Penilaian Pendidikan Agama Islam Berbasis Android

Oleh : Imam Subehi S.Ag MSI

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SEKOLAH modern berisi para siswa yang banyak berbicara, banyak bergerak, berfikir bercabang dan butuh didengarkan. Berbagai kemajuan teknologi digital telah memunculkan kecerdasan buatan (R Arifin Nugroho, 2018:14).

Kemajuan teknologi dan informasi baru pada masa sekarang ini sangat berperan dalam perubahan berbagai aspek kehidupan, mulai dari dunia kerja, pendidikan, hiburan, periklanan, dan lain-lain. Sekarang hampir semua orang memiliki smartphone. Bahkan sudah seperti kebutuhan primer. Setiap orang harus memiliki akses informasi yang ada dan akan mudah didapat dengan adanya smartphone tersebut tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.

Akses informasi yang cepat dan adanya smartphone sangat mempengaruhi dunia pendidikan. Peserta didik yang telah banyak memiliki smartphone dan mereka pandai mengoperasikannya, merasa lebih senang bermain game dari pada bermain dengan temannya dan untuk belajar. Ini menjadi bidang garapan para guru, bagaimana dapat mengubah pola pikir siswa dari penggunaan smartphone untuk bermain (game) menjadi smartphone untuk belajar. Inilah sebabnya, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk kelancaran pelaksanaan pembelajaran dan penilaiannya melalui smartphone yang dimiliki peserta didik.

Pemerintah telah membantu peserta didik dalam pengadaan sarana dan prasarana pendukung kemajuan teknologi. Misalnya pemberian bantuan berupa tablet kepada sekolah-sekolah, kuota internet bagi peserta didik, mahasiswa, guru, dan dosen. Semua bantuan ini sangat diperlukan sekolah dan peserta didik dalam menyosong era industri 4.0. Selain untuk pembelajaran, tablet dan smartphone ini bisa dimanfaatkan untuk penilaian berbasis online, sebagaimana pembelajaran PAI-BP.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Matematika dengan Snowball Throwing Berbantu Papan Pengurangan

Penilaian PAI-BP berbasis android yang sering dipakai di SMA Negeri 1 Pangkah, Kabupaten Tegal, mulai sebelum masa pandemi Covid-19 sampai sekarang adalah microsoft form yang diakses melalui aplikasi mobile exam. Microsoft form adalah sebuah web tool untuk penilaian interaktif yang dapat digunakan ketika pembelajaran di kelas maupun untuk tugas/pekerjaan rumah.

Cara membuat microsoft form sebagai berikut, 1) masuk ke www.office.com lalu klik sign in. 2) Pilih sign in, masuk dengan akun dan password yang telah dimiliki. 3) Tampil menu-menu aplikasi Microsoft 365, pilih form atau formulir. 4) Klik kuis baru (new quiz). 5) Jika sudah masuk, buatlah kuis dengan cara mengetik judul dan deskripsi. 6) Kemudian mulai mengetik soal dengan klik add new yang berisi soal dan jawaban serta kunci jawaban. 7) Untuk menambah soal, maka klik add new dan seterusnya. 8) Atur setting form, misalnya siapa yang dapat mengisi formulir ini, pilihan tanggapan (mulai tanggal, tanggal akhir, acak pertanyaan). 9) Ketika pengaturan kuis sudah dilaksanakan, kemudian klik bagikan, bisa berupa link maupun qr-code. 10) Akan muncul tampilan selanjutnya yaitu qr-code atau link yang digunakan untuk masuk dalam pengerjaan soal.

Baca juga:   Implementasi Blanded Learning pada Pembelajaran 4.0, Tingkatkan Literasi Digital

Cara pengerjaan soal adalah, 1) peserta didik membuka aplikasi mobile exam yang telah di-install di smartphone. 2) Pilih pindai kode qr atau masukkan link ujian. 3) Peserta didik akan masuk secara otomatis jika memindai qr-code, sedangkan untuk link ujian pilih mulai. 4) Peserta didik mengerjakan soal yang diujikan.
Penilaian menggunakan microsoft form yang diakses dengan aplikasi mobile exam ini dapat dijadikan alternatif untuk melakukan penilaian berbasis android. Penilaian ini juga bisa digunakan untuk evaluasi pilihan ganda dan jawaban singkat, akan tetapi paling akurat jika pilihan ganda karena jawaban singkat memerlukan jawaban yang sama dengan kuncinya. Jika sedikit berbeda maka tidak dikategorikan jawaban benar. Setelah peserta didik mengirim jawaban (submit), maka guru dan peserta didik langsung dapat melihat hasilnya dan analisisnya secara cepat. (gb1/ida)

Guru SMA Negeri 1 Pangkah Kabupaten Tegal

Author

Populer

Lainnya