Asyik Belajar Pengaruh Iptek dengan Model Chair Of King

Oleh: Dra. Muntafiyah, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, THE Chair Of King merupakan suatu model pembelajaran yang baru, inovatif serta kreatif yang dibuat dalam rangka pencapaian tujuan yang optimal dari proses pembelajaran khususnya materi Pengaruh Iptek terhadap Indonesia. Dengan demikian, dalam proses belajar mengajar tersebut perlu adanya suatu penerapan model pembelajaran yang tepat agar tujuan diatas dapat tercapai. Model pembelajaran tersebut adalah game The Chair Of King.

Pada dasarnya the chair of king sebagai model pembelajaran adalah konsep dengan istilah yang dimunculkan oleh guru Sosiologi di Madrasah kami dengan model penulis sendiri. Secara etimologis, The Chair Of King itu sendiri terdiri dari dua istilah, yaitu Chair (Bahasa Inggris) yang artinya adalah kursi dan King (Bahasa Inggris) yang artinya raja. Dengan demikian, jika kedua istilah ini digabungkan menjadi satu istilah, maka terbentuklah konsep the chair of king yang selanjutnya akan dijadikan sebagai sebuah nama dalam model pembelajaran yang diterapkan guru di dalam kelas.

Sedangkan secara harfiah, the chair of king diartikan sebagai model pembelajaran yang menerapkan bentuk permainan atau lomba dari peserta didik untuk jadi seorang raja yang duduk di kursi atau singgasananya. Kursi atau yang diibaratkan sebagai singgasana tempat duduk peserta didik ini didapatkan dari kursi peserta didik yang diambil dan ditaruh didepan kelas. Kursi yang diambil dan ditaruh depan tersebut disebut dengan istilah The Chair Of King. Artinya, bagi peserta didik yang bisa duduk di kursi depan akan menjadi seorang raja dan menguasai rakyatnya (peserta didik satu kelas). Untuk menjadi seorang raja, peserta didik terlebih dahulu melakukan seleksi yang sistemnya sudah ditentukan oleh guru.

Baca juga:   Penerapan Metode Mind Mapping pada Pembelajaran Tematik

Seleksi ini dilakukan dengan cara pemberian pertanyaan yang sudah disiapkan oleh guru sebelumnya. Untuk penjelasan sistem pelaksanaanya akan dibahas pada bab selanjutnya. Dengan demikian, konsep The Chair Of King ini lebih mengarah kepada suatu bentuk permainan dalam kerajaan yang imajinatif dan peserta didik diperankan untuk bisa menjadi seorang raja di depan kelasnya. Bagi peserta didik yang mampu duduk di kursi raja tersebut akan mendapatkan nilai lebih dari guru dan mampu menyuruh teman-temannya yang kalah dalam permainan tersebut.

Karena melihat pengaruh Iptek terhadap Indonesia begitu luar biasa maka penulis mencoba menerapkan model pembelajaran yang menyenangkan dengan model game The Chair Of King adalah model yang tepat untuk diterapkan. Pada intinya, model pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik serta meningkatkan pemahaman belajar.

Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh adalah: Peserta didik dijelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik siap belajar. Peserta didik disajikan informasi secara verbal. Peserta didik diberikan penjelasan tentang tata cara pembentukan tim belajar dan membantu kelompok melakukan transisi yang efisien. Peserta didik dibentuk menjadi 4 kelompok yang selanjutnya disebut kerajaan.
Kerajaan akan dipimpin oleh seorang raja yang memiliki kekuasaan untuk mengatur keluarga dan rakyatnya, termasuk menunjuk utusan untuk menyampaikan informasi (materi) yang pada akhirnya para raja akan saling menaklukkan dan hanya tersisa satu raja yang menduduki Chair of King. Peserta didik mendiskusikan secara berkelompok sesuai materi yang diperoleh dari kertas kerja, tim-tim belajar dibimbing guru. Masing-masing kelompok mengirimkan 3 anggota untuk mencari informasi ke kelompok lain. Peserta didik diberikan pengakuan atau penghargaan dengan pertanyaan kepada raja, yang bisa menjawab paling banyak akan mendapat tambahan rakyat (anggota) dari kelompok lain masing-masing (mendapat 3 anggota dari kelompok lain) dan dinobatkan sebagai raja yang paling hebat (berkuasa).

Baca juga:   Belajar Konsep Ruang melalui Peta dengan Multimedia Ular Tangga

Berdasarkan KKM yang telah ditetapkan bahwa hasil belajar PPKn peserta didik ditentukan apabila 85 % dari jumlah peserta didik mendapat nilai 70 ke atas. Dari hasil tindakan dengan penerapan model dengan Chair of King prestasi belajar PPKn terdapat peningkatan yang signifikan. Dari analisis data diketahui jumlah peserta didik mendapat nilai 75 ke atas mencapai 89,29% dari 25 peserta didik, sehingga diasumsikan bahwa sebagian besar peserta didik telah menuntaskan belajar PPKn. (ss2/zal)

Guru MAN 2 Kabupaten Semarang

Author

Populer

Lainnya