Asyiknya Belajar Teorema Pythagoras dengan Pendekatan Kontekstual

Oleh: Ani Surjati, S.Pd., M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern. Sehingga beperan penting dalam memajukan daya pikir manusia. Perkembangan yang pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika. Maka, untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.

Rendahnya hasil belajar siswa karena siswa kurang terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar, metode guru kurang variatif, guru dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas masih menggunakan metode pembelajaran yang monoton yaitu ceramah.
Siswa hanya memperoleh informasi dari guru. Siswa kurang diperlakukan sebagai subyek belajar. Diskusi kelompok dalam kegiatan belajar mengajar kurang, sehingga siswa kurang dalam bekerja sama dengan teman dalam kelompok diskusi. Akibatnya, siswa menjadi bosan mengikuti pelajaran. Mereka enggan mengikuti pelajaran, bahkan tidak berani bertanya pada saat KBM. Sehingga kelas menjadi pasif meskipun mereka sebenarnya belum menguasai materi yang diajarkan. Demikian juga mereka tidak berani menjawab pertanyaan guru dengan spontan atau tidak berani menjawab apabila tidak ditunjuk oleh guru.

Kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran yang memiliki tujuh asas. Asas-asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Ketujuh asas tersebut adalah: konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, penilaian nyata. Penerapan pendekatan kontekstual menurut Suparto (2004:6) bahwa secara garis besar, penerapan pendekatan kontekstual dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: mengembangkan metode belajar mandiri. Melaksanakan penemuan (inquiry), menumbuhkan rasa ingin tahu siswa, menciptakan masyarakat belajar, hadirkan “model” dalam pembelajaran. Melakukan refleksi disetiap akhir pertemuan, dan lakukan penilaian yang sebenarnya.

Baca juga:   Penghargaan Verbal Cara Membangkitkan Kegiatan Menulis di Tingkat SMP

Kegiatan perencanaan awal dimulai dari melakukan identifikasi masalah dan memfokuskan permasalahan yang perlu diangkat sampai menyusun penelitian. Pada kegiatan ini juga mendiskusikan cara melaksanakan tindakan pembelajaran dan bagaimana cara melakukan pengamatannya. Diskusi bersama mitra peneliti, dikembangkan dalam setiap penyusunan perencanaan berikutnya, dan diskusi berdasarkan hasil siklus yang dilakukan. Pelaksanaan tindakan penelitian adalah peneliti yang bertindak sebagai guru matematika, berdasarkan perencanaan yang dibuat, melaksanakan pembelajaran dalam meningkatkan kesiapan siswa dan prestasi belajarnya melalui optimalisasi teknik guru mengajar. Pengamatan dilakukan berdasarkan observasi yang telah disiapkan peneliti.
Kejadian-kejadian penting selama proses tindakan berlangsung yang belum termuat dalam pedoman observasi dibuat pada catatan lapangan. Refleksi dilaksanakan dengan berdiskusi untuk memberikan makna, menerangkan dan menyimpulkan hasil tindakan yang telah dilakukan.

Prosedur pendekatan kontekstual untuk kegiatan guru adalah membagi siswa dalam beberapa kelompok beranggotakan tidak lebih 5 orang, menyajikan pelajaran, memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok, mengujicoba, merefleksi dan menyimpulkan. Sedangkan untuk siswa adalah berkelompok dan anggota yang telah memahami menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.

Baca juga:   Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa SD melalui Pendekatan Matematika Realistik

Pendekatan kontekstual pembelajaran lebih bermakna, menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi, menumbuhkan keberanian untuk bertanya, dapat menemukan materi yang dipelajari. Materi yang dibahas berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan siswa menjadi aktif saat pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar siswa.

Pendekatan kontekstual penulis gunakan dan terapkan di SMP Negeri 2 Comal dan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa dengan mampu memecahkan masalah pada materi Teorema Pythagoras. (ag2/lis)

Guru Matematika SMPN 2 Comal Kabupaten Pemalang

Author

Populer

Lainnya