri mengerjakan kuis yang telah diberikan guru sekaligus siswa bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.

Pengembangan karakter yang lain juga terlihat pada saat orang tua dan guru bekerja sama dalam membimbing siswa. Siswa akan semakin mandiri jika dalam pengawasan orang tuanya selama pembelajaran berlangsung siswa juga bisa bertanya kepada orang tuanya. Sehingga guru harus menjalin komunikasi yang baik bersama dengan orang tua siswa. (pm1/lis)

Guru SDN Genikan, Kec. Ngablak, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya