Materi Penjumlahan Lebih Mudah dengan Abakus

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Menurut Asep Heri Hernawan (2003:8.27) mata pelajaran matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar berisi bahan pelajaran yang menekankan agar siswa mengenal, memahami serta mahir menggunakan bilangan dalam kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Materi yang disajikan akan membantu siswa berpikir rasional dan logis sehingga meningkatkan pola pikir secara mandiri dan tajam.

Banyak peran yang harus dilakukan guru dalam upaya melaksanakan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Pembelajaran dikemas melalui metode, strategi ataupun media yang menarik dan tidak membosankan. Berbagai upaya telah dilakukan guru untuk meningkatkan kreativitas siswa tentang penjumlahan pada siswa kelas 3 SD Negeri 3 Manggungsari Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal, namun belum mencapai hasil yang optimal sehingga hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Guru berinovasi dengan menggunakan media abakus untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kreativitas siswa tentang penjumlahan.

Baca juga:   Permasalahan PJJ Daring IPA Bagi Guru Kelas Rendah SD

Abakus adalah media yang digunakan untuk berhitung yang terbuat dari kayu atau plastik dengan sederetan tusuk berisi manik-manik yang digunakan untuk berhitung. Abakus juga memiliki banyak kelebihan diantaranya mudah di bawa ke mana-mana, mempunyai variasi dan teknik yang dilengkapi dengan tata cara penggunaanya, dapat disiapkan oleh guru ataupun siswa, dapat mengatasi terbatasan ruang dan waktu, murah untuk didapat dan memudahkan siswa dalam pemahaman tentang penjumlahan.

Langkah-langkah penggunaan media abakus sangat mudah sehingga semua siswa tidak merasa terbebani. Nilai bilangan ditunjukkan dengan mendorong manik-manik ke atas atau ke samping. Abakus yang digunakan memiliki 10 tusuk. Setiap tusuk berisi sepuluh manik manik dengan warna yang berbeda. Masing-masing tusuk menunjukkan nilai satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluhan ribuan dan seterusnya. Setiap manik mewakili 1 bilangan sesuai dengan nilainya. Terlebih dahulu guru menjelaskan bagaimana cara menggunakan abakus. Guru memperagakan angka yang mudah yaitu 361 + 38, yaitu dengan cara memindahkan ke depan 3 manik pada nilai ratusan, 6 manik pada nilai puluhan dan 1 manik pada nilai satuan untuk menunjukkan 361. Setelah itu nilai satuan ditambah 8 manik dan nilai pulahannya ditambah 3, sehingga nilainya menjadi 399.

Baca juga:   Atasi Kesulitan Belajar Bangun Ruang dengan Video Pembelajaran

Dalam pembelajaran guru memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk mengembangkan diri. Siswa tidak saja menghafal konsep belaka, tetapi lebih menekankan pada suatu kegiatan yang menghubungkan konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Proses belajar siswa menjadi lebih bermakna karena orientasi mengajar guru tidak hanya pada segi pencapaian prestasi akademik saja melainkan juga diarahkan untuk mengembangkan sikap dan minat belajar serta potensi dasar siswa.

Pada akhir pembelajaran guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil penugasan yang sudah diberikan baik secara individu maupun kerjasama dalam kelompoknya. Semua siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran dengan mengaktifkan lebih banyak indera dari pada hanya mendengarkan penjelasan guru. Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa melalui media abakus dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa tentang penjumlahan yang berimbas pada peningkatan hasil belajar. (ips1/ton)

Guru SD Negeri 3 Manggungsari, Kec. Weleri, Kab. Kendal

Author

Populer

Lainnya