Penilaian Psikomotor dengan Video Dapat Meningkatkan Prestasi dan Kreativitas Siswa

Oleh : Tri Murti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sebelum pandemi dulu pernah punya gagasan untuk mengadakan penelitian tentang penggunaan video dalam pembelajaran mapel prakarya untuk penilaian psikomotorik/praktik membuat kerajinan ataupun masakan. Dengan alasan guru mengalami kesulitan dalam penilaian praktik membuat karya kerajinan baik dari kelas 7 sampai kelas 9 SMP Negeri 2 Kaloran Kabupaten Temanggung.

Dengan berbagai alasan siswa tidak mengumpulkan tugas karya tepat waktu. Baru mengumpulkan setelah ditagih beberapa kali dan waktunya mepet dengan batas waktu akhir pengumpulan sehingga nilainyapun kurang bagus.

Video merupakan salah satu media audio visual yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran karena dapat meningkatkan hasil pembelajaran. Media audio visual dapat menampilkan unsur gambar (visual) dan suara (audio) secara bersamaan pada saat mengkomunikasikan pesan atau informasi. Media video diklasifikasikan sebagai media audio-visual.

Seiring berjalannya waktu, dan masuk era pandemi yang mengharuskan siswa belajar di rumah (PJJ), dimana siswa berkesempatan memegang HP setiap hari, semakin sulit lagi menilai tugas praktik siswa.

Karena siswa sibuk bermain dengan handphone baik itu bermain game bersama (mabar) ataupun yang lainnya. Dari status siswa di HP kebanyakan berisi foto atau video kegiatan mereka baik yang berkaitan dengan pembelajaran maupun kegiatan yang lain.
Dari keadaan tersebut, penulis teringat gagasan sebelum pendemi untuk mengadakan penelitian tentang pembuatan video praktik membuat kerajinan tangan. Dengan harapan nilai praktik siswa akan lebih baik. Gayungpun bersambut.

Baca juga:   Sosiodrama Tingkatkan Pemahaman Siswa Mengenai Peristiwa Rengasdengklok

Menurut Dirjen Kemdikbud dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., dalam kegiatan webinar Kiat Mengatasi Kejenuhan Belajar Selama Pembelajaran Jarak Jauh yang diselenggarakan oleh Kominfo bekerja sama dengan Siberkreasi pada Kamis, 4 Maret 2021 dijelaskan pandemi Covid-19 sudah memberikan pembelajaran kepada kita semua untuk bisa beradaptasi dengan kecepatan perkembangan teknologi informasi.

Mulailah mengadakan penilaian aspek psikomotorik/keterampilan dengan menugaskan siswa membuat video karya kerajinan dengan membuat perencanaan terlebih dahulu. Dan hasilnya pada pertama penugasan ada peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan sebelumnya. Yaitu dari 55 persen siswa yang mengumpulkan tugas menjadi 85 persen. Adapun 15 persen siswa tidak mengumpulkan dengan alasan kesulitan signal (kondisi geografis yang berbukit) dan HP yang masih model lama (milik orang tua karena siswa belum punya sendiri).

Perlu diketahui bahwa SMPN 2 Kaloran kondisi ekonomi orang tua yang sebagian besar adalah buruh sehingga kebanyakan belum mampu membelikan HP sendiri.
Selang dua bulan pada penugasan kedua, pembuatan video praktik siswa mengalami peningkatan tidak hanya jumlah siswa yang mengumpulkan tetapi juga kualitas hasil video praktik siswa. Hampir 100 persen siswa mengirimkan tugas dan semakin bervariasi dalam mengerjakan tugas.

Baca juga:   Safety Ridding dan Darurat Narkotika Solusi MPLS Antiperpeloncoan

Manfaat media video menurut Aqib (2013:51) antara lain: pembelajaran lebih jelas dan menarik; proses belajar lebih interaksi; efisiensi waktu dan tenaga; meningkatkan kualitas hasil belajar; belajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja; menumbuhkan sikap positif belajar terhadap proses dan materi pembelajaran.
Kelebihan media video menurut Rusman (2012:220) yaitu: video dapat memberikan pesan yang dapat diterima lebih merata oleh siswa; video sangat bagus untuk menerangkan suatu proses; mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, lebih realistis dan dapat diulang atau dihentikan sesuai kebutuhan, serta; memberikan kesan yang mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap siswa.

Dari beberapa pendapat di atas benarlah bahwa penilaian psikomotor dengan video dapat meningkatkan prestasi dan kreatifitas siswa. Setidaknya, itulah pengalaman berharga dalam pelaksanaan belajar mengajar mata pelajaran prakarya di SMP Negeri 2 Kaloran Kabupaten Temanggung tahun pelajaran 2020/2021, yang menuntut guru lebih kreatif dan variatif dalam mengajar. (agu2/lis)

Guru Prakarya SMPN 2 Kaloran, Kabupaten Temanggung.

Author

Populer

Lainnya