PJJ IPS Lebih Menyenangkan dengan Media Film

Oleh : Ulya Mufidah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PROGRAM belajar di rumah (BDR) menggunakan pembelajaran dalam jaringan (daring) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) ditetapkan sebagai upaya mengurangi penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang secara resmi dinyatakan sebagai pandemi oleh badan kesehatan dunia (World Health Orgnization) pada 11 Maret 2020.

Menurut Kurniawan (2020:18), pembelajaran daring adalah serangkaian pembelajaran yang menggunakan internet sebagai alat. Sistem pembelajaran daring dapat difungsikan sebagai suplemen tambahan, komplemen, atau pengganti. Salah satu materi pelajaran (mapel) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas IX pada kompetensi dasar (KD) 3.4 adalah menganalisis kronologi, perubahan, dan kesinambungan ruang (geografis, politik, ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya) dari awal kemerdekaan sampai awal reformasi. Materi ini terdiri atas beberapa indikator terkait dengan materi sejarah bangsa Indonesia yang dimulai dari masa pra kemerdekaan hingga masa reformasi.

Kegiatan pembelajaran IPS di SMPN 3 Gringsing, Kabupaten Batang, pada siswa kelas IX masih belum mencapai ketuntasan dan angka partisipasi siswa juga masih rendah. Kegiatan pembelajaran dalam PJJ yang dilakukan dalam kelas daring pada umumnya berbentuk penugasan dan membaca materi. Aktivitas ini menjadikan siswa jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. Untuk itu dibutuhkan media yang menarik dalam aktivitas pembelajaran.

Baca juga:   Pembelajaran Jarak Jauh IPS dengan SOLE

Penggunaan media film merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Menurut Arifani (2013), film dapat membantu dalam proses pembelajaran, apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah diingat daripada apa yang hanya dapat dibaca saja atau hanya didengar saja. Adapun langkah pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut, pertama, guru menjelaskan tujuan dan materi pembelajaran terkait materi sejarah bangsa Indonesia yang dimulai dari masa pra kemerdekaan hingga masa reformasi secara daring sinkronus menggunakan zoom meeting, google meet atau microsoft teams. Selanjutnya siswa dibagi menjadi kelompok kelompok diskusi. Kedua, guru memutarkan film terkait sejarah bangsa Indonesia yang dimulai dari masa pra kemerdekaan hingga masa reformasi. Agar anak-anak jangan hanya memandang film itu sebagai hiburan, sebelumnya mereka ditugaskan untuk memperhatikan pokok-pokok materi. Sesudah film dipertunjukkan perlu diadakan diskusi antar kelompok unuk membahas konten film yang telah ditayangkan. Ketiga, guru membagikan lembar kerja sebagai evaluasi akhir untuk mengukur daya serap siswa terhadap materi IPS yang mereka pelajari. Terakhir, keempat, guru mengajak siswa untuk bisa menarik simpulan bersama berdasarkan film yang mereka tonton.

Baca juga:   Portofolio dengan Teka Teki Silang sebagai Alternatif PJJ

Penerapan pembelajaran IPS menggunakan media film di SMP Negeri 3 Gringsing, Kabupaten Batang dalam pembelajaran jarak jauh dapat dikatakan berhasil. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa dan aktivitas pembelajaran bisa berlangsung aktif, efektif, dan tidak membosankan. Partisipasi siswa dalam mengikuti PJJ pada mata pelajaran IPS setelah menggunakan media film dapat meningkat. Hasil pelaksanaan tes awal yang hanya menggunakan metode ceramah diperoleh tingkat ketuntasan belajar hanya sebesar 6.25 persen dengan nilai rata-rata 69.27. Sedangkan dengan penggunaan media film dokumenter, hasil dari penilaian harian yang didapat mencapai ketuntasan belajar sebesar 81.25 persen dengan nilai rata-rata 80.37. Dengan demikian media film bisa dijadikan media alternatif yang menyenangkan dalam PJJ serta dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. (gb2/ida)

Guru IPS SMPN 3 Gringsing, Kabupaten Batang.

Author

Populer

Lainnya