Flipped Classroom sebagai Alternatif Pembelajaran IPS pada PTM Terbatas

Oleh: Mujirin, S.Pd., M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PERKEMBANGAN kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan, sehingga Pemerintah mengkaji kebijakan pembelajaran masa pandemic Covid-19 sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik. Prinsip utama penyelenggaraan pembelajaran selama pandemi adalah kesehatan, keselamatan pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan hak anak selama pandemic Covid-19.

Kendala dalam kegiatan belajar dari rumah seperti: siswa sulit konsentrasi, terbatasnya akses internet, kurang semangat, sulit komunikasi dengan guru, keterbatasan pengetahuan orang tua, belum mampu mengoptimalkan media, tidak memiliki perangkat TIK. Berdasarkan survey, belajar dari rumah di masa pandemic Covid-19, sebanyak 71 % peserta didik terkendala belajar dari rumah. (Puslitjak, Kemdikbud 2021)

Pada tahun pelajaran 2021/2022 Pemerintah berencana menetapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan ketentuan: jumlah rombel dibatasi (maksimal 18 peserta didik), waktu pembelajaran tatap muka dibatasi, dan penyederhanaan kurikulum 2013.

Salah satu model pembelajaran yang layak dicoba di masa PTM terbatas tersebut adalah dengan menggunakan model flipped classroom. Model flipped classroom adalah pendekatan pedagogis inovatif yang berfokus pada pengajaran yang berpusat pada peserta didik dengan membalik sistem pembelajaran kelas tradisional yang selama ini dilakukan oleh pengajar. (Bergmann, J., & Sams, 2012)

Baca juga:   Presentasi dengan Peta Konsep dalam Belajar PPkn Materi Hubungan Struktural dan Fungsional Pemerintah Pusat dan Daerah

Flipped classroom merupakan model pembelajaran dimana peserta didik dirumah mengerjakan apa yang dilakukan di kelas yaitu belajar dengan memahami materi yang telah diberikan oleh guru, dan di kelas peserta didik mengerjakan apa yang biasanya dikerjakan peserta didik di rumah yaitu mengerjakan soal dan menyelesaikan masalah.

Konsep implementasi model flipped classroom adalah bentuk pembelajaran melalui interaksi tatap muka dan virtual/online yang menggabungkan pembelajaran sinkron dengan pembelajaran mandiri yang asinkron. Pembelajaran sinkron biasanya terjadi secara real time di kelas. Peserta didik berinteraksi dengan guru dan teman sekelas serta menerima umpan balik pada saat yang sama. Sedangkan, pembelajaran asinkron adalah pembelajaran yang sifatnya lebih mandiri. Konten biasanya diakses melalui beberapa bentuk media pada platform digital seperti video. Peserta didik dapat memilih kapan mereka belajar dan mengajukan pertanyaan di kolom komentar, serta berbagi ide atau pemahaman mereka tentang sebuah materi dengan guru atau teman sekelas.

Model flipped classroom, dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu, sebelum kelas dimulai (pre-class), saat kelas dimulai (in-class) dan setelah kelas berakhir (out of class). Sebelum kelas dimulai, peserta didik sudah mempelajari materi yang akan dibahas, dalam tahap ini kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik adalah mengingat (remembering) dan mengerti (understanding) materi. Dengan demikian pada saat kelas dimulai peserta didik dapat mengaplikasikan (applying) dan menganalisis (analyzing) materi melalui berbagai kegiatan interaktif di kelas, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi (evaluating) dan tugas berbasis project tertentu sebagai kegiatan setelah kelas berakhir (creating).

Baca juga:   Belajar Cahaya Menggunakan Video di Masa Pandemi

Model flipped classroom membawa manfaat bagi guru maupun peserta didik antara lain: mengubah peran guru dan peserta didik, pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik, peserta didik memiliki kepercayaan diri dan keterlibatan dalam pembelajaran lebih tinggi, selain terdapat manfaat, tentu saja ada juga tantangan yang dihadapi oleh guru maupun peserta didik, antara lain: menumbuhkan motivasi dan pengaturan diri peserta didik, diperlukan adanya kemampuan mengelola waktu yang baik, pengenalan guru dengan teknologi, memastikan peserta didik aktif pada pembelajaran di luar kelas. Seperti yang diterapkan di SMPN 3 Pengadegan, Purbalingga. (dd1/zal)

Guru SMPN 3 Pengadegan, Purbalingga.

Author

Populer

Lainnya