Penguasaan Keterampilan Berbicara Offering Help dengan 6M

Oleh: Siti Hudatul Muniroh, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang kedua setelah mendengarkan yang harus dikuasai oleh peserta didik. Offering help adalah salah satu kompetensi dasar yang dipelajari di kelas duabelas. Untuk menguasai keterampilan berbicara offering help bagi peserta didik bisa diberikan dengan beberapa strategi pembelajaran yang diberikan oleh guru. Penulis sebut dengan 6M. Yaitu mengajarkan hal-hal mendasar, menggunakan buku pegangan, memanfaatkan teknologi, memasukkan musik, mempraktikkan, dan mendiskusikan soal. Strategi ini bisa juga diterapkan untuk mengajar materi yang lain.

Strategi yang pertama mengajarkan hal-hal mendasar. Sebelum mengajar guru harus membuat perencanaan sehingga materi yang diberikan kepada peserta didik adalah materi yang esensial yang disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.
Peserta didik harus mengetahui mengapa perlu menawarkan bantuan, bantuan apa yang diperlukan, kepada siapa, di mana, kapan dan bagaimana cara membantu (what, why, who/whom, where, when, and how).

Kedua, menggunakan buku pegangan dalam mengajar. Bacalah buku paket sebagai referensi walaupun banyak sumber lain yang bisa dimanfaatkan. Mencermati kompetensi dasar tentang offering help pada kurikulum yang masih berlaku. Memperkenalkan ungkapan-ungkapan dan memberikan contoh-contoh teks percakapan offering help kepada peserta didik.
Ketiga memanfaatkan teknologi. “Kunci untuk mendapatkan potensi keuntungan dari pembelajaran berbasis teknologi sepenuhnya berada di tangan kita” (Mengajar Seperti Finlandia, 2017:142). Untuk pembelajaran offering help akan bisa dipahami oleh siswa bila kita memperdengarkan percakapan-percakapan tentang offering help dari video atau YouTube langsung dari internet. Peserta didik juga diarahkan untuk mencarinya sendiri dari internet.

Baca juga:   Media Memory Games dalam Pembelajaran Signs and Symbols

Sebagai tugas akhir pembelajaran materi ini bisa berupa pembuatan video percakapan secara berkelompok. Guru juga bisa memanfaatkan Google Classroom atau Google Meeting atau yang lainnya sebagai media pembelajaran berbasis teknologi.
Keempat memasukkan musik pada pembelajaran. Peserta didik akan sangat tertarik dan lebih mudah memahami materi apabila guru memasukkan musik atau lagu dengan lirik yang sesuai tema materi pembelajaran, misalnya offering help. Guru bisa memilih lagu-lagu yang sesuai dengan materi yang sedang diajarkan. Para peneliti menyimpulkan, musik akan memperkuat sistem syaraf mengatasi kebisingan dalam suatu atmosfer yang ramai. Seperti lapangan sekolah. Karena perbaikan dalam fungsi otak ini, anak-anak dapat mengembangkan ingatan yang lebih baik dan kemampuan yang lebih besar untuk fokus dalam ruang kelas dan membantu mereka berkomunikasi dengan lebih baik” (APA, 2014 dalam Mengajar seperti Finlandia, 2017:146).

Sebagai guru, kita tidak perlu menghindar dari strategi memasukkan musik dalam pembelajaran, bahkan jika kita bukan orang musik. Kelima, mempraktikkan. Materi offering help akan bisa dikuasai oleh peserta didik dengan mudah dan ringan dengan mempraktikkan dalam percakapan. Setelah peserta didik memahami ungkapan-ungkapan offering help dan pengetahuan yang lain seperti yang telah penulis ungkapkan di atas, mereka perlu mempraktikkan bersama-sama dengan teman dimulai dari kelompok yang mereka bentuk.

Baca juga:   Mimadewo Mudahkan Siswa Menulis Descriptive Teks

Banyak orang paham dari pengalaman bahwa cara terbaik untuk menguasai sesuatu adalah melalui latihan alam, praktik atau setting “dunia nyata” atau lebih kita kenal dengan learning-by-doing. Ada yang mengartikan learning-by-doing ini tidak sekadar mempraktikkan tetapi pembelajar praktik dan menjadi pelatih teman yang lain. Sehingga mereka akan seperti guru. Keenam, mendiskusikan soal. Walaupun materi offering help adalah materi percakapan namun pada akhir pembelajaran akan ada tes tertulis, maka selain diuji kompetensi dengan praktik juga dengan tes tertulis.
Dengan diterapkannya enam strategi pembelajaran ini diharapkan materi bisa diserap, dipahami, dipraktikkan, atau lebih dikuasai peserta didik secara maksimal. Bahasa Inggris bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi di dunia nyata. Terutama SMA Negeri 1 Kota Mungkid berdekatan dengan Candi Borobudur yang banyak turis dari manca negara. (pm2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang.

Author

Populer

Lainnya