Memecahkan Masalah Bentuk Aljabar dengan Kartu Masalah

Oleh: Tri Kartinawati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan salah satu mata pelajaran yang penting untuk dipelajari karena keberadaannya dapat membantu manusia untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Namun ternyata tidak membuat prestasi peserta didik dalam pembelajaran matematika memuaskan sesuai dengan yang diharapkan. Hal tersebut juga dialami oleh sebagaian peserta didik SMP Negeri 11 Semarang, salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik adalah mindset peserta didik terhadap pelajaran matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Kesulitan yang dihadapi peserta didik lebih berat lagi jika mereka harus berhadapan dengan soal-soal pemecahan masalah. Hal ini terjadi karena sifat objek matematika yang abstrak dan membutuhkan penalaran yang tinggi dalam memahaminya.

Salah satu materi matematika kelas VII yang membutuhkan penalaran yang tinggi dalam memahaminya adalah penerapan bentuk aljabar dalam kehidupan sehari-hari. Kata Bentuk Aljabar bagi peserta didik merupakan sesuatu yang sangat abstrak dan baru. Bagian dari materi Bentuk Aljabar yang menjadi kesulitan besar adalah operasi hitung Bentuk Aljabar. Bagaimana mana Bentuk Aljabar tersebut dioperasikan dan diintegrasikan dalam soal-soal cerita yang menuntut pemecahan masalah.

Dalam proses pembelajaran matematika pun tidak terlepas dari peran guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu Guru sebagai profesi yang berkaitan erat didalam dunia pendidikan dituntut untuk mengembangkan pembelajaran yang efektif, inovatif dan kreatif, sehingga pembelajaran matematika di sekolah bisa lebih berkualitas. Sehingga peserta didik menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan berdampak positif terhadap hasil belajar.

Baca juga:   Meningkatkan Aktifitas Belajar PPKn di Masa Pandemi dengan Film Animasi

Menurut Tim MKPBM (2001: 80), jika suatu masalah diberikan kepada seorang peserta didik dan peserta didik tersebut langsung mengetahui cara menyelesaikannya dengan benar, maka soal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai suatu masalah. Apabila seorang peserta didik dihadapkan pada suatu permasalahan dan peserta didik tersebut tidak tahu secara langsung apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikannya, maka dibutuhkan suatu strategi untuk membantu peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Pemecahan masalah masih dianggap sebagai bagian yang paling sulit dalam matematika, rendahnya kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah membutuhkan pendekatan dan media pembelajaran yang tepat.

Pembelajaran akan lebih bermakna dan menarik bila disajikan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Salah satunya dengan mengunakan kartu masalah. Kartu Masalah merupakan sebuah kartu yang berisi soal/ masalah yang harus diselesaikan peserta didik selama diskusi. Kartu Masalah ini disajikan dalam bentuk yang menarik dengan gambar dan penuh warna sehingga menari perhatian peserta didik. Penggunaan model dan media yang tepat menjadi kombinasi unik yang mampu menjadikan pembelajaran lebih bermakna.

Baca juga:   Belajar Narrative Text dengan Metode Examples Non Examples

Menurut Anitah (2010) menyatakan pemilihan media pembelajaran yang tepat merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran. selain itu Zuliana (2010) menyebutkan penggunaan kartu masalah dalam pembelajaran matematika mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematika dalam membantu memecahkan masalah. Rahmawati (2013) juga menyatakan bahwa dengan adanya berbagai macam variasi soal di kartu masalah diharapkan peserta didik dapat tertarik dan aktif untuk menemukan solusi pemecahannya sehingga dapat membantu mengasah hasil belajar matematika peserta didik. Biasanya peserta didik cenderung malas jika diminta mengerjakan latihan soal, akan tetapi jika soal tersebut dikemas secara menarik dalam sebuah kartu masalah diharapkan peserta didik akan tertarik untuk membaca dan mengerjakannya.

Berbantuan kartu masalah dapat berpengaruh positif terhadap kemampuan peserta didik kelas VII di SMP Negeri 11 Semarang dalam menyelesaikan pemecahan masalah khususnya materi Bentuk Aljabar, peserta didik dapat belajar secara mandiri, aktif dan rata-rata hasil belajar mengalami peningkatan. (ipa1/zal)

Guru SMPN 11 Semarang

Author

Populer

Lainnya