Presentasi dengan Peta Konsep dalam Belajar PPkn Materi Hubungan Struktural dan Fungsional Pemerintah Pusat dan Daerah

Oleh: Rita Permana Kelana Wati, S.Pd, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Guru dalam mengembangkan pembelajaran, supaya pembelajaran itu inovatif, kreatif dan kondusif, perlu diterapkan media pembelajaran yang cocok di dalam kelas. Dalam proses pembelajaran, seorang guru hendaknya membimbing siswanya jika mengalami masalah. Memberikan saran dan memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi siswa.

Pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter yang diamanatkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945.
Seiring perkembangan teknologi yang pesat terutama handphone berdampak negatif. Nilai-nilai kepribadian bangsa yang baik sudah mulai pudar. Hampir sebagian besar siswa bersikap individu dan masa bodoh dengan lingkungannya, berimbas pada rendahnya daya serap siswa dalam pembelajaran. Hasil belajar siswa pun rendah.Terutama pada KD Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah.

Di SMK Negeri 3 Salatiga sampai saat ini menerapkan pembelajaran secara daring, tetapi untuk mata pelajaran PPKn sudah sebagian diberlakukan luring dengan kelompok kecil dan tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik.

Selanjutnya untuk mata pelajaran PPkn beberapa kali melakukan strategi agar siswa tetap bisa belajar dan memahami materi yang disampaikan secara daring. Di sinilah dituntut peran guru sebagai pendidik untuk bisa membuat strategi pembelajaran yang menarik. Salah satunya presentasi secara lisan oleh siswa baik secara daring dan ada beberapa yang presentasi datang ke sekolah.

Baca juga:   Tumbuhkan Jiwa Enterplenuer dengan Pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Tujuan yang ingin dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran adalah adanya perubahan pada diri siswa, yaitu bertambahnya pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa.
Peta konsep termasuk sebuah konsep (istilah atau konsep), yang menghubungkan baris (biasanya dengan searah panah dari saatu konsep ke konsep yang lain), dan menghubungkan frase yang menghubungkan hubungan antara konsep.

Suatu peta konsep dalam bentuknya yang paling sederhana yang penting adalah bagaimana materi tersebut menjadi mudah untuk dipahami, biasanya siswa hanya terdiri atas dua konsep yang dihubungkan oleh satu kata penghubung untuk membentuk suatu proporsi peta konsep dapat dijadikan sebagai alat bantu yang sangat berguna untuk meningkatkan kebermaknaan belajar dan meningkatkan pemahaman siswa.
Untuk mengatasi hal tersebut, dalam pembelajaran ini penulis menggunakan media pemberian materi Hubungan Fungsional Pemerintah Pusat dan Daerah dengan peta konsep.

Pada setiap bab dalam materi PPKn cukup banyak, sehingga siswa malas untuk membaca. Sedangkan siswa dituntut untuk bisa memahami dari bab tersebut meskipun tidak secara keseluruhan. Dalam setiap kompetensi dasar minimal siswa bisa memahami 2 sampai 3 saja sudah termasuk sangat baik.

Baca juga:   Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa

Misalnya pada materi Hubungan Struktural dan Fungsional Pemerintah Pusat dan Daerah terdapat tiga materi pokok yaitu pertama desentralisasi dan otonomi daerah. Kedua kedudukan dan peran pemerintah pusat dan daerah dalam otonomi daerah, ketiga hubungan struktural dan fungsional pemerintah pusat.

Kemudian dari tiga sub materi tersebut siswa hanya diminta untuk memilih satu sub saja secara bebas, kemudian siswa mulai membuat peta konsepnya dengan isi-isinya dari sub materi tersebut minimal 2 sampai 3 saja untuk bisa dipahami.

Dengan menggunakan peta konsep dalam pelajaran PKn siswa akan lebih mudah memahami konsep PKn, tidak terjadi kelupaan atau dengan kata lain agar ingatan bisa lebih kuat dan siswa bisa mengaplikasikannya lagi dalam belajar.

Kemudian siswa akan berusahan untuk mempresentasikan dari peta konsep yang sudah dibuat dengan memilih hanya satu sub saja pada materi setiap bab. Hasilnya siswa mau membaca dan mengingat serta mempraktikkannya dengan cara presentasi. (lbs2/lis)

Guru PPKn SMKN 3 Salatiga.

Author

Populer

Lainnya