Peran Guru IPA dalam Upaya Pemahaman Kesehatan Reproduksi Remaja

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Remaja dapat didefinisikan secara biologis sebagai perubahan fisik yang ditandai oleh permulaan pubertas dan penghentian pertumbuhan fisik; secara kognitif, sebagai perubahan dalam kemampuan berpikir secara abstrak atau secara sosial, sebagai periode persiapan untuk menjadi orang dewasa (Jeffrey Jensen, 2007). Usia rata-rata mulai pubertas adalah 11 tahun untuk anak perempuan dan 12 tahun untuk anak laki-laki (Robert V, 2010).

Pada masa remaja terjadi kecenderungan peningkatan berbagai perilaku yang berisiko dan ketertarikan pada berbagai hal yang bersifat seksual. Berdasarkan survei secara umum yang melatar belakangi remaja menikah dini karena sudah melakukan seks pra nikah (Amanda, 2017). Data tentang remaja melakukan seks pra nikah dapat dilihat pada hasil Survei Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP 2019). Di Jawa Tengah ada sekitar 1,9 persen remaja laki-laki yang sudah melakukan hubungan seksual sebelum menikah sementara remaja perempuan sebanyak 0,4 persen (BKKBN, 2019).

Melihat kondisi ini, tindakan preventif sangatlah penting, apalagi di masa pandemi covid 19 ini, dimana anak-anak usia sekolah memegang HP dari pagi bangun tidur sampai malam menjelang tidur. Sehingga siswa dengan mudah mengakses internet, dan yang dikhawatirkan membuka situs-situs porno atau situs dewasa, yang seharusnya belum boleh diakses anak di bawah umur.

Baca juga:   Matras Bidang Miring Solusi Mengatasi Kesulitan Belajar Materi Senam Lantai Guling Belakang

Salah satu pihak yang mampu memberikan pendidikan kesehatan reproduksi kepada remaja secara tepat adalah sekolah. Sekolah terutama guru sebagai pendidik dan pengajar berperan sebagai media yang efektif untuk menyebarluaskan dan memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi pada remaja. Hal ini juga didukung oleh kurikulum pendidikan di sekolah yang memasukan kesehatan reproduksi di dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas IX semester gasal, dengan KD “Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada sistem reproduksi dengan penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan reproduksi”.

Pemberian pendidikan kesehatan reproduksi di Indonesia masih sangat minim. Pendidikan kesehatan reproduksi remaja di sekolah sangat penting sebagai awal preventif dalam memberikan alternatif solusi untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi siswa. Kenyataan tersebut membuat guru menjadi pilihan yang lebih tepat untuk memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi pada remaja. Dalam masa pandemi ini dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), pembelajaran dapat dilakukan dengan media google meet. Pada saat guru menyampaikan materi tentang reproduksi manusia dan penyakit reproduksi manusia harus bisa menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak menimbulkan persepsi yang malah membuat siswa menganggapnya sesuatu yang tabu atau porno. Guru juga harus lebih menekankan pada siswa untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis sebelum ada pernikahan. Dan menekankan akibat yang ditimbulkan jika melakukan hubungan seksual pada usia dini yaitu akan memunculkan berbagai penyakit reproduksi. Bisa juga dengan membuat program pelatihan tentang kesehatan reproduksi bagi siswa dan setelah itu juga membuat peer educator atau teman sebaya bagi temannya. Pelatihan agar mampu memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi kepada para siswa dengan tepat. Pada pelatihan ini siswa akan memperoleh pengetahuan kesehatan reproduksi dan keterampilan menjadi fasilitator melalui diskusi kelompok.

Baca juga:   Media Realia Tingkatkan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Menulis

Dengan adanya materi sistem reproduksi manusia dan penyakitnya serta program pelatihan kesehatan bagi siswa ini diharapkan siswa akan dapat memahami tentang perlunya pencegahan terhadap pergaulan bebas dan kesehatan reproduksi. Sehingga siswa dapat mengantisipasi atau mencegah/preventif apa yang harus dilakukannya, sehingga bisa menanggulangi pergaulan bebas dimana perkembangan jaman yang semakin cepat dan dinamis ini. (bs2/ton)

Guru IPA SMP N 9 Salatiga.

Author

Populer

Lainnya