Metode Belajar Kreatif Mandiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA

Oleh : Kusrianah, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran IPA merupakan suatu ilmu yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, berpikir kreatif dan mampu menunjukkan sikap ilmiah. Kompetensi Dasar yang dicapai Pada pendidikan dasar kelas VI SD antara lain menyajikan pengamatan dalam bentuk data tabel maupun grafik, mampu membuta kesimpulan, mampu menjelaskan konsep-konsep IPA dan mampu membuatan karya sederhana.

Bagi sebagian peserta didik mata pelajaran IPA adalah mata pelajaran yang disenangi, karena dalam pembelajaran IPA terdapat praktik – praktik yang dapat meningkatkan kreativitas peserta didik. Apalagi jika dalam pelaksanaan pembelajarannya disajikan dengan materi dan media yang menarik. Tetapi ada juga yang menganggap belajar ipa sangat sukar. Seperti yang penulis rasakan di kelas 6 SD N Sembojo. Hal ini dapat dilihat dari nilai ulangan IPA yang masih di bawah KKM kelas. Ada sebagian peserta didik yang pasif dan malu-malu ketika mau bertanya terghadap materi yang belum dipahami. Masih banyak peserta didik yang belum dapat mengembangkan kreativitasnya dan belum mampu belajar mandiri. Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis menggunakan metode belajar kreatif mandiri agar dapat meningkatkan kreatifitas peserta didik serta tidak jenuh terhadap pembelajaran.

Baca juga:   Make a Match Mendalami Keliling dan Luas Bangun Datar

Metode kreatif mandiri adalah suatu strategi pembelajaran dengan menekankan pada proses pembuatan suatu karya yang baru dan bermanfaat dengan kemampuan yang dimilikinya. Metode tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta didik dan hasil belajar terutama dalam pembelajaran IPA membuat rangkaian rambu-rambu lalu lintas sederhana. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat peserta didik terlatih untuk mampu menciptakan sesuatu dengan hasil karya sendiri yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan peserta didik.

Adapaun pelaksanaan dalam pembelajaran antara lain : pertama, guru memotivasi peserta didik dan menggali pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dengan konsep yang akan dipelajari berupa pemberian apersepsi. Guru memberikan penjelasan terlebih dahulu agar peserta didik mudah mengerti dengan model alat yang akan dibuat yaitu lampu lalu lintas senderhana. Guru meminta peserta didik untuk mendiskusikan dengan teman sekelompok tentang model lampu lalu lintas senderhana yang akan dibuat. Guru meminta wakil tiap kelompok untuk maju dan mendemonstrasikan di depan kelas cara kerja lampu lalu lintas sederhana. Kegiatan akhir, guru memberikan tanggapan terhadap hasil karya dan demonstrasi cara kerja lampu lalu lintas senderhana sederhana. Guru dan peserta didik menyimpulkan hasil dari kegiatan yang dilakukan.

Baca juga:   Solusi Praktis Guru Menulis

Metode belajar kreatif ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang mampu mengantarkan peserta didik berpikir, bertindak, dan mempertahankan hidup secara kreatif. Dalam era abad 21 sekarang ini diperlukan keterampilan berpikir, bertindak, dan menjalani hidup. Dengan menggunakan metode belajar kreatif ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kurikulum secara maksimal, melatih peserta didik berpikir kreatif, memicu peserta didik menjalani hidup secara kreatif. Kreativitas adalah sebuah tindakan yang mengarah pada kebaruan dan merealisasikan ide-ide imajinatif ke dalam kegiatan nyata. Sebuah produk dikatakan kreatif apabila berupa karya besar yang asli dan tidak meniru orang lain, tidak pernah terbayangkan orang lain sebelumnya, merupakan konsep yang besar, menjadi perintis yang memicu orang lain untuk berpikir dan berkarya lebih lanjut. Kreativitas ditandai dengan adanya penciptaan sesuatu yang baru, memerlukan ketekunan dan tanggung jawab, biasanya diperoleh dari kisah sukses seseorang dan simbol kebanggaan, menarik perhatian, dan menghasilkan sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya. (gb2/ton)

Guru SDN Sembojo Kecamatan Tulis Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya