Tingkatkan Aktivitas melalui Model Pembelajaran Picture and Picture

Oleh: Anita Pudyasari, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Salah satu tujuan pembelajaran IPA di SD/MI adalah mengembangkan rasa ingin tahu, sikap kognitif dan kesadaran tentang adanya hubungan saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat. Dalam pembelajarannya, kerap muncul permasalahan seperti siswa kurang antusias, kurang aktif, dan sedikit aktivitas tanya jawab antara guru dan siswa, sehingga siswa kurang optimis dalam menyampaikan pendapat. Guru juga belum menggunakan media dalam pembelajaran IPA, sehingga siswa kurang terfasilitasi dalam memahami materi yang sedang dipelajari.

Rendahnya hasil belajar siswa juga sering menjadi sesuatu yang sulit terpecahkan. Ini adalah gambaran yang dihadapi penulis sebagai guru kelas V di SDN 01 Lemahabang, kecamatan Doro kabupaten Pekalongan. Pada KD.7.1 Mendeskripsikan struktur bumi, banyak siswa yang mempunyai nilai di bawah KKM. Terkait masalah tersebut, penulis mencoba memilih model Picture and Picture berbantu media audio visual dalam pembelajaran IPA.

Menurut Miarso (2007 : 32),menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan anak didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Media pembelajaran akan memungkinkan terjadinya proses belajar pada diri siswa dan atau dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran (Asep Herry H, 2007).

Baca juga:   Metode Demonstrasi Meningkatkan Pemahaman Matematika

Menurut Agus Suprijono (2009:110) model pembelajaran Picture and Picture adalah metode belajar yang menggunakan gambar dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Media audio mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar. Sedangkan media visual suatu media yang hanya dapat dilihat dengan indera penglihatan yaitu mata contohnya gambar diam atau bergerak seperti foto, table, slide, poster, dan sebagainya.

Adapun langkah-langkah model pembelajaran Picture and Picture berbantu media audio visual tersebut adalah: (1) Guru menyiapkan sumber, media dan perlengkapan dalam pembelajaran seperti laptop, LCD, speaker; (2) Siswa membentuk kelompok terdiri dari 5-6 siswa; (3) Masing-masing kelompok dibagikan 1 set gambar untuk dipasangkan/ diurutkan dengan benar; (4)Siswa berdiskusi dengan kelompoknya untuk menentukan urutan gambar dan membuat dasar pemikirannya; (5)Guru menunjuk perwakilan masing-masing kelompok untuk presentasi; (6) Diskusi dan Tanya jawab; (7) Berdasarkan dasar pemikiran yang disampaikan, guru menanamkan konsep sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai melalui media audio visual; (8) Diskusi kelompok dan mengerjakan LKK; (9) Kesimpulan dan mengerjakan soal evaluasi.

Baca juga:   Aktifkan Siswa Saat Pelajaran Olahraga

Pembelajaran tersebut tenyata bisa memenuhi kriteria dari kualitas media pembelajaran, meliputi: (1) Dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna; (2) Mampu memfasilitasi proses interaksi antar siswa; (3) Media dapat memperkaya pengalaman belajar siswa; (4) Melalui media dapat mengubah suasana belajar yang pasif menjadi aktif. Dalam mencapai efektivitas belajar, UNESCO dalam (Daryanto, 2013: 58) menetapkan empat pilar pendidikan salah satunya yaitu learning to know dimana guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran hendaknya berperan aktif sebagai teman sejawat dalam berdialog dengan siswa, ini ditujukan sebagai pengembangan penguasaan pengetahuan maupun ilmu tertentu.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa model Picture and Picture berbantu media audio visual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA yang meliputi keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. (gb1/ton)

Guru kelas V SDN 01 Lemahabang, Kec. Doro, Kab. Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya