Menceritakan Kembali Isi Teks Biografi Mudah dengan PAP

Oleh : Tri Handayani, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menceritakan kembali isi teks biografi baik lisan maupun tulis merupakan salah satu Kompetensi Dasar pelajaran bahasa Indonesia kelas X semester genap sekolah menengah kejuruan dalam materi biografi dalam tataran kebahasaan menceritakan kembali.

Biografi merupakan salah satu jenis cerita ulang (recount), yakni teks yang menceritakan kembali kejadian atau pengalaman masa lampau (Kokasi 2016: 253). Cerita ulang disampaikan berdasarkan pengalaman langsung penutur atau penulisnya. Akan tetapi, cerita ulang dapat pula berdasarkan imajinasi atau diluar penyampaian itu.

Teks biografi adalah teks yang menceritakan suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya, baik berupa masalah ataupun kelebihannya yang ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut dapat diteladani orang banyak. Biografi berisi tentang kehidupan tokoh tertentu, misalnya seorang tokoh politik, tokoh pemerintahan, tokoh pendidik dan juga tokoh seorang pahlawan.

Isi teks teks biografi biasanya menceritakan rangkaian kehidupan seorang tokoh mulai dari kecil, beranjak dewasa hingga kehidupan berkeluarga. Serangkaian peristiwa yang dialami oleh tokoh itu diceritakan secara rinci.

Perserta didik menjadi kurang dalam memahami aspek makna dan kebahasaan teks biografi dan kesulitan ketika akan mengungkapkan isi teks biografi secara tertulis tersebut dikarenakan oleh beberapa hal. Di antaranya guru yang cenderung menggunakan metode konvensional yakni metode ceramah yang tentunya belum dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kratif, efektif, dan menyenangkan (Paikem). Siswa menjadi bosan dan materi biografi yang terkesan kurang menyenangkan untuk siswa.

Baca juga:   Ayo Belajar Komunikasi Bisnis dengan Story Completion

Untuk mengatasi ketidakmampuan dan ketidaktertarikan siswa pada materi biografi maka guru bisa menggunakan metode PAP ini merupakan metode picture and picture bisa menjadi salah satu strategi pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran.

Gambar-gambar ini menjadi perangkat utama dalam proses pembelajaran, dimana gambar yang diberikan pada siswa harus dipasangkan dan diurutkan secara logis (Huda, 2015:236).

Metode picture and picture ini akan dapat mengatasi kesulitan peserta didik memahami teks biografi dan mengungkapkan kembali isi teks biografi tersebut secara tertulis.

Metode picture and picture diterapkan dengan langkah-langkah sebagi berikut : penyampaian kompetensi, presentasi materi, penyajian gambar, pemasangan gambar, penjajakan, penyajian kompetensi, dan penutup.

Dengan demikian penerapan metode picture and picture ini dilakukan secara sistematis dan bertahap yang dimulai dari penyampaian kompetensi hingga penyajian kompetensi, gambar merupakan media utama dalam proses memahami materi biografi.
Menurut Suprijono (2009:125) dan sejalan pula dengan Suminanto (2010:43), picture and picture adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan yang logis sehingga mempermudah peserta didik untuk memahaminya.

Baca juga:   Belajar Budaya Wewaler Jawa dengan Teknik Gojaq

Dapat disimpulkan bahwa, picture and picture merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan yang logis. Gambar-gambar bisa ditampilkan melalui kartu atau media lain sehingga siswa menjadi tertarik dan bisa memahami materi biografi dengan mudah dan menyenangkan.

Model pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran, dengan menggunakan model picture and picture bertujuan agar siswa dapat mampu mengikuti pelajaran dengan fokus dan dalam kondisi yang menyenangkan membuat suasana belajar menjadi tidak membosankan. Sehingga dapat menerima pembelajaran yang disampaikan oleh guru, media utama dalam proses pembelajaran memahami teks biografi.

Dengan menggunakan metode PAP gambar menjadi media utama dalam proses pembelajaran memahami teks biografi. Ini sangat membantu siswa berpikir dengan logis dan sistematis dan berpikir dari sudut pandang objek yang ada pada gambar dengan menggunakan urutan gambar gambar yang disajikan.

Guru juga dapat mengevaluasi kemampuan masing-masing siswa dalam menceritakan kembali isi teks biografi menjadi lebih mudah juga untuk ketercapaian kompetensi menceritakan kembali isi biografi tidak membingungkan lagi bagi siswa. (lbs2/lis)

Guru SMK Negeri 5 Kendal.

Author

Populer

Lainnya