Kerak Penggerak Kreativitas Siswa

Oleh : Anik Purwantari, S.Sn

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kesenian rakyat (kerak) sebagai salah satu bentuk ungkapan estetis masyarakat dan individu, erat hubungannya dengan sosial budaya masyarakat setempat. Kesenian adalah salah satu unsur yang menyangga kebudayaan. Ia berkembang menurut kondisi dari kebudayaan itu (Umar Kayam, 1981:15). Seperti halnya SMP Negeri 2 Sawangan yang terletak di dua lereng gunung yaitu Merapi dan Merbabu dikelilingi berbagai kesenian rakyat yang berkembang dengan subur.

Sebagai sekolah berbasis budaya memang sudah seharusnya tidak hanya menekankan pada aspek kecerdasan saja, namun harus selaras dan mengembangkan aspek kreativitas agar ilmu dapat seimbang serta berjalan sesuai yang diharapkan oleh satuan pendidikan. Pengembangan kreativitas siswa SMP Negeri 2 Sawangan dapat dilaksanakan melalui kesenian rakyat yang berada di lingkungan sekitar sekolah. Hal ini dapat dilakukan karena sebagian besar siswa sudah tergabung dalam kelompok kesenian di masing-masing dusun tempat tinggal siswa. Sehingga memudahkan siswa dalam mencerna, menghayati dan menerima pembelajaran praktik di kelas. Metode drill adalah cara pengajaran melatih kemampuan siswa dengan selalu berproses baik secara individu maupun kelompok, dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Menurut Hawkins (1990:12) kreativitas adalah jantungnya tari. Kreativitas adalah hal yang tidak bisa lepas dari tari. Untuk menciptakan suatu karya tari dibutuhkan kreativitas sebagai kemampuan memasukkan ide-ide berupa simbol dan objek. Kreativitas dalam seni tari dapat tercipta dengan kemampuan peserta didik yang terus menggali dan mengasah potensi yang ada dalam dirinya. Hal-hal kreatif tersebut juga berasal dari pengalaman dan keinginan pribadi untuk menampilkan bentuk berdasarkan imajinasi yang unik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk mengembangkan kreativitas siswa pada mata pelajaran seni budaya perlu adanya pembelajaran praktik-praktik langsung, bukan diberikan secara teoritis saja.

Baca juga:   Dengan Media Diorama Menulis Teks Diskusi Jadi Berirama

Salah satu standar kompetensi dasar pelajaran seni tari di SMP adalah merangkai gerak tari tradisional berdasarkan pola lantai dengan menggunakan unsur pendukung tari. Materi yang diajarkan yaitu tari tradisional kerakyatan disebut juga tari rakyat, agar siswa dapat mengenal kesenian yang ada di daerah. Setelah siswa dapat mengenal tari rakyat yang ada di daerah setempat, siswa diajak untuk berfikir dan menyampaikan gagasan kreatif dalam bentuk gerakan tari yang variatif. Tarian rakyat sebagai panduan karena membuat siswa lebih paham dan cepat mengerti.

Pembelajaran tari rakyat memiliki beragam pola gerakan dengan teknik tertentu, sehingga menjadi tantangan siswa mempelajari pola gerak, teknik, dan peka terhadap musik dalam memadukan gerakan menjadi suatu karya tari.
Seni merupakan salah satu stimulasi sikap kreatif, artinya melibatkan seni dalam pembelajaran dapat mengaktifkan lebih banyak area dalam otak. Para ahli saraf mengatakan bahwa bagian-bagian otak lebih banyak yang aktif akibat stimulasi kreatif. Keterlibatan dalam proses seni dapat meningkatkan spontanitas dan ekspresi diri, mengembangkan kontrol perhatian yang diperlukan untuk ketangguhan dalam menghadapi rasa takut, frustasi, dan kegagalan yang biasanya hadir ketika berusaha menciptakan karya (Suyadi, 2014:171).

Baca juga:   Pengaruh Internet Terhadap Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar

Oleh karena itu seni perlu diajarkan di sekolah, bukan hanya untuk menjadikan peserta didik sebagai seniman, atau hanya meningkatkan kemampuan kognitif akademik tetapi memiliki tujuan lebih. Yaitu sebagai salah satu stimulus mengembangkan kapasitas otak yang hampir tidak terbatas. Maka kreativitas sangat diperlukan untuk suatu pembaharuan dalam meningkatkan bakat minat siswa, sehingga dapat membentuk siswa yang kompetitif, berkualitas serta mampu bersaing. (pm2/lis)

Guru Seni Budaya SMPN 2 Sawangan, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya