Belajar di Rumah lebih Asyik dengan TTS

Oleh: Fatimah,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA masa pandemi sekarang ini, guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar tidak bisa disamakan dengan kegiatan di kelas. Agar tercapai tujuan pembelajaran aktif, kreatif, menantang dan bermakna, guru perlu merancang kegiatan belajar lebih menarik dan menyenangkan selama dirumah. Usia anak – anak tentu lebih menyenangkan jika diajak bermain, tak terkecuali dalam belajar, terlebih belajar secara jarak jauh yang dilakukan dirumah masing – masing.

Bagi sebagian siswa pada masa pandemi ini, dalam pembelajaran jarak jauh membaca menjadi hal membosankan apalagi yang dibaca tentang sejarah makna proklamasi, dalam cerita panjang membuat siswa malas dalam membacanya. Masih banyak siswa yang merasa sulit untuk memahami konsep memahami makna proklamasi kemerdekaan. Tidak hanya itu, motivasi siswa dalam pembelajaran Ilmu pengetahuan Sosial masih sangat rendah dan kegiatan pembelajarannya kurang menarik.

Keadaan serupa juga terjadi di kelas 6 SDN 1 Kebonadem Kecamatan Brangsong Tahun Pelajaran 2020/2021 dalam pembelajaran IPS masih tergolong rendah, disebabkan oleh beberapa hal diantaranya, guru kurang mengajak siswa berinteraksi aktif dalam kegiatan pembelajaran di WA Group, guru belum melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan belum memanfaatkan media pembelajaran secara optimal. Siswa terlihat tidak menanggapi guru ketika menyampaikan materi di WA Group, sehingga partisipasi siswa pasif dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan kegiatan pembelajaran masih menekankan pada penguasaan konsep dengan pembelajaran terpusat pada guru. Kegiatan pembelajaran IPS tersebut menjadikan pembelajaran tidak efektif dan membosankan.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Aksara Jawa dengan Model Scramble

Oleh karenanya perlu penanaman konsep yang matang tentang memahami dan memaknai bacaan, agar siswa tertarik untuk bacaan sejarah yang kita sajikan. Untuk itulah, guru mengajak siswa belajar sambil bermain Teka Teki Silang dengan konsep MIKIR ( Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi ) dalam proses kegiatannya.

Dari pengamatan yang penulis lakukan pada kelas 6 Mata pelajaran IPS Tema 2 Persatuan dalam Perbedaan, sub tema 1 Rukun dalam Perbedan, langkah – langkah yang dilakukan penulis sebagai berikut pertama penulis menyiapkan teks bacaan yang berjudul ‘Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia’ yang sudah terbagi dalam WA Group Paguyuban Kelas 6. Kedua penulis meminta siswa untuk menyiapkan permainan Teka Teki Silang berupa kertas plano, kertas origami berwarna dan spidol. Ketiga penulis membagi kelas 6 yang berjumlah 32 siswa menjadi lima kelompok. Keempat setiap kelompok mendapatkan topik yang berbeda dan membuat satu pertanyaan menurun dan mendatar disetorkan lewat japri kepada penulis. Kelima penulis merangkum semua pertanyaan mendatar pada origami warna merah dan pertanyaan menurun pada origami merah. Kerangka TTS tersebut harus sesuai dengan kotak jawaban dari pertanyaan yang dibuat. Keenam penulis membagikan TTS dalam bentuk foto kepada siswa. Ketujuh siswa mengerjakan TTS yang sudah disertai pertanyaan berkaitan dengan tesks bacaan kemudian mempresentasikannya secara bergantian dalam kelompok lewat zoom meeting yang difasilitasi oleh penulis. Dari presentasi yang disampaikan siswa lewat zoom meeting, penulis bisa menilai kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran. Diakhir pembelajaran penulis memberi penguatan dan melakukan refleksi bersama siswa. Siswa menuliskan hal – hal yang sudah dipelajari dan akan dipelajari lebih mendalam.

Baca juga:   Model Pembelajaran PBL Bikin Siswa Antusias dan Berpikir Kritis

Hasil yang diperoleh penulis selama menggunakan permainan teka teki silang, penulis menyimpulkan siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran, dan keadaan kelas khususnya di WA group lebih hidup. (ips1zal)

Guru SDN 1 Kebonadem, Kendal.

Author

Populer

Lainnya