Menjadi Guru yang Disukai Peserta Didiknya

Oleh : Darsonah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, GURU adalah seorang pengajar suatu ilmu pendidikan. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru yang hanya sekedar mentransfer materi tanpa memperhatikan etika atau perkembangan peserta didik adalah guru yang kurang profesional. Guru sebagai pendidik dalam kesehariannya memiliki banyak masalah yang dihadapi. Selain masalah administrasi yang terkadang menghabiskan waktu, masalah yang sering dihadapi guru adalah masalah hubungan antara murid. Baiknya hubungan seorang guru dengan para muridnya akan sangat berpengaruh kepada berhasilnya sebuah kegiatan pembelajaran.

Guru yang disenangi oleh peserta didik, akan membuat peserta didik betah dan nyaman dalam belajar. Sehingga transfer materi dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Sebaliknya guru yang kurang disukai peserta didik dan tidak mampu menjalin hubungan baik dengan peserta didiknya, maka mereka akan cenderung apatis dengan pelajaran yang disampaikan oleh guru tersebut. Peserta didik akan mudah merasa bosan saat jam belajar dan ingin segera mengakhiri pelajaran. Sehingga mengakibatkan tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik dan transfer materi bisa jadi juga mengalami kegagalan.

Baca juga:   Kupas Lagu Tingkatkan Kemampuan Menulis Puisi

Penting bagi seorang guru menjadi guru yang disenangi peserta didik dan memiliki kemampuan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan penuh rasa tanggung jawab peserta didik terhadap etika dan aturan yang telah disepakati bersama. Bagi guru yang baru mulai mengajar menjadi guru yang disenangi tidaklah mudah, akan tetapi juga tidak terlalu sulit. Hanya butuh waktu dan bekal ketulusan dalam mendidik maka kita akan menemui guru terbaik yaitu pengalaman.

Ada beberapa tips yang dilakukan agar menjadi guru yang disenangi peserta didiknya, antara lain 1) tulus dalam mendidik, guru yang memiliki ketulusan ketika mendidik akan lebih mudah nasehat-nasehatnya didengarkan oleh peserta didik. Selain ketulusan berbuah kesabaran dalam mendidik, ketulusan juga mampu membangun kewibawaan seorang guru karena hatinya dipenuhi rasa sayang terhadap muridnya. Guru yang tulus memberikan nasehat merupakan guru-guru yang paling berjasa kepada anak didik. 2) Mengutamakan kasih sayang. Kasih sayang kepada peserta didik bukan berarti tidak menegurnya ketika salah atau membiarkan peserta didik semaunya sendiri. justru teguran itu adalah bentuk kasih sayang anda sebagai guru tentunya tegur yang disesuaikan dengan keadaan personal peserta didik dan disampaikan dengan sangat hati-hati agar tidak menyakiti perasaan peserta didik tersebut. 3) Memberikan senyum terbaik. Senyum seorang guru kepada peserta didiknya akan menumbuhkan suasana positif di dalam hati dan pikiran peserta didik. 4) Berpenampilan menarik. Penampilan yang menarik akan membuat peserta didik tidak canggung ketika mendekat kepada anda. 5) Humoris. Agar suasana kelas tidak membosankan, maka dibutuhkan sedikit karakter humoris seorang guru untuk memvariasi suasana. Sifat humoris bukan berarti anda berperan sebagai pelawak akan tapi sedikit sentilan atau sesuatu tindakan yang mengundang tawa peserta didik sudah cukup. Tentunya dengan tetap menjaga wibawa anda sebagai seorang guru. 6) Memahami karakterpeserta didiknya. Untuk dapat memahami karakter peserta didik secara umum butuh memahami mereka secara personal. Pendekatan yang baik kepada peserta didik akan membuat guru mudah memahami karakter masing masing dari mereka. Demikianlah beberapa tips yang penulis sampaikan dan semoga kita tetap menjadi guru yang dapat disenangi peserta didiknya. (gb2/ida)

Baca juga:   Aplikasi Google Meet untuk Pembelajaran Daring di SD Islam Raden Fatah

Guru SDN Simbangjati, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya