Pembiasaan dan Pelatihan dalam Pendidikan Karakter

Oleh : Suryati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Masa pandemi Covid-19 ini merupakan masa sulit yang banyak dihadapi berbagai pihak. Hampir semua sektor menghadapi berbagai masalah. Demikian juga dengan dunia pendidikan, berbagai masalah terjadi secara terus menerus. Banyak pendidik dan juga peserta didik mengeluh tentang proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh.

Waktu satu tahun selama peserta didik belajar dari rumah ini ternyata mampu mengubah karakter dan perilaku peserta didik. Perubahan yang terjadi pada peserta didik lebih condong dan lebih banyak kearah perilaku negatif. Selain terjadi penurunan karakter dan perilaku, aktivitas peserta didik secara motorik juga mengalami penurunan yang cukup besar. Peserta didik lebih banyak duduk dan memegang gadget mereka daripada bergerak. Semua ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik untuk menemukan metode ataupun strategi dalam mendampingi peserta didik. Peserta didik kelas VI di SD Negeri Mangunsari 01 Kota Salatiga yang berjumlah 40, juga menghadapi masalah yang sama dengan peserta didik di sekolah-sekolah lainnya.

Pada saat pembelajaran tatap muka, guru dapat dengan mudah mendampingi peserta didik dalam pendidikan karakter, dengan menasehati, menegur, dan juga mengarahkan. Saat pembelajaran jarak jauh ini, berbagai metode sudah dilakukan guru, misalnya dengan menghubungi peserta didik melalui telepon selular, baik milik sendiri maupun milik orang tua, untuk mengingatkan tentang kewajiban peserta didik yang berkaitan dengan kompetensi pengetahuan, sekaligus yang berhubungan dengan kompetensi sikap. Tetapi cara ini ternyata kurang efektif, peserta didik masih bisa menutupi kesalahannya dengan berbagai cara dan akalnya. Guru kemudian menggunakan beberapa metode yang dikolaborasikan. Metode yang digunakan adalah 1) penggunaan google meet untuk melakukan presensi kehadiran peserta didik. Presensi dilakukan pada pagi hari jam 07.00 untuk peserta didik yang memiliki hand phone sendiri, dan bagi yang hand phone nya milik orang tua, maka guru akan menyapa lewat orang tua. Tujuan presensi pagi hari ini adalah melatih disiplin anak untuk tetap bangun pagi hari. Pada saat berkomunikasi dengan peserta didik di room meeting itulah, ada peserta didik yang belum mandi, maka guru akan mengingatkan supaya pertemuan selanjutnya sudah harus mandi. Komunikasi pagi hari ini, dilakukan guru hanya dalam waktu 30 menit saja, 2) guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk melakukan kegiatan membantu orang tua di rumah, dengan cara divideo dengan durasi waktu hanya 2 menit. Video ini kemudian dikirimkan kepada guru. Tujuan kegiatan ini adalah melatih peserta didik untuk bergotong royong membantu orang tua di rumah, 3) peserta didik diminta untuk berjalan-jalan disekitar rumah untuk melihat lingkungan sekitar. Hasil pengamatan ini dilaporkan dalam bentuk laporan tertulis dengan ditulis tangan. Bentuk laporan bebas, peserta didik hanya menuliskan apa saja yang dilihat pada saat berjalan-jalan. Tujuan kegiatan ini adalah melatih peserta didik untuk melakukan kegiatan mengamati lingkungan, melatih motorik siswa dalam menulis, sekaligus berlatih menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Kegiatan nomor 1 dilakukan setiap hari, sedangkan kegiatan nomor 2 dan 3 dilakukan berselang seling, supaya peserta didik tidak bosan.

Baca juga:   Piala Bergilir Pengantar Sekolah Bersih dan Asri

Tiga hal tersebut setelah dilaksanakan selama lima bulan, mulai terlihat hasilnya. Berdasarkan laporan orang tua, anak-anaknya mulai terbiasa bangun pagi tanpa harus dibangunkan dan mau mandi pagi. Anak juga mengatakan lebih menyukai belajar dialam daripada harus menghadapi hand phone terus menerus. Hasil tulisan tangan peserta didik juga mengalami kemajuan yang besar. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Richard Decaprio (2013:24), bahwa pembelajaran motorik akan membuat siswa mengalami kondisi nyata dan menjauhkan mereka dari kondisi stres maupun hal lainnya yang dapat mengganggu kondisi psikologis mereka. (dd1/ton)

Guru Kelas VI SD Negeri Mangunsari 01 Salatiga.

Author

Populer

Lainnya