Amcerda Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa

Oleh: Suryam, S.Pd.SD.,M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA masa pandemi ini kebiasaan menulis anak-anak menurun seiring pesatnya perkembangan gawai dan pembelajaran daring. Penugasan tentang kepenulisan atau lebih luas disebut literasi, pada pembelajaran daring persentasenya lebih sedikit dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Pembiasaan literasi pada tatap muka dilaksanakan rutin pada awal pembelajaran, pada daring belum tentu. Jika pun ada kurang terarah. Guru tidak bisa memantau langsung bagaimana anak membaca dan menulis. Bisa jadi anak-anak diberi tugas menulis atau membaca malah bermain game. Ketertarikan anak-anak dalam menulis dan membaca sudah tidak seperti dulu sebelum pandemi. Setiap hari mereka memegang gawai yang konten dan aplikasi hiburan lebih menarik minat mereka. Alhasil kemampuan menulis tidak berkembang optimal.

Menulis adalah hal krusial dalam pengembangan potensi anak. Melalui aktivitas menulis, anak akan terbiasa mengontrol gerakan motorik nya dan memiliki persepsi visual yang baik. Seorang Psikolog, Marcelina Melisa menyebutkan bahwa menulis mempunyai manfaat besar dalam meningkatkan kemajuan cara berpikirnya. Setidaknya ada tiga manfaat utama menulis, yaitu dapat meningkatkan kemampuan motorik halus, melatih kreativitas, dan meningkatkan daya ingat siswa dalam memahami pelajaran.

Aktivitas menulis (menggunakan buku dan bulpoint atau pensil) lebih dapat mengakomodir manfaat di atas, sehingga menjadi sangat penting daripada mengetik dengan keyboard. Seperti diungkapkan Profesor Audrey van der Meer pada risetnya pada tahun 2017. Dengan merekam dan melacak aktivitas gelombang otak saat anak-anak melakukan kegiatan menulis di atas buku dengan pena dan mengetik pada keyboard. Hasil penelitiannya otak anak lebih aktif jika menulis dengan pena daripada dengan keyboard. Tulisan tangan memberikan otak lebih banyak ruang untuk mengingat.
Masalahnya bagaimana agar anak tertarik untuk menulis sehingga terampil menulis?

Baca juga:   Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Anekdot dengan Karikatur

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dapat diperoleh dengan dua hal, yaitu berlatih (secara sistematis, terus menerus, dan disiplin), dan pengetahuan tulis menulis. Dalam hal ini guru dan orang tua dapat membuat aktivitas menulis anak di buku tulis.

Penulis menggunakan modul yang diberi nama Amcerda, singkatan dari Asiknya Menulis Cerita Rakyat Demak. Kebetulan penulis domisili di kabupaten Demak. Daerah lain bisa menyesuaikan. Dengan modul Amcerda, selain memberikan manfaat seperti ulasan di atas, juga dapat memberi pengetahuan siswa akan cerita daerahnya. Anak-anak sekarang sebagian besar asing dengan cerita daerahnya yang memiliki nilai historis dan eksentrik tinggi. Masing-masing daerah di Indonesia rata-rata memiliki cerita unik dan menarik yang dapat mengundang penasaran anak. Sehingga anak akan tertarik membaca dan menuliskannya kembali. Istilahnya sekali mendayung 2,3 pulau terlampaui. Hasil utama anak-anak dapat meningkatkan keterampilan menulis.

Modul yang diterapkan di SDN Karangasem Mranggen Demak ini, diberikan anak dengan menggunakan fasilitas google class room. Atau bisa menggunakan Watshap grup. Setiap hari atau hari tertentu anak diberi tugas membaca cerita daerah, kemudian diminta menuliskannya kembali pada buku tulis. Pada modul disertakan pengetahuan kepenulisan, dijelaskan bagaimana tulisan baik dan benar. Seperti memperhatikan huruf kapital, tanda baca, kata baku, dan ketentuan menulis lainnya. Kegiatan menulis ini akan lebih optimal jika diberikan tiap hari sebagai tugas pembiasan literasi. Sebelum pelajaran utama dimukai. Hasil tulisan anak kemudian difoto dan diaploud ke google class room atau Watshap. Dalam hal ini guru perlu meminta peran aktif orang tua. Keterlibatan orang tua sangat menunjang keberhasilan kegiatan ini mengingat aktivitas menulis di rumah tanpa kendali guru secara langsung. Guru tidak lupa selalu memberikan umpan balik. Kesalahan-kesalahan kepenulisan bisa dibahas di grup Watshap atau jaringan pribadi. Jika hal ini bisa dilakukan dengan disiplin, terus menerus, dan sistematis, keterampilan menulis meningkat dan anak-anak akan terjaga perkembangan otaknya meski belajar dalam jaringan. (agu1/zal)

Baca juga:   Discovery Learning, BDR menjadi Menarik

Guru SDN Karangasem Mranggen Demak.

Author

Populer

Lainnya