Pahami Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan RI melalui Brainstorming

Oleh : Endang Setyaningsih S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DI dalam kurikulum 2013 disebutkan bahwa tujuan pembelajaran Sejarah Indonesia di antaranya adalah agar peserta didik dapat mewarisi jiwa dan semangat perjuangan para pahlawan dalam mencapai, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan negara Republik Indonesia (RI) agar mampu menghadapi tantangan di era globalisasi ini. Untuk bisa mewarisi jiwa dan semangat perjuangan para pahlawan bangsa ini, peserta didik harus mampu memahami dan menghargai perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk mencapai dan telah berhasil mempertahankan Kemerdekaan RI.

Pada kompetensi dasar (KD) 3.10 dengan materi strategi dan bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman sekutu dan Belanda, ternyata nilai rata-rata yang dicapai peserta didik kelas XI IPA-5 SMA Negeri 15 Semarang, hanya 65,15 yang berarti tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (70). Hal ini disebabkan dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal di antaranya dikarenakan mata pelajaran (mapel) Sejarah Indonesia bukan pelajaran Peminatan Jurusan IPA. Faktor eksternalnya adalah peserta didik lebih senang menghabiskan waktu belajarnya dengan berselancar di dunia maya atau online.
Keadaan demikian ini, harus segera mendapat solusi. Salah satunya yang bisa diterapkan adalah penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa dan materi yang diajarkan, yakni brainstorming. Dengan menerapkan metode ini, diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan di atas agar nilai peserta didik kelas XI IPA-4 dapat memenuhi KKM. Metode brainstorming adalah bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman dari semua peserta. Pada penggunaan metode brainstorming, pendapat orang lain tidak perlu ditanggapi (SINTAKS 45 Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning, DR H Moch Agus Krisno Budiyanto, 2016, hal 28).

Baca juga:   Temamihaci Wujudkan Madrasah Bersih dan Sehat

Langkah-langkah penggunaan metode brainstorming antara lain, a) pendidik menyusun pertanyaan-pertanyaan tentang kebutuhan belajar, sumber-sumber dan atau kemungkinan-kemungkinan hambatan pembelajaran. b) Pendidik menyampaikan pertanyaan-pertanyaan secara berurutan kepada seluruh peserta didik dalam kelompok. Sebelum menjawab pertanyaan, para peserta didik diberi waktu sekitar 3-5 menit untuk memikirkan mengenai alternatif jawaban. c) Pendidik menjelaskan aturan-aturan yang harus diperhatikan oleh para peserta didik, seperti setiap orang menyampaikan satu pendapat atau gagasan dengan cepat, menyampaikan jawaban secara langsung dan menghindarkan diri untuk mengeritik atau menyela (menginterupsi) pendapat orang lain. d) Pendidik memberitahukan waktu yang akan digunakan, misalnya sekitar 15 menit. Yaitu untuk menyampaikan masing-masing pertanyaan dan meminta para peserta didik untuk mengemukakan jawaban. Kemudian para peserta didik mengajukan pendapat yang terlintas dalam pikirannya dan dilakukan secara bergiliran dan berurutan dari samping kiri ke samping kanan atau sebaliknya, atau dari baris depat ke belakang atau sebaliknya. Peserta didik tidak boleh mengomentari gagasan yang dikemukakan peserta lain baik komentar. e) Pendidik boleh menunjuk seseorang penulis untu mencatat pendapat dan jawaban yang diajukan peserta didik dan dapat pula menunjuk sebuah tim untuk mengevaluasi bagaimana proses dan hasil penggunaan teknik ini. Pendidik dapat memimpin kelompok agar kelompok itu dapat mengevaluasi jawaban dan pendapat yang terkumpul. Pendidik menghindarkan dominasi seseorang peserta dalam menyampaikan gagasan dan pendapat. (SINTAKS 45 Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning, DR H Moch Agus Krisno Budiyanto, 2016, hal 31).

Baca juga:   Uprak Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi dan Penurunan Titik Beku melalui Daring, Menjadi Mudah

Penulis dapat menyimpulkan bahwa melalui metode brainstorming ini, peserta didik mampu memahami strategi dan bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman sekutu dan Belanda. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata yang dicapai peserta didik kelas XI IPA-4 SMA Negeri 15 Semarang mengalami peningkatan menjadi 84,65. (lbs2/ida)

Guru Sejarah SMAN 15 Semarang.

Author

Populer

Lainnya