Pembelajaran Menulis Puisi Langsung Ning Alam Lebih Efektif

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENULIS adalah salah satu keterampilan berbahasa. Walaupun menulis merupakan keterampilan berbahasa pada posisi terakhir, menulis merupakan posisi paling penting dalam kehidupan alamiah seseorang. Karena kurangnya kebiasaan menulis apa yang ada dalam pikiran, seseorang mengalami kesulitan menulis apa yang telah dipikirkan dan dibicarakan. Potensi menulis ini, telah diwariskan oleh Allah SWT kepada seluruh umat manusia untuk dilaksanakan, dilatih, dan dikembangkan dengan berbagai usaha. Termasuk di dalamnya memerlukan pendekatan, metode, dan teknik yang tepat guna dan tepat sasaran (Tarigan, 1988:3).

Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang dinilai siswa paling sulit, padahal menulis adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Salah satunya adalah menulis puisi. Sedangkan puisi menurut Waluyo (1995:25) adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif.

Berdasarkan uraian di atas, menjadi tantangan bagi penulis untuk memberikan pembelajaran yang lebih baik, menarik, dan menyenangkan. Guru harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika siswa belum dapat menulis dalam kegiatan pembelajaran. Apakah kegiatan pembelajaran dihentikan, diubah modelnya, atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu. Karena itu, guru harus mampu menguasai prinsip-prinsip pembelajaran, pemilihan dan penggunaan model mengajar yang tepat untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi siswa.

Baca juga:   Aplikasi Cooperative Learning dan e-Learning dalam Pembelajaran IPS SMP

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VI pada Kompetensi Dasar (KD), Menulis dan Membaca Puisi, penulis menyadari kurang efektifnya pembelajaran. Bahkan keterampilan menulis puisi sebagian besar siswa kelas VI di MI Miftahul Huda Kangkung, Mranggen, Demak masih rendah. Melalui refleksi yang penulis lakukan, penulis menerapkan metode pembelajaran yang berbasis Langsung Ning Alam. Metode pembelajaran ini menggunakan alam sekitar sebagai media. Metode ini mendorong siswa melakukan aktivitas belajar di luar kelas, misalnya di taman madrasah, halaman madrasah, lapangan madrasah, atau di sawah. Mengingat letak geografis MI Miftahul Huda di pedesaan. Bahkan, hanya beberapa meter sudah lingkungan persawahan. Ketika anak-anak belajar di lingkungan persawahan, tampak pemandangan yang indah berupa bukit-bukit dan pegunungan serta hutan yang luas. Ini membantu dan memudahkan siswa dalam menuangkan ide-ide imajinatifnya. Dengan melakukan pembelajaran di luar kelas, dapat menumbuhkan kesenangan bagi siswa, sehingga dapat lebih mudah menuangkan ide-ide kreatif dari pikirannya. Hal ini telah penulis amati dan bandingkan, kemampuan siswa MI kelas VI dalam menulis puisi sebelum dan sesudah menggunakan metode Langsung Ning Alam, mengalami perubahan yang signifikan. Setelah menggunakan metode Langsung Ning Alam, siswa lebih mudah dan kreatif menuangkan ide-idenya berdasarkan yang mereka lihat dan amati di lingkungan sekitar.

Baca juga:   Peran Kepala Sekolah dalam Menghadapi Era New Normal Pendidikan

Hasil pembelajaran dengan metode Langsung Ning Alam kemampuan siswa dalam menulis puisi mengalami peningkatan. Di samping itu, pembelajaran dengan metode ini, menjadi lebih menyenangkan dan mampu menghilangkan kejenuhan siswa belajar terutama di dalam ruangan yang selalu dibatasi dengan kotak, dinding, tembok, yang selalu menghalangi gerak dan membatasi pandangan siswa. (lbs2/ida)

Guru MI Miftahul Huda Kangkung, Mranggen, Kabupaten Demak.

Author

Populer

Lainnya