Membaca Puisi dengan Google Classroom

Oleh: Nuroningsih, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran abad 21 membangun peserta didik untuk memiliki kecakapan abad 21. Di antaranya kecakapan berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi sehingga akan menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik (convident) dalam menghadapi tantangan kehidupan yang terus berubah. Karakteristik pembelajaran abad 21 dapat dibangun melalui pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran. Peran TIK bagi guru memungkinkan untuk menjadi fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar, dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada peserta didik untuk mengalami peristiwa belajar, serta menjadi kreator inovasi dalam pembelajaran.

Salah satu sumber pembelajaran daring yang memfasilitasi pembelajaran abad 21 di antaranya adalah portal rumah belajar. Dalam portal rumah belajar terdapat 8 fitur utama yang dapat dijadikan sebagai alat dan pengelolaan pembelajaran. Delapan fitur tersebut adalah: sumber belajar, kelas digital, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, buku sekolah elektronik, wahana jelajah angkasa, dan pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Pada pembelajaran di kelas II SD Negeri 01 Harjosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, muatan Bahasa Indonesia KD 4.4 Membacakan teks puisi anak tentang alam dan lingkungan dalam bahasa Indonesia dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri. Penulis mengambil sumber belajar melalui portal rumah belajar kemdikbud.go.id, namun pengelolaan kelas pembelajarannya penulis mengakses goggle classroom.

Baca juga:   Gambar, Media Belajar di Masa Pembelajaran Terbatas

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat kelas di google classroom. Semua aktivitas pembelajaran dapat dilaksanakan di kelas yang kita buat seperti penyampaian materi, dan pemberian tugas. Peserta didik juga bisa menyerahkan tugas menggunakan google classroom. Selain itu, guru juga bisa terus memantau hal yang perlu dilakukan, melihat nilai dengan mudah, dan menilai tugas kapan pun guru punya waktu luang, tanpa harus membawa tumpukan kertas ke mana-mana. Google classroom membuat proses pembelajaran jadi sangat mudah dan nyaman.

Pembelajaran kali ini, diawali dengan memberikan arahan dan petunjuk tentang tujuan pembelajaran. Setelah itu guru mengajak siswa mengaitkan informasi yang telah mereka miliki, berkreasi di rumah dengan arahan dan panduan yang saya sampaikan. Kemudian siswa akan berkreasi membaca teks puisi anak. Di akhir tugas, peran orang tua adalah mendokumentasikan dengan video anak saat membaca puisi, dan mengirimkannya lewat goggle classroom.

Pembelajaran daring menggunakan goggle classroom ternyata mampu meningkatkan antusiasme dan pemahanan peserta didik. Mereka lebih berinteraksi dalam pembelajaran bukan hanya pemberian tugas tanpa melaksanakan pembelajaran. Terbukti di akhir pembelajaran banyak peserta didik menginginkan pembelajaran daring memanfaatkan goggle classroom. Lewat google classroom, materi tersampaikan dengan sangat jelas, sehingga peserta didik mudah dalam memahami dan mengerjakan tugas. Pembelajaran diakhiri oleh guru dengan menyampaikan salam dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta didik. (ips1/ton)

Baca juga:   Rendahnya Konsentrasi Belajar Siswa Akibat Tontonan Masa Kini

Guru Kelas II SD Negeri 01 Harjosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya