Belajar Tatasurya dengan Bermain Peran

Oleh: Putie Dayani S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN materi tatasurya merupakan tuntutan kurikulum SMP kelas 7 dengan KD 3.11 Menganalisis sistem tata surya, rotasi dan revolusi bumi, rotasi dan revolusi bulan, serta dampaknya bagi kehidupan di bumi dan 4.11 Menyajikan karya tentang dampak rotasi dan revolusi bumi dan bulan bagi kehidupan di bumi, berdasarkan hasil pengamatan atau penelusuran berbagai sumber informasi. Materi yang dipelajari memerlukan kemampuan imajinasi yang tinggi. Kesulitan dapat diatasi dengan bantuan gambar atau video namun kurang menunjukkan keaktifan siswa.

Bermain peran dalam pembelajaran tatasurya diharapkan meningkatkan pemahaman materi dan keaktifan siswa. Bermain peran adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan sebagai tokoh hidup atau benda mati (Huda, 2013: 208). Bermain pada anak merupakan sarana untuk belajar. Melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, anak berusaha menyelidiki dan mendapatkan pengalaman yang kaya, baik pengalaman dengan dirinya sendiri, teman sekelasnya, maupun dengan lingkungan di sekitarnya.

Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk menghadirkan peran-peran yang ada di dunia nyata ke dalam kelas, yang dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta didik dapat menilai hasil bermain peran yang dilakukan. Yamin (dalam Sutino 2005:76) menyatakan bahwa metode bermain peran adalah metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai tokoh yang dilakoni. Hamalik (dalam Sutino 2011: 28) menyatakan metode bermain peran adalah teknik-teknik simulasi yang umumnya digunakan untuk pendidikan sosial dan hubungan antarinsani. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran merupakan salah satu metode pembelajaran dengan memainkan peran tokoh lain dengan penuh penghayatan dan kreativitas berdasarkan peran masalah yang dibahas sebagai materi pembelajaran bermain peran saat itu.

Baca juga:   Asyik Belajar Kisah Nabi dengan Media Film

Dalam pembelajaran yang penulis lakukan di kelas VII SMP Negeri 2 Semarang, bermain peran diterapkan pada materi : letak planet, rotasi bumi, revolusi bumi dan gerhana. Pembelajaran diawali dengan pengkajian pustaka dan penayangan video tentang tata surya. Selanjutnya siswa diminta secara sukarela untuk maju memerankan diri sebagai salah satu planet dengan menggunakan nama planet di dada mereka. Siswa memposisikan diri mereka sesuai urutan yang seharusnya kemudian secara bersama memperagakan revolusi planet terhadap matahari.

Dalam materi rotasi bumi siswa memerankan diri sebagai bumi dan guru menjelaskan tentang akibat yang terjadi. Hal ini juga dilakukan pada materi revolusi bumi beserta akibatnya. Pada materi gerhana, guru membagi siswa dalam kelompok terdiri 3 orang, masing-masing berperan sebagai bumi, matahari dan bulan. Sebagian kelompok memperagakan gerhana bulan dan sebagian lagi gerhana matahari.

Penanaman dan pengembangan aspek nilai, moral, dan sikap siswa akan lebih mudah dicapai apabila siswa secara langsung memerankan peran tertentu, daripada hanya mendengarkan penjelasan atau mengamati saja. Penggunaan metode bermain peran dapat mengembangkan aspek sikap atau kepribadian siswa menjadi lebih baik. Pengalaman dengan melakukan langsung kegiatan bermain peran lebih membekas pada diri siswa dari pada melihat dan mendengar saja. Pembelajaran bermain peran dalam tatasurya ini meningkatkan kemampuan siswa dalam merangsang timbulnya aktifitas dengan menikmati tindakan dan peranannya serta meningkatkan kompetensi yang ditandai adanya peningkatan nilai kognitif siswa. Peningkatan nilai ini dipengaruhi dari penguatan materi karena mereka memerankannya sendiri. (ipa1/zal)

Baca juga:   Berinovasi dengan Metode Ceramah, Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Guru SMPN 2 Semarang

Author

Populer

Lainnya