5M dalam Pembelajaran Recount Text yang Berorientasi Pada HOTS

Oleh: Muryati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pola belajar HOTS (Higher Order Thinking Skills) merupakan tujuan dari proses pembelajaran saat ini. Pola tersebut akan membawa dampak yang luar biasa pada generasi masa depan. Kemampuan berpikir tingkat tinggi mulai dilakukan pada jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

Salah satu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada HOTS adalah Genre Based Approach dimana pendekatan menekankan usaha guru untuk mengembangkan kesadaran siswa bahwa setiap teks merupakan kreasi unik bersifat relatif bagi sekelompok orang (Hyland:2002 dan Emilia 2011:21-22)

Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran materi recount text adalah 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah data, mengomunikasikan) yang berorientasi pada pembelajaran dengan orientasi berpikir tingkat tinggi atau HOTS yaitu transfer of knowledge, creative and critical thinking, dan problem solving.
5M dalam pembelajaran recount text yang berorientasi pada HOTS yang dilaksanakan di SMPN 2 Sawangan, Kabupaten Magelang di kelas VIII. Pembelajaran ini tidak hanya menghasilkan 3 aspek keterampilan berpikir tingkat tinggi namun juga memberikan dampak yang lebih luas yaitu tercapainya kegiatan literasi dan penguatan pendidikan karakter.

Baca juga:   Aplikasi Google Form Sebagai Mediaalternatif Belajar Dari Rumah

Pada transfer of knowledge, aspek HOTS ini terlihat dari indikator pencapaian kompetensi kunci yaitu menganalisis (C4) dan membandingkan (C5) untuk aspek pengetahuan, menyusun teks lisan dan tulis pendek pada keterampilan.
Pada creative and critical thinking, ketika peserta didik kelas VIII di SMPN 2 Sawangan menganalisis serta membandingkan teks dituntut untuk berfikir kritis sehingga apa yang mereka analisis dapat mereka selesaikan dengan benar.
Ketika menyusun teks sederhana lisan dan tulis peserta didik menyusunnya membutuhkan creative and critical thinking saat menyusun kalimat, mengembangkan kerangka bacaan dan membuat teks menarik.

Aspek terakhir adalah problem solving, dari pembelajaran yang berorientasi HOTS diharapkan peserta didik dilatih guru untuk dapat menyelesaikan masalah yang diajukan guru agar diselesaikan. Lebih luas lagi, peserta didik dapat menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan mereka saat ini dan kelak sebagai life skill.
Selain 3 aspek HOTS di atas, pembelajaran ini memberikan hasil dan dampak pada program pemerintah yang lain yaitu Gerakan Literasi Nasional. Ketika guru meminta peserta didik untuk banyak membaca teks experience atau pengalaman di internet, peserta didik melakukan literasi baca tulis dan literasi digital.

Baca juga:   Ava Tingkatkan Keterampilan Menulis Iklan, Slogan, dan Poster

Dari pembelajaran yang berorientasi pada HOTS diharapkan peserta didik dilatih oleh guru untuk dapat menyelesaikan masalah yang diajukan guru untuk dapat diselesaikan. Peserta didik juga dapat menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan mereka saat ini dan juga di masa yang akan datang ketika mereka tumbuh dewasa.

Pembelajaran recount text dengan pendekatan 5M yang dilaksanakan di SMPN 2 Sawangan kelas VIII dapat memberikan pengalaman pada peserta didik dalam memperoleh keterampilan tingkat tinggi atau HOTS. Indikator kunci yang telah mencapai level competency 4 (level yang dikategorikan HOTS) memberikan pengalaman peserta didik dalam mentransfer knowledge, berfikir kritis kreatif, serta dapat menyelesaikan masalah baik dalam pembelajaran maupun implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dan pembelajaran recount text pendekatan 5M memberikan dampak dan hasil yang telah luas yaitu tercapainya Gerakan Literasi Nasional dan Gerakan Peningkatan Pendidikan Karakter sehingga diharapkan peserta didik akan lebih siap menghadapi tantangan di abad ke-21. (pm2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Sawangan, Kabupaten Magelang.

Author

Populer

Lainnya