Pembelajaran Daring dengan Metode Jigsaw untuk Materi Perbandingan

Oleh : Argo Suryawan, S.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN dengan cara dalam jaringan (daring) sudah lebih dari 1 tahun dilaksanakan diseluruh indonesia. Selama itu pula banyak kendala yang dialami baik oleh guru maupun oleh peserta didik. Penulis juga mengalami kendala dalam penerapan pembelajaran daring, diantaranya : sulitnya sinyal internet dan keterbatasan sarana dan pra sarana peserta didik. Hal ini menyebabkan interaksi antara guru dan peserta didik menjadi tidak maksimal, karena tidak memungkinkan sebagian besar peserta melakukan tatap muka secara virtual. Berdasarkan kendala tersebut, diperlukan alternatif pembelajaran yang bisa dijangkau oleh seluruh peserta didik. Salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan menggunakan Whatsapps (WA). Tidak seperti pada pembelajaran tatap muka, karena pembelajaran dilakukan secara daring maka penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw perlu penyesuaian dalam pelaksanaannya.

Pada kurikulum 2013, materi perbandingan untuk mata pelajaran matematika merupakan materi kelas VII semester 2. Materi ini cocok diajarkan dengan menggunakan metode jigsaw. Metode jigsaw merupakan salah satu model pembelajaran aktif yang terdiri dari kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 4 – 6 peserta didik. Langkah – langkah dalam metode jigsaw sebagai berikut.

Baca juga:   Alternatif Siswa Curhat di Masa Pandemi dengan WhatsApp Pribadi

Pertama, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok belajar yang beranggotakan 5 peserta didik yang heterogen dan tergabung dalam grup WA. Kemudian guru membagi materi perbandingan menjadi 5 segmen (5 bagian) sub materi yaitu : (1) Memahami dan menentukan perbandingan dua besaran, (2) Menentukan perbandingan dua besaran dengan satuan yang berbeda, (3) Memahami dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan perbandingan senilai, (4) Menyelesaikan masalah perbandingan senilai pada peta dan model dan (5) Memahami dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan perbandingan berbalik nilai. Sub materi tersebut disajikan dalam bentuk teks, kemudian diposting di grup WA tiap kelompok. Selanjutnya kelompok belajar ini disebut kelompok asal.

Kedua, setiap peserta didik didalam kelompok asal mempelajari 1 bagian sub materi yang telah diberikan guru dan bertanggung jawab menguasai materi tersebut.

Ketiga, setiap kelompok belajar mengirimkan setiap anggotanya untuk berdiskusi dengan anggota kelompok lain yang memiliki sub materi yang sama. Misalnya : A memperoleh materi memahami dan menentukan perbandingan dua besaran, maka A dikirim ke kelompok peserta didik yang memperoleh materi memahami dan menentukan perbandingan dua besaran. Selanjutnya kelompok ini disebut kelompok ahli. Pada kelompok ini masing-masing peserta didik mendiskusikan materi dengan menggunakan grup WA.

Baca juga:   Belajar Pecahan dengan Tutor Sebaya

Keempat, setelah kelompok ahli selesai berdiskusi, anggota dari kelompok ahli memberikan informasi yang diperoleh dari kelompok ahli kepada anggota kelompok asal melalui grup WA kelompok asal.

Kelima, seluruh anggota kelompok asal mendiskusikan kembali seluruh informasi yang diperoleh dari kelompok ahli, kemudian perwakilan kelompok asal mempresentasikan hasil diskusinya dengan menggunakan fitur Video Call pada WA dengan anggota Video Call perwakilan dari tiap kelompok, guru dan 2 perwakilan dari kelompok yang lain (karena Video Call pada WA hanya bisa untuk 4 orang).

Keenam, guru memberikan feedback kepada setiap kelompok asal melalui Video Call pada WA. Kemudian memberikan kuis secara individu kepada setiap kelompok belajar. Kemudian seluruh kelompok belajar diberikan penghargaan sesuai dengan penampilannya masing-masing.
Metode jigsaw ini telah penulis terapkan di SMP Negeri 4 Boja Satu Atap. Hasilnya, melalui metode jigsaw ini dapat memberikan pelajaran untuk bertanggung jawab dan dapat meningkatkan komunikasi peserta didik melalui diskusi, baik di kelompok asal maupun dikelompok ahli. (ips1/zal)

Guru SMPN 4 Boja Satu Atap, Kendal.

Author

Populer

Lainnya