TPS Tingkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajran Tatap Muka Terbatas

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Banjarnegara pada 9 April 2021 lalu mengeluarkan surat izin uji coba pembelajaran tatap muka terbatas pada SD dan SMP Kabupaten Banjarnegara dengan nomor 421.2/ 2025/ Dikpora/2021. Rencananya tatap muka terbatas dilaksanakan mulai 15 April 2021 pada sekolah yang terdapat dalam lampiran surat izin dari Disdikpora Kabupaten Banjarnegara. SMPN 1 Pandanarum termasuk salah satu sekolah yang mendapatkan izin uji coba tatap muka terbatas pada masa pandemi Covid-19.

Pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat tidaklah sama dengan pembelajaran tatap muka normal. Pada pembelajaran tatap muka terbatas dari segi waktu dan mobilitas siswa dibatasi dengan ketat. Siswa tidak diperkenankan istirahat di luar ruangan. Dengan dibatasinya waktu belajar, mobilitas siswa dan menjaga jarak antarsiswa yang satu dengan siswa yang lain di dalam kelas, menjadikan siswa dalam belajar kurang leluasa dan kurang nyaman.

Kendala pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di SMPN 1 Pandanarum, yaitu siswa cenderung pasif saat berlangsung kegiatan belajar mengajar sehingga membuat hasil belajar siswa tidak maksimal. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa di SMPN 1 Pandanarum, diperoleh informasi bahwa siswa merasa tegang dan bosan dalam mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Vocabulary Siswa dengan Clustering

Kompetensi Dasar Minimal yang terdapat pada silabus dapat tercapai, jika guru memilih metode yang tepat untuk mengatasi kendala pembelajaran tatap muka terbatas, sehingga materi yang disampaikan dapat diserap oleh siswa. Salah satu metode yang digunakan adalah metode Think Pair Share (TPS). Metode ini mengajak siswa untuk berdiskusi dengan teman dalam menyelesaikan lembar kerja siswa sehingga siswa menjadi aktif.

Menurut Lie (2002:57), TPS adalah pembelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sendiri dan bekerjasama dengan orang lain. Dalam hal ini, guru sangat berperan penting untuk membimbing siswa melakukan diskusi sehingga tercipta suasana belajar yang lebih hidup, aktif, efektif dan menyenangkan (Stefy Erlinda dkk 2015:769). Menurut Arend dalam Budiyato (2016:92), TPS adalah suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas.

Pembelajaran tatap muka terbatas kelas VII SMPN 1 Pandanarum materi Pemanasan Global menggunakan metode TPS. Pada pembelajaran materi ini, siswa akan berdiskusi menemukan pemahaman konsep tentang pemanasan global.

Langkah pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menayangkan video tentang pemanasan global. Selanjutnya, siswa diminta menonton dan memahami apa yang ada dalam video tersebut. Kedua, guru membagi lembar kerja siswa dan siswa berpasangan membentuk kelompok diskusi yang terdiri atas dua orang dilanjutkan berdiskusi dengan panduan lembar kerja siswa. Ketiga, secara bergantian tiap kelompok membacakan hasil diskusi jawaban pertanyaan yang ada pada lembar kerja siswa. Terakhir, keempat, mengambil kesimpulan bersama guru dan siswa.

Baca juga:   Blended Learning Jadikan Bimbingan Klasikal Lebih Efektif

Hasil yang diperoleh dari 32 siswa, 30 siswa (93,75 persen) aktif berdiskusi dan menjawab pertanyaan pada lembar kerja dan 26 siswa (81,25 persen) menjawab dengan benar pertanyaan yang ada pada lembar kerja. Sehingga metode TPS dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa menjadi lebih baik. Penguasaan konsep pemanasan global menjadi lebih baik dan hasil penilaian harian meningkat lebih baik dibanding dengan hasil penilaian sebelumnya. (lbs2/ida)

Guru IPA SMPN 1 Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.

Author

Populer

Lainnya