Berkisah dengan Montase

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mengungkap pengalaman mengajar di kelas yang dialami setiap guru sangat menarik. Beragam karakter, kebiasaan, dan gaya belajar siswa menjadi warna dalam kegiatan belajar mengajar. Sering kali guru menjumpai siswa yang aktif berbicara, selalu ada cerita yang dibagikan kepada teman-teman. Akibatnya, ia tidak dapat menyelesaikan tugas di kelas.

Namun, anehnya siswa yang banyak berbagi cerita tersebut sering merasa kesulitan ketika harus menuangkan ceritanya dalam bentuk tulisan. Hal ini sering guru temui dalam pelajaran bahasa.

Pembelajaran bahasa meliputi empat aspek yang saling berkaitan, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Di kelas rendah, pembelajaran bahasa sering mengalami kendala tersebut. Banyak metode dicoba guru untuk membantu siswa mengungkapkan ide dalam tugas menulis cerita. Mulai dari memberi contoh narasi sederhana, menceritakan kembali cerita yang di dengar, hingga bercerita menggunakan gambar seri.

Contoh narasi sederhana dapat guru jumpai di buku paket maupun cerita pendek pada majalah anak. Sumber dari majalah anak ceritanya beragam, dapat disesuaikan dengan tema serta panjang pendeknya cerita. Guru menceritakan kembali secara ringkas inti cerita dari bacaan yang telah dibacanya. Dengan mengambil intisari cerita, guru memberi contoh narasi sederhana yang ditulis maupun diceritakan secara lisan.

Cara yang lain adalah dengan menyajikan gambar seri. Selain sudah tersedia pada buku paket pegangan siswa, guru juga dapat mengambil dari internet ataupun sumber lainnya. Alur cerita dan gambar dapat dipilih sesuai tema. Kelebihan menggunakan gambar seri siswa akan terbantu dalam bercerita dengan melihat gambar beserta urutannya.

Baca juga:   Sosialisasi Aksi Pemberdayaan Menggunakan Newsletter

Dengan demikian siswa lebih mudah mengembangkan menjadi cerita sederhana. Guru dapat menambah pilihan kata sambung yang mudah digunakan dan diingat oleh siswa, sehingga cerita yang disampaikan lebih runtut dan bagus. Namun, sering masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan membuat kalimat untuk menceritakan gambar seri tersebut.

Hal ini bisa disebabkan gambar seri yang disediakan tidak akrab dengan kehidupan siswa. Selain itu apabila siswa harus menceritakan secara lisan, siswa yang mendapat giliran akhir tidak lagi mendapat perhatian dari siswa yang lebih dulu bercerita. Karena ceritanya sama dan diulang-ulang.

Untuk mengatasi masalah tersebut, guru dapat mempertalikan pelajaran bahasa Indonesia dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) dengan membuat montase. Montase adalah karya seni tempel yang mengombinasikan gambar-gambar jadi dari berbagai sumber menjadi susunan karya seni baru. Sumber yang dimaksud dapat digunakan koran, majalah bekas, buku yang tidak digunakan, brosur atau lainnya. Hal itu penulis terapkan di SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Untuk mengawali, guru memberikan tugas dan menjelaskan tujuan penugasan kepada siswa. Siswa ditugaskan mencari empat atau lima gambar bebas yang didapat dari berbagai sumber/media cetak. Pada hari yang telah ditentukan, siswa mulai menempelkan gambar-gambar yang dibawanya pada kertas manila atau HVS. Siswa juga diperkenankan menambahi gambar untuk memperindah tampilan. Setelah montase selesai, siswa secara berkelompok kecil menceritakan karyanya masing-masing. Teman lain dalam kelompok dapat menambahi atau memberi tambahan ide cerita.

Baca juga:   Simple, Fokuskan Siswa Belajar melalui Metode CPD

Setelah siswa bergantian menceritakan karyanya, siswa dapat menuangkan kisah imajinasinya ke dalam tulisan. Tentu saja cerita yang dihasilkan akan lebih menarik dan beragam. Tidak seperti gambar seri yang terdapat pada buku paket atau yang disajikan oleh guru, setiap siswa akan berbeda cerita dengan siswa lainnya.

Pilihan kata dan ide cerita akan lebih beragam, sehingga siswa lain akan tertarik mengikuti kisah teman lainnya. Selain itu, montase yang dihasilkan akan merangsang daya imajinasi siswa. Mereka berlomba untuk membuat montase sebagus dan semenarik mungkin. Karena semakin menarik montase yang dibuat maka akan semakin menarik pula cerita yang akan dihasilkan. (dd1/lis)

Guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga.

Author

Populer

Lainnya