Belajar Huruf Katakana dari Lagu Berbahasa Jepang

Oleh : Dwi Setiyanira C, S.Pd., M.M

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran jarak jauh masih harus kita lakukan selama masa pandemi. Sebagai guru harus terus mencari berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi agar materi dapat tersampaikan dan tujuan pembelajaran dapat dicapai. Tidak dipungkiri belajar secara daring ini memang menumbuhkan kejenuhan dan kebosanan siswa dalam belajar. Salah satunya adalah dalam belajar bahasa Jepang.

Belajar bahasa Jepang selain belajar bahasanya juga belajar budaya. Masinambouw (dalam Crista, 2012:1) menyebutkan bahwa bahasa dan kebudayaan adalah dua sistem yang melekat pada manusia.

Salah satu budaya yang dipelajari pada pembelajaran bahasa Jepang adalah huruf. Yaitu belajar huruf Jepang yang terdiri dari tiga jenis, yaitu huruf Hiragana, Katakana dan Kanji. Ketiga huruf ini dipelajari mulai dari kelas X hingga kelas XII, namun untuk huruf Kanji karena merupakan huruf yang sulit maka hanya beberapa huruf saja yang diajarkan.

Huruf Hiragana merupakan huruf Jepang yang digunakan untuk menulis kata asli Jepang, sementara salah satu fungsi huruf Katakana adalah digunakan untuk menulis kata serapan dari bahasa asing. Huruf Katakana dapat berasal dari bahasa Inggris, Spanyol dan bahasa lainnya. Kecuali huruf vocal a, i, u, e, dan o bunyi huruf Jepang berupa suku kata misalnya sa, shi, su, se, so dan seterusnya. Namun ada satu huruf konsonan yang berdiri sendiri yaitu n.

Baca juga:   Dampak Kematangan Emosi Siswa Terhadap Self Regulation

Pada buku pembelajaran bahas Jepang “Nihongo Kira Kira” yang digunakan pada SMA Negeri 1 Temanggung, muncul banyak kata serapan baik pada materi kelas X, XI dan XII. Sebenarnya bila siswa jeli, maka mereka akan mudah mengenali kata tersebut asli atau serapan dari bahasa asing.

Namun bila belum mengenal perubahan bunyi, memang terasa sulit, misalnya huruf “l” yang akan berubah bunyi menjadi “r”. Sebagai contoh pada kata library maka dalam bahasa Jepang akan berbunyi raiburari. Bila siswa sudah paham dengan perubahan bunyi tersebut, maka mereka akan lebih mudah mengenali apakah kata tersebut merupakan kata asli atau serapan.

Salah satu cara yang digunakan dalam pembelajaran huruf Katakana ini adalah menggunakan media lagu berbahasa Jepang. Sebelum guru memberikan tugas untuk mencari kata serapan dengan huruf Katakana, guru terlebih dulu memberikan pemahaman tentang huruf tersebut, bagaimana bentuk dan cara penulisan huruf, serta fungsi dari huruf tersebut. Kemudian aturan perubahan bunyi pada kata serapan juga disampaikan agar siswa lebih mudah ketika mencari kata serapan dalam lagu.

Berikutnya guru memberikan tugas siswa untuk memilih lagu berbahasa Jepang yang mereka sukai dan mencari kosakata dengan kata serapan. Hal yang harus dikerjakan oleh siswa dalam tugas tersebut adalah, mendengarkan lirik lagu pilihan mereka dengan saksama, kemudian mencatat kosakata yang merupakan kata serapan. Setelah itu siswa harus menulis ulang kata serapan tersebut dalam huruf Katakana dan mencari artinya. Selain itu untuk membah keterampilan membaca siswa, siswa diminta untuk membaca dan merekam kosakata yang mereka temukan tersebut.

Baca juga:   Penelitian Mandiri Tingkatkan Kemampuan Kognitif Siswa pada Pelajaran Biologi

Dari hasil tugas yang dikirmkan oleh siswa, hal ini ternyata cukup signifikan dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang penggunaan huruf Katakana dan tentang bahasa Jepang sendiri. Lagu yang banyak dipilih oleh siswa adalah “Funny Japanlish Song for Tokyo Olimpic”. Dalam lagu tersebut terdapat banyak sekali kosakata serapan yang muncul.
Dari beberapa kosakata yang mereka temukan akhirnya mereka dapat mengenali bagaimana perubahan bunyi dari bahasa Inggris menjadi bahasa Jepang. Belajar dengan lagu selain menarik juga dapat menambah motivasi siswa dalam belajar. Lagu sebagai salah satu media pembelajaran sangat berpengaruh pada daya kreatif siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Lazanov yang dikutip dari penelitan Jumaryatun dan kawan-kawan (2014) yang menyatakan bahwa musik berpengaruh pada guru dan siswa. Guru dapat menggunakan lagu untuk menata suasana hati, mengubah keadaan mental siswa, dan mendukung lingkungan belajar siswa. (pm2/lis)

Guru Bahasa Jepang SMA Negeri 1 Temanggung.

Author

Populer

Lainnya