Guru BK Berperan Atasi Kejenuhan Siswa selama Pembelajaran Jarak Jauh

Oleh : Dwi Jayanti S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, AWAL tahun pelajaran baru 2020/2021 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan adanya pandemi Covid-19 di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Seluruh siswa belum diperbolehkan masuk sekolah dengan berbagai macam pertimbangan, namun siswa harus tetap memperoleh haknya yakni pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR) dengan cara daring (dalam jaringan). Model pembelajaran ini pada sebagian guru masih belum begitu familier sehingga dalam praktiknya banyak guru yang mengalami kesulitan. Termasuk guru Bimbingan Konseling (BK) masih kesulitan dalam memberikan layanan secara daring.

Padahal akibat paparan Covid-19 saat ini, masih menjadi pandemi yang serius di seluruh dunia. Pencegahan meluasnya virus korona telah menjadi prioritas utama di berbagai negara, termasuk Indonesia. Segala kegiatan yang mengundang kerumunan, keramaian dan interaksi secara langsung dilarang oleh pemerintah, tidak terkecuali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Hal ini tentu menjadi PR serius bagi guru BK, agar bisa tetap memotivasi peserta didik untuk tetap belajar di rumah dalam masa pandemi Covid-19.

Baca juga:   Meningkatkan Pemahaman Perencanaan Karir melalui Layanan Informasi Karir dengan Google Meet

Dalam pembelajaran daring, siswa harus memiliki tanggung jawab personal dalam belajar, dapat mengontrol sikap dalam belajar, menyelesaikan tugas-tugas melalui daring, mengusir kejenuhan pembelajaran daring, dan mengoptimalkan gadget yang dimiliki sebagai sumber belajar. Hal ini menjadi tantangan baru bagi guru mata pelajaran (mapel), guru BK, siswa, maupun orang tua siswa yang langsung berhadapan dengan peserta didik. Dengan demikian, untuk mencapai keberhasilan dalam belajar daring, maka semua harus dapat bekerjasama, bertanggung jawab dan menjalin komunikasi yang baik untuk mengatasi hambatan dalam pembelajaran daring.

Pembelajaran daring yang cukup yang lama akan menimbulkan kejenuhan bagi peserta didik. Karena itu, peserta didik harus memiliki cara atau trik sendiri untuk mengtasi dan mengusir kejenuhan tersebut. Menurut Chaplin (dalam Muhibbin Syah, 2012:181), kejenuhan belajar dapat melanda siswa apabila ia telah kehilangan motivasi dan kehilangan konsolidasi salah satu tingkat keterampilan tertentu sebelum siswa tertentu sampai pada tingkat keterampilan berikutnya.

Salah satu peran guru BK untuk mengatasi kejenuhan peserta didik dalam pembelajaran daring adalah memberikan trik sederhana untuk mengusir rasa kejenuhan itu, antara lain dengan mengarahkan peserta didik untuk beristirahat yang cukup dan selalu mengonsumsi makanan serta minuman yang bergizi, mengubah jadwal belajar yang sesuai dengan kondisi siswa untuk belajar. Kalau perlu, lakukan penataan kembali ruangan dan lingkungan belajar yang meliputi perubahan posisi meja belajar, lemari, rak buku, dan alat-alat perlengkapan belajar lainnya sampai siswa merasa nyaman berada di ruangan tersebut untuk belajar. Terpenting lagi, guru tetap memberikan motivasi dan stimulasi baru agar siswa merasa terdorong untuk belajar lebih giat daripada sebelumnya. (*/ida)

Baca juga:   Meningkatkan Prestasi Belajar IPS melalui Pemberian Tugas sebelum Materi Diajarkan

Guru BK SMA Muhammadiyah 2 Jogjakarta.

Author

Populer

Lainnya