“Toi et Moi”, Belajar Senyawa Kimia dan Tata Namanya Menjadi Asyik

Oleh : Arifah Ariyani, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat dan perubahan materi. Topik yang dipelajari dalam ilmu kimia antara lain sifat atom, cara atom membentuk ikatan untuk menghasilkan senyawa kimia, interaksi zat-zat melalui gaya antarmolekul yang menghasilkan sifat umum dari materi, dan interaksi antar zat melalui reaksi kimia untuk membentuk zat yang berbeda.

Jadi hal mendasar dalam mempelajari kimia adalah mengenali berbagai macam senyawa kimia. Mengenali senyawa kimia, mencakup mengetahui sifat fisika dan kimianya, mengetahui rumus kimia senyawa, mengetahui nama dari suatu senyawa kimia. Dalam hal ini, mengenali rumus dan nama senyawa kimia adalah paket yang tidak dapat dipisahkan.

Peserta didik harus dapat menuliskan rumus kimia suatu senyawa jika diberikan nama senyawa dan berlaku sebaliknya. Kompetensi dasar mengenai rumus kimia dan nama senyawa dalam Permendikbud No.24 Tahun 2016 tersurat dalam perumusan kompetensi dasar kelas X.

Berdasar pengalaman guru selama lima tahun mengajar dikelas X peminatan MIPA SMA Negeri 1 Karangkobar, ternyata banyak sekali peserta didik yang kesulitan dalam mempelajari materi ini. Hal ini tentu sangat meresahkan, sebab kemampuan menuliskan rumus kimia dan memberi nama suatu senyawa kima adalah kemampuan mendasar yang tidak bisa ditawar, wajib dikuasai oleh peserta didik dalam belajar kimia.

Baca juga:   Dengan NHT Tingkatkan Hasil Belajar pada Materi Penjumlahan Pecahan

Tidak mungkin seorang peserta didik dapat mempelajari dan menguasai kimia pada materi selanjutnya tanpa memiliki bekal dasar tersebut. Berkaca pada hal tersebut, guru mencoba beberapa alternatif dalam pembelajaran yang terus menerus dicoba dan dikembangkan, hingga akhirnya guru menemukan formula pas untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.

Hal ini dilihat dari beberapa aspek, antara lain peningkatan nilai pengetahuan dan keterampilan peserta didik serta tingkat antusiasme peserta didik untuk terlibat dalam kegiatan belajar. Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru sebetulnya merupakan model pembelajaran yang sederhana. Guru memberi nama model pembelajaran ini dengan nama permainan “Toi et Moi” (baca: toa et moa). Toi et moi merupakan kata yang berasal dari bahasa Perancis, “toi” berarti kamu dan “moi” berarti aku.

Mengapa guru menggunakan kosakata ini? Saat konsep model pembelajaran ini dikembangkan, peserta didik kelas mendapatkan juga pelajaran lintas minat bahasa Prancis, sehingga agar lebih menarik guru memilih nama ini.

Dalam materi senyawa kimia, baik senyawa ion dan kovalen, unsur pembentuknya adalah kation (ion positif) dan anion (ion negatif). Guru mengelompokkan siswa menjadi dua kelompok toi (kamu) dan moi (aku). Kelompok toi berperan sebagai kation dan kelompok moi berperan sebagai anion. Prinsip dari terbentuknya senyawa ion dan kovalen adalah terjadinya pasangan dari kation dan anion yang berikatan. Sehingga peserta didik agar dapat membentuk senyawa harus saling berpasangan, dengan prinsip toi et moi (kamu dan aku).

Baca juga:   Tantangan dan Hikmah Pembelajaran Daring

Permainan ini mirip dengan model pembelajaran bermain peran. Peserta didik memilih peran sebagai toi (kation) dan moi (anion). Dalam kation dan anion dibagi menjadi kation atau anion monoatomik dan poliatomik. Kemudian setiap peserta didik dari kelompok toi hanya boleh memilih pasangan yang berasal dari kelompok moi, boleh monoatomik atau poliatomik. Selanjutnya bersama pasangannya berdiskusi menuliskan rumus dan nama senyawa yang terbentuk.

Melalui permainan toi et moi kegiatan pembelajaran terasa semakin menantang dan mengasyikan. Peserta didik berlomba memilih pasangan, menuliskan rumus kimia dan memberi nama senyawa kimia tersebut. Pasangan terpilih, tentunya berusaha untuk menyelesaikan hal yang sama, sehingga terjalin sebuah kerja sama tim. Pada proses ini mereka mampu mengekspresikan diri saat berhasil menyelesaikan tantangan, juga menambah kepercayaan diri serta jauh dari rasa bosan saat mengikuti kegiatan belajar. (ips1/lis)

Guru SMA Negeri 1 Karangkobar.

Author

Populer

Lainnya